
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran mata pelajaran Matematika di kelas VII pada Senin (26/01/2026). Kegiatan
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang resmi menggelar kegiatan supervisi pembelajaran yang melibatkan seluruh guru dan tenaga pendidik
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) SAHABAT BARU, CERITA BARU Hari-hari berlalu, dan aku mulai mengenal banyak teman. Ada yang lucu, pendiam,
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) HARI PERTAMA MASUK PESANTREN Hari pertama masuk tiba. Udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Aku
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) PENDAFTARAN MTs Hari pendaftaran MTs akhirnya tiba. Aku dan kedua orang tuaku berangkat dari rumah dengan
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I menghadiri pertemuan rutin triwulan ke-4 Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten
Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang. Sebanyak lima siswi berhasil meraih lima medali
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Kabupaten Lumajang, menggelar rapat koordinasi bersama Komite Madrasah dan tokoh masyarakat pada
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan prestasi akademik peserta didik dengan mengikuti
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, menyelenggarakan kegiatan Sekolah Jurnalistik bagi siswi dengan tema “Membangun Kreativitas Siswa dengan
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, secara resmi kembali menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Lumajangsatu, salah
Oleh : Akh. Farid, S.Kom *) Selama ini, diskursus tentang Isra’ Mi’raj sering terjebak dalam perdebatan biner yang berulang: antara


Aku & Pesantren Bagian 4

Aku & Pesantren Bagian 3

Aku dan Pesantren Bagian 1

Suara Terakhir Laureen

Kerasnya Dunia Pejuang Rupiah

Rinduku Untukmu

Memulai Cerita Baru

Harapan Berujung Duka

Direy : Sahabat Tanpa Hati

Liburan Jadi Petaka

Black White Dragon

Mampukah Aku?

Tembok Kita Terlalu Tinggi

Hati yang Penuh dengan Kerinduan

Manusia Favoritku

Meneladani Akhlak Rasulullah saw

Merindukan Kalian

Selamat Jalan Kak

My Sister

Dinginnya Cuaca Malam Ini

Pintu yang Tiba-Tiba Terbuka

Toilet Pantai yang Sunyi

Charger Iman

Guru, Cahaya Ilmu

Sahabat Terbaik

Menentang Pendapat Ayah

Hujan dan Petir

Teman

Impian yang Hampir Terkubur

Maaf dan Terima Kasih

Malaikat Tak Bersayapku

Kebaikan dalam Diam

Kehilangan Sang Pembela

Sahabat Kecilku

Cinta untuk Rasulullah

Tersadar

Berisik

Rindu untuk Ibu

Di Bawah Langit Palestina

For You, Dad

Kita

Pahlawan Indonesia

Indonesia Merdeka

Merah Darahmu, Semangat Kami

Ayah, Pahlawanku

Perpisahan

Kau Telah Lupa

Tangisan Gadis Kecil

Sahabat

Ayahku, Pandangan Hidupku

Terima kasih, Ayah

Anugerah Terindah

Ayah Terhebat

Ayahku, Pahlawanku

Aku dan Sahabatku

Teman Sejati

Aku Pasti Bisa

Mama Hebatku

Andai Aku Jadi Presiden

Pesantrenku

Memelihara Keindahan

Catatan Perjalanan Ziarah Wali 5

Dampak Didikan Keras Orang Tua

Leaving With You, Goodbye

Terima Kasih, Ibu Kartini

Pacaran dalam Islam. Adakah?

Strict Parents

Mata-mata

Back to Pesantren

Kesetaraan Gender

Perjuangan Seorang Ayah

Rindu Kitab Kuning

Successful Venture

All About Mother

Ayah

Idul Fitri Penuh Cinta

Pesantren

Guruku, Pedoman Hidupku

Malam 1000 Bulan

Internet: Dampak Positif dan Negatif bagi Remaja

Indahnya Ramadhan

Usaha Tanpa Do’a Itu Sombong

Renjana

Laut

Ayah

Perjodohan di Usia Dini

Liburan Pesantren

Pertemanan

Tak Ada Kata Terlambat

Melewati ombak Bersamamu

Tak Pernah Akur

Kesetaraan Gender

Jadilah Pribadi Yang Baik

Amira

Boyfriend Or Bestfriend?

A Shoulder To Cry On

Bangkitnya Sang Pendekar Silat

Peran Penting Orang Tua Dalam Membentuk Masa Depan Anak

Cita-cita?

NIKI, I Failed

Bawa Dia Kembali Kepadaku

IBU

Lembaran Santri

Antara Cinta dan Egois

Melewati Ombak Bersamamu

Tempatku Berpulang

Mama is My Heart

Horror Story Pt¹

Ya Nabi

Tepukan Tangan

I Found my Happiness

Hugged Your Self

Aku dan Kita

Kemarin

Kesatria Tanpa Kuda

Happy New Year 2024

Selamat Datang Tahun Baru

Ibu Tersayang

Terdiam

Tak Akan Ada Temu

Aku

Pendidikan

Indonesiaku

Hati Berbicara

Kenangan

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

In Lost

Adab Seorang Pemimpin

Pejuang Yang Sesungguhnya

Air Terjun

Bagaimana?

Ulah Manusia

Menunggumu

Koushik

Imperfect Journey

Takdir

Garis Luka

Surat Rindu untuk Kakek

Si Kecil Punya Karya

Evaluation

Keutamaan Surah Thaha

Sungai dan Arusnya

Aku dan Hujan

Berisik

Hari Literasi Komputer Sedunia 2023

About You

Keutamaan Bulan Jumadil Awal

Ber-Akhlak-lah

Ya Syaikhona

Setangkai Tunggu

Semangat Bukan Sambat

Metafora Kerinduan

Pengemis Tua

Lama Tak Datang

Saat Hutan Merah Berubah

Kenangan Bersama Orang Tua

Rakyat Jelata

Milenial Menghapus Kata Maaf?

Beda

Atma yang Sejuk

My Character Wibu

Doa Ibu

Esai yang Tak Usai

Pencuri Ninja Bersarung

Guru

Salah Mendidik Anak

Mendesak

Harapan

Mengenang Perjuangan Para Pahlawan

Kebersamaan Kita

Ayah dan Ibu

Pergi, Kemana?

Dia Cakap

Jihad Santri

Anugerah

Fondasi

Tak Ada yang Tak Bisa

Terlalu Larut

Ojek Payung

Cerita Subuh

Entah lah

Kenangan dalam Genangan

Rahasia Ruang 991

Misteri Bola Pingpong

Ibu

Ungkapan Rindu

Ayah

Nasehat Pria Paruh Baya Itu

Sunyi

Runtuh

Yang Tertinggal

Wajah Itu

Ibu

Di saat Ronda Malam di Pesantren

Fokus

Why?

Sesal

Pendosa

Sendiri Lebih Baik

Ceritaku Bersamanya

Guruku

Penunggu Bangku Pojok Belakang

Obessed

Bangkit

Astrophile

Indonesia, Apa Kabar?

Teruntuk Yang Terkasih

Nafas Terakhir

Terjebak Ekspektasi

Takdir Tuhan


Kemerdekaan

Sebuah Mimpi

Pilu

Masa Lalu

Feeling Lonely

Sahabat Kecilku

Ustadz

Dear Santri

Perjuangan Seorang Ayah

Cepat Pulang ya bu?

Pretty Always Win?

Cuma Mimpi

Missing More

Kerikil di Atas Tanah

Terserah, Aku Menyerah

Arunika

Who?

Merindukan Titik Temu

Sang Ibu

Terimakasih Ayah

Kiaiku

Aku Tak Pantas

Tangisan Ibu Dalam Sujud

Terbelenggu Oleh Waktu

Keluh Kesah

Bulan Yang Dirindukan

Tak Biasa

Ya Ilahi

Keberkahan di Tanah Bakid

Berharap Kepada Sesama Makhluk

Menjadi Dewasa Dengan Permasalahan

Mewarisi Keris Leluhur

Teruntuk Ayah

Big Dream

Lagi dan Lagi

Polisi Tidur

Land of Dawn Mabuk | Puisi – Mobile Legend Part 1

Nenek Gayung (Cerpen)

Perpisahan

Hujan

Tak Redup Semangat

Tanah Air Indonesia

Rumit

Ada Siswi Hamil? Cerita Pendek Berbentuk Percakapan

Angin

Seorang Guru

Hijab Pertamaku

Pisau Menusuk Pertemanan

Teman-temanku

Guruku

Sahabat Kecilku

Bunda

Inginku

Permata Hati

Setangkai Bunga Mawar

Oh Bintang

My Self

Ibu

Rindu Ayah

Kaylara dan Pintu Hidayah-Nya

Bunda Anakmu Rindu

Kado untuk Ibu

Asa Ganda

Guruku

Aku Menjadi Duri

Peluh Prestasi

Harapan

Tarif Pelajar

Dua Puluh Lima November

Sesat

Nyantri

Guru Kami

Guru


Happy Teacher Day

Selamat Hari Guru

Aku Santri

Kanjuruhan Play

Sekolahku

Sniper Pembunuh

Untukmu Ayah

Teman Kelasku Teman Baikku

Human Have a Nice Heart

Bunga Kawanku

Pejuang Al-Qur’an

Indahnya Indonesiaku

Pahlawan Sejatiku

Pahlawan?

Pahlawanku

Hari Pertama di Pesantren

Kamu

Petualang Nahwu

Raga Tanpa Jiwa

Tanpa Berpamitan

Gadis di Depan Rumahku

Ayah – Puisi

Impianku

Untuk Kyai

Tersesat

Kado Kecil Untuk Mama

Sudahlah

Dirimu

Ibu

Sahabatku

Sekuat Tenaga

Rain in The Dark

Runtuh

Si Nyamuk Penyelamat – Fiksi

Kembali

Yang Tersembunyi

Lara

Lalai

Terimakasih Ayah

Bocah Ajaib

Bunda….Maafkan Anakmu

Bukan Nana – Cerpen

Rindu Abi – Puisi

I Love You Mom – Puisi

Merindukan Sosok Ayah

Langit Bakidku

Kota Tarim

Family – Puisi

Mimpi Itu Benar

Alur – Puisi

Ayah, Aku Rindu

Pahlawan – Puisi

Tiga Sejoli – Puisi

Untuk Orang Tuaku

Menatap Ke Depan

Perjuangan Sang Penulis

Merindukan Ayah

Madrasahku

Pandanglah Dirimu

Terima Kasih Bunda

Merdeka

Gugur – Puisi

Ayuhan Terakhir Becak Ayah – Cerpen

Santri – Puisi

Kerinduan – Puisi

Sembilu – Puisi

Ya Rasulullah – Puisi

For My Best Time – Puisi

Ikhlas – Puisi

The Real Insecure – Puisi

Meraih Mimpi – Puisi

Selamat Datang Adikku

Suatu Hari di Kelas VII G

Berkat Doa, Usaha dan Sahabatku

Ibadah Terakhir

Hijab is My Live – Cerpen Karya Siti Khotijah Syarifah Wulan

Tangis Pisah Meraih Cita

Ayah… Putrimu Rindu

Mari Hijrah Bersamaku

‘Who Is The Best” Film Pendek Karya OSIM Pada Ajang MTC 2022

Insecure Berlebihan

Guru

Tenang dalam Kegelapan

Surat Terakhir dari Seorang Ibu – Cerpen

Aku Tahu – Puisi

Belajar dari Lily : Perjuangan Santri Meraih Prestasi – Cerpen

Pesan Ibuku – Cerpen

Teman – Puisi

Aksi Kemanusiaan Erupsi Semeru – Cerpen

INIKAH TAKDIR – CERPEN

Pilih Dan Pilah

Hari Guru

360 Langkah Menuju 360 Masjid : Bagian 1

Semangat Hari Santri di Masa Liburan

Santri

Terpujilah Pemberi Syafaat

Meningkatkan Kualitas Santri (Memperingati Hari Santri 2021)

OH IBU

Kisah Nabi Muhammad – Menyambut Maulid 1443 H

Miftahul Ulum

Menyentuh Ilmu

Cita-citaku

Menggapai Cita-cita Menjadi Polwan – Cerpen

RUMAHKU

Untuk OSIM – Puisi

Malaikat Tak Bersayap

Semenit Lalu Sejam Kemudian

Wanita Surga – Puisi

Polri Siaga Melawan Pandemi

Bumiku – Puisi

Api Semangat Polisi

Pelita yang Terang – Puisi

Guruku – Puisi

Madrasahku – Puisi

Bunda

Maafkan Niken Bu | Cerpen Karya Siswi

Berjuang Bersama Polri Hadapi Covid 19

Merdeka Berkarya Bersama Polri Berjuang Hadapi Pandemi

Surga Untuk Pahlawan Bangsa (Puisi)

Bendera Merah Putih

17 Agustus

Untukmu Ibu

Ibu : Puisi Karya : Tri Novtia Anjelika

Ibu : Puisi Karya Diana Eka Budi Arini

Santri Bela Negara – Harapan

Bagindaku – Juara 1

Nabi Tercintaku – Juara 2

Aku adalah Santri – Juara 3

Category: Karya Siswa

Aku & Pesantren Bagian 5
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) SAHABAT BARU, CERITA BARU Hari-hari berlalu, dan aku mulai mengenal banyak teman. Ada yang lucu, pendiam,

Aku & Pesantren Bagian 4
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) HARI PERTAMA MASUK PESANTREN Hari pertama masuk tiba. Udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Aku

Aku & Pesantren Bagian 3
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) PENDAFTARAN MTs Hari pendaftaran MTs akhirnya tiba. Aku dan kedua orang tuaku berangkat dari rumah dengan

Aku dan Pesantren Bagian 1
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) KEBIMBANGAN Rasa bimbang, takut, bahagia, sedih, dan rindu bercampur aduk ketika mendekati kelulusan SD. Kebimbangan yang

Suara Terakhir Laureen
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) “Kringgg!” “Ya ampun, Myaraa! Lihat jam! Mau tidur sampai kapan? Nggak mau sekolah?!” Dering alarm ketiga

Kerasnya Dunia Pejuang Rupiah
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) “Bu, Kevin mau berangkat sekolah. Kasih uang jajannya sekarang!” seru seorang anak laki-laki kelas SD sambil

Rinduku Untukmu
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Berandai angin mampu membawa kembali masa kita.Hari-hari terus berganti, menjauhkan kita hingga tak lagi bersama.Keinginan memeluk

Memulai Cerita Baru
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kenyataan tak selalu bisa ditutupi,air mata pun mengalir tanpa henti.Mengingat semua yang telah terjadi,meyakinkan diri bahwa

Harapan Berujung Duka
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Gadis itu selalu mengulang pertanyaan yang sama, pertanyaan yang seakan melekat dalam setiap helaan napasnya. “Di

Direy : Sahabat Tanpa Hati
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Dipaksa kuat oleh keadaan, kesepian di tengah kesunyian, tenggelam dalam kemandirian ketika sebaya dengannya masih berenang

Liburan Jadi Petaka
Karya: Abelliatus Zahra *) “Eh, besok jadi nggak ngerayain ultah Candy?” tanya Tasya.“Iya, gue kira Candy ultah di pondok,” jawab

Black White Dragon
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kicauan merdu burung selalu terdengar setiap pagi. Suara ramai penduduk Negeri Fireland tak pernah berhenti menghiasi

Mampukah Aku?
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Hidup terus berjalan tanpa kutahu ujungnya,gelisah di hati kian bergelora.Apa yang akan tercipta di masa depan

Tembok Kita Terlalu Tinggi
Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kita tak akan pernah bisa bersatu.Masjid dan katedral — sampai kapan pun —

Hati yang Penuh dengan Kerinduan
Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kisah ini mungkin terdengar kekanak-kanakan.Namun jujur, aku merindukanmu.Aku benar-benar merindukanmu.Meski aku sadar, kau

Manusia Favoritku
Karya: Rizka Aulia Affarida *) Untukmu, wahai manusia favoritku,yang telah melakukan banyak hal bersamaku,yang telah mengukir senyum di bibirku,dan membuat

Meneladani Akhlak Rasulullah saw
Karya: Zahra Maulia *) Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk berkumpul

Merindukan Kalian
Karya: Anis Izzamatul Fitriah *) Hai, kawan…Tiga tahun telah kita lewati,Suka dan duka kita jalani bersama. Sulit rasanya…Kini harus berpisah

Selamat Jalan Kak
Karya: Imroatul Qonita *) Namanya Nafisa. Ia bukan kakak kandungku, tapi kakak sepupuku. Meskipun begitu, bagiku dia seperti kakak sendiri.

My Sister
Karya: Amelia Safira *) Kakak…Aku tahu perasaanmuAku tahu, kau mungkin merasa tak sempurnaTapi bagiku…Kau justru paling sempurna saat bersamaku Kakak…Aku

Dinginnya Cuaca Malam Ini
Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Hari demi hari telah berlalu,Malam tiba… terasa menyeramkan bagiku.Sungguh suram malam ini,Bagaikan hutan gelap di

Pintu yang Tiba-Tiba Terbuka
Karya: Madina Isma *) Malam sudah semakin larut, tapi aku tetap asyik bermain game di ponsel genggamku. Semua orang di

Toilet Pantai yang Sunyi
Karya: Iza Afkarina *) Pada suatu hari, dua gadis remaja sedang bermain di pantai. Mereka bernama Amelia dan Salsa, teman

Charger Iman
Karya: Nuril Maulidya Ariska *) Aku bertahan karena waktu.Aku lebih kuat karena rindu.Aku ceria karena senyumku,Dan aku tegar karena impianku.

Guru, Cahaya Ilmu
Karya : Wulan Nur Malita *) Guru…Engkaulah pahlawan dalam hidupkuYang selalu sabar membimbing dan mengajarikuPengorbananmu tak pernah mengenal lelahBersamamu, aku

Sahabat Terbaik
Karya: Flora Angelia *) Sudah dua tahun aku lulus SD. Sejak itu, aku jarang sekali bertemu dengan sahabatku, Kiki. Bisa

Menentang Pendapat Ayah
Oleh: Muhammad Ridwansyah *) Ayah dan Ibu mengumpulkan anak-anaknya di ruang tamu. Ada kabar penting yang ingin mereka sampaikan. Tak

Hujan dan Petir
Karya: Amelia Safira *) Di tengah keheningan malam,Rintik hujan turun perlahan,Menemani langkahkuDalam kesunyian yang menenangkan. Angin berhembus menusuk tubuh,Ranting-ranting bergoyang

Teman
Karya: Lailatul Qomariah *) Temanku…Kaulah yang selalu ada untukkuKaulah yang berjalan bersamakuKaulah yang setia di sisikuSaat aku benar-benar membutuhkannya Temanku…Hanya

Impian yang Hampir Terkubur
Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan *) “Aku dulu punya impian besar banget… Aku pengen jadi arsitek,”suara Naya pelan, matanya berkaca-kaca.“Tapi…

Maaf dan Terima Kasih
Karya: Anis Izzamatul Fitriah *) Ayah…Bagaimana kabarmu di sana?Apakah kau baik-baik saja?Aku di sini…Sangat merindukanmu.Ingin bertemu,Ingin memelukmu,Mengadu tentang banyak hal

Malaikat Tak Bersayapku
Karya: Novita Karmelia *) Malaikat tak bersayapku…Terukir senyummu yang begitu indah,Menghiasi hari-hari dalam hidupku. Kau adalah sosok wanita yang tegar,Yang

Kebaikan dalam Diam
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Berbuat baik sebenarnya adalah hal yang sederhana. Banyak cara yang bisa kita lakukan

Kehilangan Sang Pembela
Karya : Rahmadaini Firjatullah *) JAKARTA, 05-12-2020 | 19:00 Seorang gadis yang baru pulang dari tempat les-nya itu langsung berlari

Sahabat Kecilku
Karya: Caesha Rachel Attlycha P. *) Engkaulah sahabat kecilku,Yang selalu menemani langkahku.Dari dulu hingga kini,Kau begitu berarti bagi hati ini.

Cinta untuk Rasulullah
Karya : Ahmad Zayadi Rayhan Al Zuhri *) Di bulan maulid yang penuh cahaya,Lantunan shalawat terdengar di mana-mana,Namamu menggema di

Tersadar
Karya: Diana Nouvita Sari *) Kini kami tersadar…Bahwa waktu tak bisa dihentikanBahwa perpisahan itu nyataBahwa setiap pertemuan, pasti ada akhirnya

Berisik
Karya: Zyaaaaan *) Semua kini ada di benak:Keluarga, teman, pendidikan, cinta.Entah harus dimulai dari mana,Semuanya hanya jadi angan —Aku enggan

Rindu untuk Ibu
Karya: Cahya Maulida Bahri *) Sedari aku merangkak,Hingga aku bisa berjalan,Sedari aku hanya bisa menangis,Hingga aku bisa berbicara. Ibu…Putri kecilmu

Di Bawah Langit Palestina
Karya: Rifatul Aulia Rizqiyah *) Terdengar suara bom menggelegar di sana,Jeritan luka mengisi udara duka.Rumah-rumah hancur tanpa sisa,Air mata dan

For You, Dad
Karya: Almira Tungga Dewi Kristiawan *) Ayah…Kau bagai lenteraMenyinari gelap gulitakuMenerangi malam-malamkuMalam yang dinginMalam yang penuh ketakutan Ayah…Kau seperti pahlawan

Kita
Oleh: Zyaaaaan *) Bersama. Terima kasih untuk kamu,Yang bersedia menjadi seseorang yang istimewaDalam hidupku. Terima kasih telah melengkapiHari-hariku yang kelabu,Menjadi

Pahlawan Indonesia
Karya: Weggy Chelsa Olivia | Kelas 9 Darah merahmu menetes,Membasahi seluruh tubuhmu.Senjatamu hanya bambu runcing,Namun tekadmu sebesar langit.Kau korbankan keluarga

Indonesia Merdeka
Karya: Lisa | Siswi Kelas 9 Indonesia, negeri yang kaya,Penuh budaya, penuh warna.Negeri yang selalu jaya,Di setiap masa, di tiap

Merah Darahmu, Semangat Kami
Karya: Devita Merah darahmu menggelora,Semangat juangmu takkan sirna.Meski nyawa jadi taruhan,Meski derita jadi kawan. Kau tegakkan kemerdekaan,Dengan peluh dan pengorbanan.Tanpa

Ayah, Pahlawanku
Karya : Diana Eka Budi Arini *) Ayah…Untukmu, ayah tercinta…Pengorbananmu tak terhinggaKasih sayangmu begitu besarPerjuanganmu tak pernah mengenal lelahLangkahmu tak

Perpisahan
Karya: Dini Fitria Royhana Adibah *) Perpisahan telah tiba,Hari yang dulu terasa jauhKini datang tanpa bisa ditundaMeninggalkan sejuta rasaAntara haru

Kau Telah Lupa
Karya: Sabila Hidayah *) Hai, kamu… apa kabar?Sudah lama kita tak berbincang,Tak lagi bertukar sapa,Setelah sekian waktu berlalu tanpa cerita.

Tangisan Gadis Kecil
Karya: Dina Yuliana *) Pada suatu hari, hiduplah seorang gadis kecil bernama Dina, anak perempuan satu-satunya di keluarganya. Ia memiliki

Sahabat
Karya: Saidatul Fatimah *) Kesalahan mungkin paling banyak darikuYang tak kunjung sadar akan sikapmuMenunggu bukan sekadar harapTapi jebakan rasa nyaman

Ayahku, Pandangan Hidupku
Karya: Maghfirotul Hasanah *) Ayah…Hidup ini adalah pandangan hidupku,Dan akhiratmu pun kupandang sebagai tujuanku.Karena kau selalu menunjukkan sisi terbaik dirimu

Terima kasih, Ayah
Karya: Ulumiah *) Ayah, kaulah pahlawanku.Engkaulah belahan jiwaku.Aku tak akan ada tanpa perjuanganmu, Ayah.Engkau rela lelah demi menafkahi keluarga kecilmu,Bekerja

Anugerah Terindah
Karya: Nur Thalita Safa *) Satu hal yang pasti,Tak pernah bisa disangkal,Selalu hadir dalam naluri dan hati. Sebuah ketetapan dari

Ayah Terhebat
Karya: Aurel Legian Oktavia *) Ayah, kaulah pahlawanku.Tanpamu, jadi apa aku?Engkau rela banting tulang,Agar aku bisa makan dan tumbuh tenang.

Ayahku, Pahlawanku
Karya: Ilmin Nurun Ni’mah *) Di tengah sunyinya malam,Tampak tubuh yang terbaring diam.Karena seharian ia telah berjuang,Meski banyak rintangan menghadang,Tak

Aku dan Sahabatku
Karya: Novy Amalia Hasanah & Weggy Chelsa Olivia *) Suka dan duka kita lewati bersama,Saling menasihati di setiap langkah yang

Teman Sejati
Karya : Andini Cahya Qurfatul Jannah *) Teman sejati…Ialah rumah ternyaman untuk pulangTempat paling tepat tuk berceritaDia yang mampu menumbuhkan

Aku Pasti Bisa
Karya: Keyla Aura Krismadaini *) “Hiks… hiks…” terdengar suara tangisan seorang gadis di dalam kamar yang sunyi. “KAMU SEHARUSNYA NGERAWAT

Mama Hebatku
Karya : Caesha Rachel Attalycha Putri *) Terima kasih, Mama…Engkaulah wanita hebatku.Sejak kecil hingga aku tumbuh besar,Engkau yang selalu merawat

Andai Aku Jadi Presiden
Karya: Reva Yuni Ningsih *) Bangkitlah…..Bangkitlah wahai pemudaLupakan sudah kaum belandaYang lalu biarlah laluMasa lalu jadikan ilmu Musuh besarmu bukanlah

Pesantrenku
Karya : Nuril Maulidya Ariska *) Di balik tembok nan sederhana dan sunyi,Pesantren berdiri, teduh berseri.Cahaya ilmu menari di pelita

Memelihara Keindahan
Karya: Mutmainah *) Semilir angin berembus sejuk,membuat dedaunan menari-nari.Langit membentang biru,berselimut awan putih kelabu. Matahari bersinar terang,burung-burung beterbangan,menghias cakrawala tanpa

Catatan Perjalanan Ziarah Wali 5
Oleh: Robiatul Adawiyah *) Pada Selasa malam Rabu, 22 April, 2025, aku dan teman-teman satu angkatan kelas 9 berangkat ziarah

Dampak Didikan Keras Orang Tua
Karya: Nuril Izzah *) Akhir-akhir ini, kita dikejutkan oleh berita tentang seorang anak perempuan yang nekat membacok ibunya sendiri menggunakan

Leaving With You, Goodbye
By: Robiatul Adawiyah *) You left, leaving traces that can never be erased.In the quiet space, I ask the wind,Do

Terima Kasih, Ibu Kartini
Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Dulu aku tak tahu,Mengapa perempuan tak boleh sekolah sepertimu.Dulu aku tak paham,Mengapa hanya laki-laki yang

Pacaran dalam Islam. Adakah?
Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Pacaran, pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, apalagi buat remaja zaman sekarang. Tapi, tahukah

Strict Parents
Karya: Keyla Aura Krismadaini *) Di Indonesia, banyak orang tua yang menerapkan pola asuh strict parents, yaitu cara mendidik anak

Mata-mata
Karya: Mufridho *) Twilight…Kau begitu hebat dan tampan,Bersama jas hijau yang kau kenakan,Dengan lambang mata-mata di dadamu,Dan seratus wajah samaran,Yang

Back to Pesantren
Karya : Robiatul Adawiyah*) Libur telah usai, hati mulai rindu,Suara ngaji dan adzan yang merdu.Kitab dan buku menanti dibuka kembali,Pelajaran

Kesetaraan Gender
Karya: Cahya Maulida Bahri *) Wanita, dengan segala keunikan dan keberagamannya, adalah sosok yang tidak hanya penting dalam keluarga, tetapi

Perjuangan Seorang Ayah
Karya: Syafa’atul Aliyah *) Ayah…Kau adalah pahlawan dalam hidupku,Lelaki terbaik yang selalu berjuang,Mengorbankan lelah dan waktu,Agar keluargamu tak merasa kekurangan.

Rindu Kitab Kuning
Karya : Zahrotul Fadilah *) Di sudut lemari, kuintip sejenak,Kitab kuning yang lama tidak dibuka.Berdebu sedikit, tapi harum baunya,Seolah menyapa,

Successful Venture
Karya: Febriani Cahya Ningtiyas *) Hembusan angin pantai menyapu lembut tubuh seorang gadis yang tengah duduk di bibir pantai. Matanya

All About Mother
Karya: Flora Angellia *) Maa…Dari putri kecilmu ini, ada pesan yang harus tersampaikan.Terima kasih telah menjagaku, merawatku,Bahkan mengajarkanku tentang hal-hal

Ayah
Karya : Nazwa Zamrotul Aini *) Ayah,Engkau tak pernah lelah menafkahi keluargamu.Engkau tak pernah berceritaBetapa sulitnya mencari nafkah.Engkau juga tak

Idul Fitri Penuh Cinta
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Saat mentari pagi tersenyum ceria,Lebaran tiba penuh suka cita,Hari kemenangan yang dinanti,Setelah sebulan

Pesantren
Karya : Fitria Hoirotun Nisa’ *) Aku santri…Di pesantren aku menuntut ilmu,Di pesantren kiai membimbingku,Di pesantren aku belajar mandiri. Aku

Guruku, Pedoman Hidupku
Karya: Nur Zahir *) Guru…Kau adalah pahlawan dalam hidupku.Tanpamu, aku tak bisa apa-apa.Guru… terima kasih telah mengajariku,Terima kasih telah membimbingku.

Malam 1000 Bulan
Karya : Robiatul Adawiyah *) Bulan bersinar terang di langit,Hati bergetar penuh syahdu.Malam istimewa telah menghampiri,Lailatul Qadar nan penuh rindu.

Internet: Dampak Positif dan Negatif bagi Remaja
Oleh: Keyla Aura Krismadaini *) Internet adalah salah satu teknologi yang paling banyak digunakan oleh orang-orang, terutama remaja. Dengan internet,

Indahnya Ramadhan
Karya : Nazwa Zamrotul Aini *) Di bulan suci penuh berkah,Ramadhan datang membawa cahaya.Langit malam bersinar terang,Bulan purnama menghias cakrawala.

Usaha Tanpa Do’a Itu Sombong
Karya : Siswi Kelas VII F Bagian 1 Malam itu, di salah satu Pondok Pesantren, suasana hening hanya terdengar gemerisik

Renjana
Karya : Febriani Cahya Ningtiyas *) Kisah ini telah lama usangNamun akara masih saja meradangBerteman semu, ia berlalu-lalangSeolah berkata, tak

Laut
Karya: Abelatus Zahra *) Aku bermimpi berjalan di tepi laut,Debur ombak menyapa lembut kaki kecilku,Membawa jejak kenangan yang pernah kita

Ayah
Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ayah…Engkaulah raja di hati putrimu,Seorang ksatria tanpa kuda,Harta paling berharga,Bagi putrimu tercinta. Engkau rela berjuang

Perjodohan di Usia Dini
Oleh: Shinta Fairuzzuhro *) Perjodohan di usia dini mungkin sudah nggak asing lagi buat kita. Banyak orang tua di Indonesia

Liburan Pesantren
Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Kala fajar mulai menyapa,angin lembut membelai jiwa.Langkah kaki tinggalkan gerbang,menyongsong rindu yang terbayang.

Pertemanan
Karya: Cahya Maulida Bahri *) Di sebuah sekolah bernama SMA Pelita Raya, terdapat dua sahabat karib bernama Karinna Saputri dan

Tak Ada Kata Terlambat
Karya: Rahmadaini *) Desir ombak malam menyapa gelapnya cakrawala. Seorang gadis berdiri di tepi pantai, menatap kosong ke arah laut.

Melewati ombak Bersamamu
Karya : Rahmadaini *) Alisha Ghanimah, seorang gadis berparas cantik dengan arti namanya yang indah -Perempuan yang baik dan penuh

Tak Pernah Akur
Karya Nazwa Zamrotul Aini *) Pada suatu hari, ada dua anak yang sering bertengkar, yaitu Algantara dan Tasya. Tasya selalu

Kesetaraan Gender
Karya : Cahya Maulida Bahri *) Di dunia ini, setiap manusia diciptakan sama, dengan hak dan kewajiban yang setara. Namun,

Jadilah Pribadi Yang Baik
Karya : Arizatun Nazilah *) Hai. Namaku Ryan , aku berasal dari kota Tasikpinang , umurku 14 tahun dan

Amira
Karya : Fitria Hoirotun Nisa’ *) Embun yang menetes di helaian daun yang indah. Suasana yang begitu sejuk dihiasi dengan

Boyfriend Or Bestfriend?
Karya: Ayu Fatmala Sari *) Di sebuah sekolah yang sangat elite bernama SMA Brawijaya. Lebih tepatnya, di taman belakang sekolah

A Shoulder To Cry On
Karya : Nuril Izzah *) “Ayo nata cepetan pake sepatu nya nak,nanti telat”ujar pria paruh baya sedikit berteriak-GIBRAN.“Iya ayah,ini nata

Bangkitnya Sang Pendekar Silat
Karya : Ilmin Nurun Nikmah *) Pada suatu hari di sebuah desa yang terletak di pegunungan, ada seorang pemuda yang

Peran Penting Orang Tua Dalam Membentuk Masa Depan Anak
Karya : Robiatul Adawiyah *) Orang tua adalah sosok yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mereka adalah orang yang pertama

Cita-cita?
Karya : Nuril Izzah *) Aku selalu merasa bingung di antara keduanyaAntara keinginan ku sendiriAtau keinginan kedua orang tuaku.Keinginan yang

NIKI, I Failed
Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas*) Mungkin jika pada saat ituAku melarangmu untuk melakukan ituMungkin saat iniSemuanya tidak akan seperti

Bawa Dia Kembali Kepadaku
Karya: Ayu Fatmalasari *) Tokyo, Jepang. 17 April 08:00 AM Di sebuah gedung yang sangat tinggi, lebih tepatnya di rooftop.

IBU
Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ibu..Engkaulah bidadari tak bersayapku..Engkaulah ratu tak bermahkotaku..Begitu tinggi derajatmu wahai Ibu..Sehingga surga berada di telapak

Lembaran Santri
Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Aksara menjadi saksi bisu.Membekas Bersama bait-baitku.Yang selalu kususun.Hingga..berharap menjadi satu. Bukan menyerah.Tapi,ada perihal yang pentimg.Dan

Antara Cinta dan Egois
Karya : Rahmadaini *) Kamu memelukku serasa aku adalah separuh hidupmuSeperti seseorang yang takut kehilanganAku selalu ada untukmuNamun aku tidak

Melewati Ombak Bersamamu
Karya : Rahmadaini *) Alisha Ghanimah, seorang gadis berparas cantik dengan arti namanya yang indah -Perempuan yang baik dan penuh

Tempatku Berpulang
Karya : Rahmadaini *) Ayah?Mengapa aku baru menyadarinyaBahwa kau lah tempatku berpulangAku kira aku bisa tanpamuNamun nyatanya aku rapuhAku hancur

Mama is My Heart
Karya : Nuril Izzah *) Aku tahu ibu bukanlah seperti ibu lainnyaSeorang ibu yang selalu menghabiskan hari bersama anak anaknyaMama

Horror Story Pt¹
Karya : Nuril Izzah *) Aku dan keluargaku sedang berlibur ke rumah bibi yang terletak di desa kuningan. Aku sebenarnya

Ya Nabi
Yaa Nabi.. Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas Pagi yang cerah iniTerdengar suara lantunan sholawat kepada Nabibanyak santri yang ikut

Tepukan Tangan
Karya: Ayu Fatmalasari *) Ada dua orang suami istri yang tersesat di gunung, mereka tidak menemukan jalan pulang, Akhirnya mereka

I Found my Happiness
Karya : Nuril Izzah*) Aku sangat percaya diriMenurutku dengan berpikir optimisKita bisa melalukan semuanyaKarena aku merasa bahagia Aku akan tepuk

Hugged Your Self
Karya : Nuril Izzah *) Aku yang dipeluk diri sendiriAku bangga mempunyai dirikuSegala hal yang membuatku patahAkan ku perbaikiDan mencoba

Aku dan Kita
Karya: Tri Novtia Angelika *) Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan dan menjengkelkanNamun itulah yang membuat persahabatan mempunyai

Kemarin
Karya: Nur Thalita Safa*) Canda tawa yang telah usangTelah lama pudar bersama banyak kenangan,Setelah 12 purnama sang rembulanTibalah saatnya untuk

Kesatria Tanpa Kuda
Karya : Ahmad Aldian *) Ayah, engkaulah kesatria tanpa kudaEngkau susah payah bekerjaUntuk menafkahi semua keluargaAyah akan ku gantikan semua

Happy New Year 2024
Karya: Nurul Jasshinta*) Di hari ini aku tidak menangis atau pun gembiraDi hari ini pula aku telah bersyukur kepada Tuhan

Selamat Datang Tahun Baru
Karya: Putri Evita Muhajir)* Tamat sudah tugasku di tahun 2023Selamat tinggal DesemberSelamat tinggal tahun 2023Selamat datang JanuariSelamat datang tahun 2024

Ibu Tersayang
Karya: Vito Fabian Kristianto*) Ibu kamu adalah ibu yang luar biasaBegitu lembut namun begitu kuatBanyak cara yang kamu tunjukkan bahwa

Terdiam
Karya: Tri Novtia Angelika*) Aku terdiamdi saat aku sendiridan semua sedang tidak baik-baik sajadunia terasa sunyiSeakan tak beRpenghuni Aku terdiam

Tak Akan Ada Temu
Karya: M. Azrilliv LH*) Kita telah usaiPerjalanan panjang telah mengukir kisahCerita indah pun tak pantasKarena kita telah menguap kata pisah

Aku
Karya: Rifatul Aulia Rizqiyah*) Pagi ituKu berada di depan cermin ituMelihat dan berkacaBertanya-tanyaApa yang aku milikiApa yang kupunya Dan berangan-angan

Pendidikan
Karya : Mohammad Alyadi)* Pendidikan,adalah salah satu kata yang seharusnya dapat dirasakan oleh setiap orang, terutama oleh anak-anak. Namun pada

Indonesiaku
Karya: Vito Fabian Kristianto*) IndonesiakuEngkau sangat kucintaiEngkau sangat indah IndonesiakuEngkau penuh dengan canda tawaPenuh dengan hijau dedaunanRerumputan yang hijauBiru air

Hati Berbicara
Karya: Nur Talitha Safa *) Cerita hari iniDengan banyak ceritaNan menyayat hati,Karena semua yang terjadiDiriku luruh bersama sakit iniBerharap segera

Kenangan
Karya: Vito Fabian Kristianto*) Di sini pula aku kembali mengingat rasaYang sempat kubiarkan padam tanpa nuansaGelap saja sehingga hampaLalu kau

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Karya : Achmad Gilban Sobri Muntaha*) Ibu, adalah malaikat tanpa sayap yang Allah anugerahkan kepadaku. Sosoknya selalu hangat dan bisa

In Lost
Karya: Putri Evita Muhajir)* Aku pernah merasakan kehilanganAku pernah merasa kesepianKarena kehilangan seseorang Katanya kehilangan hal yang wajarTapi nyatanya itu

Adab Seorang Pemimpin
Karya : Ahmad Aldian)* Mendengar kata etika, mungkin sebagian orang akan langsung berpikir mengenai moral, aturan, dan sebagainya. Menurut Kamus

Pejuang Yang Sesungguhnya
Karya : Achmad Gilban Sobri Muntaha*) Pernahkah kita berfikir para pedagang kecil dan petani, yang harus berusaha atau bersusah payah

Air Terjun
Karya: Dewi Yunita Farha Amalia*) Engkau meluncur dengan begitu derasnyaDari ketinggian di atas bumiSungguh jernih dan bersih airmuSampai tampak bebatuan

Bagaimana?
Karya: Azyan Musfiroh*) Bagaimana, sudah berhasil?Hasilnya tak memuaskan?Mood pun berantakan?Lelah dengan semuanya? Mungkin sekarang memang tidak berhasilNamun esok ku berani

Ulah Manusia
Karya: Adelia Franciska Dury*) Sampah berserakan dimana-manaTiada yang akan membersihkannyaTiada yang peduli terhadap lingkunganDan alam di sekitarnya Di saat banjir

Menunggumu
Karya: Sely Holiana Santi*) Aku di sini,Diam diri Bersama dengan rindu nan menyayat hatiRindu akan wajah Lelah mu karena menafkahi

Koushik
Karya: Fina Nailul Ihza*) Kini aku sedang nestapaMendengarmu menyukai dirinya.Tapi,entah mengapaJiwa ini masih enggan melepasmu,Sedang aku terjebak di amaraloka yang

Imperfect Journey
Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Hari ini aku berhentiTapi hanya sejenakHari ini aku menepiSedikit memberi jarak Katanya“kau takkan bisa, semuanya

Takdir
Karya: Salsabila Aulia*) Sekarang!Ada saatnya kita tertawa,Ada saatnya kita bersedih,Kita di dunia ini sudah memiliki jadwalDari yang di atas, semua

Garis Luka
Karya: Fina nailul Ihza*) Ketika pertanyaan kian muncul di pikiranAku ingin bercerita, namun juga ingin mendengarkanPerlakuan manis perlahan menghipnotisDi kala

Surat Rindu untuk Kakek
Karya : Rhama Maulana*) Kakek, air mataku ini sebagai salam pembuka rinduku padamu yang tak terbendung lagi. Kini aku hanya

Si Kecil Punya Karya
Karya: Reva Yuni Ningsih*) Di suatu hari ada seorang perempuan yang bernama “Kamelia Anggraini” Dia mempunyai teman yang bernama “Nazwa

Evaluation
Karya: Nur Thalita Safa*) Real, All completely real An event that I previously underestimated In fact becomes a real enemy In

Keutamaan Surah Thaha
Karya : Achmad Gilban Sobri Muntaha*) Al-Quran adalah wahyu Allah Subḥānahu wa Ta’ālā yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad Ṣalla

Sungai dan Arusnya
Karya: Nur Thalita Safa*) Berbicara tentang sungaiDan arusnyaBeserta perahu kertasYang terombang-ambing bersamanyaHanya bisa mengikuti arusTanpa tau akan berakhir dimanaTerkadang perahu

Aku dan Hujan
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Hujan selalu turun membawa beribu kenangan yang telah lama leburMemaksakan menguak banyaknya kisahDengan suasana

Berisik
Karya: Azyan Musfiroh*) Semua sekarang ada di benakKeluarga, teman, pendidikan, cintaEntah mau dimulai dengan cara bagaimanaSemuanya ada di angan, enggan

Hari Literasi Komputer Sedunia 2023
Karya : Nur Thalita Safa *) (Memperingati Hari Literasi Komputer Sedunia 2023 Literasi komputer (computer literacy) adalah pengetahuan dan kemampuan dalam

About You
Karya: Putri Evita Muhajir*) Terima kasih sudah hadirDi kehidupan nyataTelah menghadirkan bahagiaWalaupun sekejap saja Yang kuanggap nyata hanyalah khayalan belakangDan

Keutamaan Bulan Jumadil Awal
Karya : Achmad Gilban Sobri Muntaha*) Jumadil Awal adalah bulan kelima dari 12 bulan dalam penanggalan Islam atau Hijriah. Nama Jumadil Awal

Ber-Akhlak-lah
Karya:Putri Evita Muhajir *) Orang pintarAkan kalah denganOrang yang ber ahlakPercuma kamu pintarJika akhlaknya tidak ada Pintar boleh tapi akhlak

Ya Syaikhona
Karya : Hilda Izzah Najwa Fillah*) Semakin hari semakin menggebuAtas apa semua yang ku rindu.Dan semakin hari hanya ingin terus

Setangkai Tunggu
Karya: Nur Thalita Safa*) Tentang aku yang ingin engkau kembaliNamun semesta tak pernah merestuiTak kunjung memberi pastiYang hanya memperdalam lubang

Semangat Bukan Sambat
Karya: Nuril Maulidya Ariska*) Yang dibutuhkan usaha bukan wacanaMemang benar kita hanya bisa berencanaTapi realita,kita hanya pasrah pada yang maha

Metafora Kerinduan
Karya : Nur Thalita Safa*) Rinai itu jatuh perlahanGemersik rindu yang tertahanMengalun indah dalam sebuah genangan. Lalu perlahan menderasSederas angin

Pengemis Tua
Karya : Ahmad Husaini*) Pada suatu hari ada anak yang bernama Fahmi. Dia selalu menolong kedua orang tuanya, membantu mencuci

Lama Tak Datang
Karya : Hilda Nia*) Wuhh!!Sinar matahari iniSungguh sangat menyengat diriMembuat diri ini kewalahanMencari kesejukan Berusaha mendinginkan badanBukan hanya dalam tempo

Saat Hutan Merah Berubah
Karya : Ahmad Aldian *) Matahari bersinar terik di Lampung. Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, sehingga hanya menyisakan berkas tipis. Burung-burung

Kenangan Bersama Orang Tua
Karya : Vito Fabian Kristianto*) Di saat aku sendirianEngkaulah yang membawakanSesuatu yang aku inginkanDi saat aku gelisahEngkau lah yang melangkahTerlebih

Rakyat Jelata
Karya : M.Fahri Nur Fadoli *) Hanya jelata…Bagaimana merajut asa?Sedang mereka sibuk dengan dunianyaMereka pikir baik-baik saja? Perfect,Sama sekali tak

Milenial Menghapus Kata Maaf?
Karya; Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Sedari kecil, kita selalu di ajari 3 kata ajaib. Terimakasih, maaf, dan minta tolong. Tiga kata

Beda
Karya : Fina Nailul ihza*) Beda! Aku berbeda.Memang! tapi mengapa?Mengapa harus dibeda-bedakan?Kenapa harus berprilaku berbeda?They say “yang beda itu spesial”

Atma yang Sejuk
Karya : Ieca Nayla Maulidyans *) Bukankah dia Atma?Yang membuat sejuk rasa cinta?Jika ia membaraIa akan membuat dunia serasa milik

My Character Wibu
Karya : Almisa*) Satu putaran waktuSeribu kenangan di masa laluAbout me?Aku tak ingin menjadi TanjirouYang hanya Bahagia sesaatLalu kebahagiaannya hilang

Doa Ibu
Karya : Muhammad Dafa Sodikin*) Sendu di kelopak matanyaMenghitam di kantung matanyaUcapan lirih dari mulutnyaTangan menengadahUjung mukena basah oleh air

Esai yang Tak Usai
Karya : Nur Thalita Safa*) Hidup ini sedang tidak baik-baik sajaJangan pernah tanya mengapaNamun siapa yang mau bertanya??Tegur sapa saja

Pencuri Ninja Bersarung
Karya : Vito Fabian Kristianto*) Pada suatu malam yang sunyi dan hening yang di iringi dengan suara jangkrik dan bintang

Guru
Oleh : Ubaidillah Hasby*) Kami datang untuk tahuEngkau memberi kami ilmuKami datang dengan anganEngkau memberi kami masa depan Segala yang

Salah Mendidik Anak
Karya : Muhammad Alyadi*) pada suatu hari di sebuah desa hiduplah keluarga ayah kakak dan adek keluarga ini menjalani hidup

Mendesak
Karya : Nur Thalita Safa*) Luka-luka yang ku jadikan frasaTakan pudar seiring berjalannya masaMenyimpan kenangan dalam setiap perjalannya Biarlah ia

Harapan
Karya : Putri Evita Muhajir*) Hati akan tersakitiKarma kita sediriSudah tahu dia hanya pemberi harapanMasih saja dipertahankan Kalau sudah terluka

Mengenang Perjuangan Para Pahlawan
Oleh : Achmad Gilban Sobri Muntaha*) Sepuluh November adalah Hari Pahlawan Nasional Indonesia. Pada tanggal itu di setiap tahun warga

Kebersamaan Kita
Karya: Ahmad Aldian Syaputra*) Dimulai dari kebersamaanYang harus kita jalankanWalaupun banyak cobaanYang harus kita lewatkan Di saat aku sendiriEngkaulah yang

Ayah dan Ibu
Karya : Zahrotul Azizah*) Ibu…Kau adalah wanit yang kuatKau rela berkorban demi anak muMeski harus bangun karna mendengar tangisan kuWahai

Pergi, Kemana?
Karya: Rifatul Aulia Riskia *) Dikala itu aku terpojokkanMenanayakan kenyataanMenelan semua kepahitanMerasakan arti kehidupanMasih menjadi tanda tanyaApa yang telah terjadi

Dia Cakap
Karya : Sely Holiana Santi*) Duduk termenungSembari mencerna nasehat penuh akan hasratNasehat tentang menghadapi kehidupan Dia cakap,Kamu harus menguasai bahasa

Jihad Santri
Karya : Nur Thalita Safa*) Sebuah perjuangan yang mememilukanBukti nyata pada masa yang silamResolusi jihad para pejuangMerebut kembali sebuah perdamaian

Anugerah
Karya : Nur Thalita Safa*) Satu hal yang pastiTak pernah terpungkiriMaupun bersarang dalam naluri dan hatiSebuah ketetapan oleh sang PenciptaMembawa

Fondasi
Karya : Nur Thalita Safa*) Langit menatap senduMenatap wajah penuh kesedihan ituWajah Lelah dengan guratan rinduMata kecilnya menatap sayuMeratap menyendiri

Tak Ada yang Tak Bisa
Karya : Nur Thalita Safa*) Ada kalanya semua lelucon tak lagi dapat mengundang tawaAda kalanya sisi berbeda kita tunjukan pada

Terlalu Larut
Karya: Sely Hoiana S.*) Laksana angin tanpa tujuanMengurung jiwa dalam relung kehampaanMenatap langit malam nan begitu gelap bagai kehidupanItu mengekspresikan

Ojek Payung
Karya; Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Jum’at sore tanah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang basah karena hujan

Cerita Subuh
Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan)* Kau takkan tahu banyaknya malam yang ku jenuhiKarena bintang selalu bersembunyi Kau takkan tahu banyaknya

Entah lah
Karya: Zahra Maulia*) Entah, sampai kapan singgah ini menjadi sungguhEntah, apa lagi yang akan disuguhSungguh, mereka hanya tertawa!Tanpa sadar mereka

Kenangan dalam Genangan
Karya : Nur Thalita Safa *) Entah mengapa kali ini rasanya berbedaKali tangisnya seolah membawa duka langitseakan memberitahu tentang sebuah

Rahasia Ruang 991
Karya: Rahmadaini Firjatullah *) Pada malam hari, sosok pemuda yang baru tiba di kota Jakarta itu sedang mencari sebuah hotel

Misteri Bola Pingpong
Karya: Niswatul Laili *) Di kala tahun 1992, ada anak bernama Vano yang tidak mempunyai ibu, ia sangat pintar sehingga

Ibu
Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Ibu…Trimakasih sudah menjadi perempuan terhebatYang pernah aku kenalSungguh terasa hangatnya genggamanmuDan mendengar langsung nasehatmuMungkin…Aku salah

Ungkapan Rindu
Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah
Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Nasehat Pria Paruh Baya Itu
Karya: Sely Holiana S.*) Kini, adzan telah berkumandang dan menandakan jika sudah memasuki waktu isya’. Umat muslim berbondong-bondong menuju

Sunyi
Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh
Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal
Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu
Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu
Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Di saat Ronda Malam di Pesantren
Karya: Sely Holiana S.*) Bulan purnama bersinar cerah di atas sana. Kelap kelip bintang pun tak kalah saing dengan sinar

Fokus
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?
Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal
Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata

Pendosa
Karya: Sely Holiana S.*) Kau pendosaPendosa nan di lumuri dosaDosa mengalir di tubuh pendosaPendosa, si pemilik dosa sejagat raya Kau

Sendiri Lebih Baik
Karya: Sabila Hidayah *) Sendiri…Sekarang aku sendiri lagiSeperti biasa tiba-tiba semuanya menjauhAku heranAda apa dengan merekaAku bingung harus bagaimanaTapi terkadang

Ceritaku Bersamanya
Karya : Imroatul Qonita *) Pada tahun 2018 kakak sepupuku yang bernama ‘’NAFISA’’ berangkat ke pondok, dia selalu mendapatkan juara

Guruku
Karya: Weggy Chelsa Diva*) Wahai guruku…Tanpamu ku tak bias membaca dan menulisDan tak akan memiliki akhlak yang bagus tuk di

Penunggu Bangku Pojok Belakang
Karya: Layyinatul Maghfiroh *) Pada hari Kamis tepat pada Madrasah Diniyah, di saat itu aku belajar membaca kitab Bersama dua

Obessed
Karya: Azyan Musfiroh *) DirimuMatamu yang sayuMemabukankuGummy smile muSeakan menghipnotis dirikuDan suaramu yang bak luguMembuatku diriku ingin menerjang dirimuSungguh diriku

Bangkit
Karya: Fina Nailul Ihza*) Mendongaklah jangan selalu menundukBangkitlah!Dan lihat dunia yang kau anggap jahatKau kuatKau hebatKau pintar Gagal bukan berarti

Astrophile
Karya: Nur Thalita Safa*) Berjajar ornament dalam setiap garis semestaBegitu indah tiada tara Merkurius…Sahabat dekat seorang mentari begitu mungilterdaftar sebagai

Indonesia, Apa Kabar?
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Apa kabar Indonesiaku?Apakah masih merintih, menitih melangkah maju?Atau tetap dengan julukan macan tidurmu?

Teruntuk Yang Terkasih
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Kau adalah apa yang selalu aku ingatKetika jauh maupun dekatKau adalah apa yang

Nafas Terakhir
Karya : Tri Novtia Angelika *) Kriiiiiiiing………Bell pun berbunyi, anak anak yang lain pun langsung masuk ke dalam kelasnya masing

Terjebak Ekspektasi
Karya: Nur Thalita Safa *) Nyatanya realita tak semudah yang ku kiraKali ini ku terjebak, dalam ekspektasi yang mendesakSesak dan muakLagi-lagi pupus

Takdir Tuhan
Karya: Nur Thalita Safa *) Tatkala arunika tertelan langit senjaKu di sini dengan segudang asaMenggores tinta agar abadi sepanjang masaKaryaku, begitu juga

Si Binatang Jalang Corong Revolusi Modern (Dirgahayu Republik Indonesia Ke-78)
Oleh: Hamzah Maulana Romadhon, S.H. *) Masyarakat umumnya mengenal Chairil Anwar hanya lewat puisi-puisinya, seperti “Aku”, “Karawang Bekasi” dan melalui

Kemerdekaan
Karya: Rifatul Aulia R. *) 1945 adalah saksi bisu tanggal di mana kita telahterbebas dari kata penjajahanTerbebas dari kata penindasaanTerbebas

Sebuah Mimpi
Karya: Nur Thalita Safa *) Di bawah terang nya sinar rembulanDi tengah luasnya hamparan bintang-bintangAkan ku beritahukan pada duniaBahwa, suatu saat aku

Pilu
Karya: Nur Thalita Safa *) Entah apa yang ku rasakanHati ini gelisah dan ketakutanTak bisa ku ungkapkanSeakan mulut ini selalu bungkam Mengapa

Masa Lalu
Karya: Nur Thalita Safa *) Di sinilah akuDalam ruang tanpa waktuSekelebat bayangan hadir sebagai tamuPengganggu antara aku dan pikiranku Dia,

Feeling Lonely
Karya: Nur Thalita Safa *) Aku tanpa mereka, bagai malam tanpa bintangSunyi dan sepiTanpa canda tawa yang mengiringiAku iri!Pada mereka

Sahabat Kecilku
Karya: Riski Amelia Sahabat ku….Kau selalu ada untukkuDi kala aku bersedih maupun bahagiaDan tak lupa kau selalu menemanikuKesana kemari Sahabat

Ustadz
Karya: Serly Adilia Agustin *) Apakah kau masih ingat pada kamiApakah kau masih menyimpan kenanganmu dengan kamiMeskipun kau sudah tak

Dear Santri
Karya: Serli Adilia Agustin *) Kau tak kerasan berada di pondok?Kau merasa tak bebas berada di pondok?Kau merasa dirimu terkekang?Tak

Perjuangan Seorang Ayah
Karya : Riski Amelia *) Ayah….Kau selalu membantingkan tulang pada kuKau selalu menafkahi ku Ayah….Terima kasih atas semua jasamuYang telah

Cepat Pulang ya bu?
Karya : Vira Virnanda Ayu L *) Ibu kapan pulangApakah ibu tak rindu pada anak mu ini ?Bu sampai kapan

Pretty Always Win?
Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Jika fisik menjadi patokan untuk segalanyaLantas untuk apa hati tercipta?Belakangan ini dunia mulai

Cuma Mimpi
Karya: Sely Holiana S. *) Kini, matahari muncul secara perlahan menggantikan bintang dan rembulan, langit yang gelap pun telah digantikan

Missing More
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Biarkanlah aku mengabadikan kisahmuDalam sajak yang kutulis atas nama rinduJasadmu boleh saja bersemayam tenang

Kerikil di Atas Tanah
Karya: Sely Holiana S.*) Mata ini tak ingin melihat,Tak ingin melihat tatapan kecewanyaTak ingin melihat ke putus asaan nyaKarena hati

Terserah, Aku Menyerah
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Titik terhebat ingin menyerah itu ketika kau benar benar sendiriTak ada sandaran, sang

Arunika
Karya: Nur Thalita Safa *) Teruntuk Arunika yang menyinari cakrawalaTerima kasih telah menerangi bagaskaraMemberi kehangatan pada bantalaJuga, ketenangan kepada sebuah

Who?
Karya: Fina Nailul Ihza *) Dia!Orang yang sama, namunDengan penampilan yang berbedaLebih sederhana tapi aku menyukainya Dia!Pendiam,tapi dalam diamnya ada

Merindukan Titik Temu
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Saat ini aku terbelenggu oleh rindu,Dan tenggelam oleh rasa kecewa yang tak menentuEntah

Sang Ibu
Karya: Danisa Fatma *) Ibu……Engkau bagaikan pahlawan bagikuSembilan bulan engkau mengandungku Ibu….Engkau yang merawatku dari kecil hingga besarEngakau rela mengorbankan

Terimakasih Ayah
Karya : Serly Adilia Agustin *) Terima kasih ayah …..Kau rela berkorban demi anakmu iniKau rela banting tulang tanpa ada

Kiaiku
Karya : Nur Zahrotus Soleha *) Wahai Kiaiku…Terimakasih atas kesabaranmuTerimakasih atas perjuanganmuTerimakasih atas jasa-jasamu Maafkan kami wahai KiaikuMaafkan kami atas

Aku Tak Pantas
Karya : Shelly Holiana S *) Pendosa ini tak pantasAku merasa raga ini tak pantasYa,tak pantas tuk menyebut raga ini

Tangisan Ibu Dalam Sujud
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Di saat gelap menyelimuti malamDi saat relung hati yang kosongDi situlah jiwa mulai merasa

Terbelenggu Oleh Waktu
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Di ujung malam yang sepiKu terpaku merenungiSiang malam tanpa hentiJadi belenggu di dalam hidupku

Keluh Kesah
Karya : Fitroh Nuraini *) Bibirku terbungkamBerucap lisan tak dapat melontarkanDi sebuah tempat yang bertuanKu bersungguh sungguh menuntut ilmuDemi meraih

Bulan Yang Dirindukan
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Bulan yang di rindukan sebentar lagi akan segera tibaJedag jedug di tengah malam sebentar

Tak Biasa
Karya : Shelly Holiana S *) Ketika bahasa tak lagi biasaBahasa mulai berbisaBisa yang mengikuti masaMasa yang akan datang setiap

Ya Ilahi
Karya : Kirani Rahmawati *) Mimpi dulu yang pernah ku renungiBersama impian yang diidam-idamkanPergi bersama ke Tanah SuciTuk tunaikan panggilan

Keberkahan di Tanah Bakid
Karya : Siril Lailatun Nazila*) Wahai kau yang selalu ku rinduWahai kau sang pesantrenkuNamamu kan ku kenang selaluDi dalam sanubariku

Berharap Kepada Sesama Makhluk
Karya : Shelly Holiana S *) Aku dibuat terbang olehnya.Namun dijatuhkan pula olehnya.Kata kata penyemangat dilontarkan dari mulut berbisanya.Dan membuat

Menjadi Dewasa Dengan Permasalahan
Karya : Fitroh Nuraini *) Masalah itu pasti akan datang, dan kita harus mampu menerima dengan lapang. Masalah merupakan salah

Mewarisi Keris Leluhur
Karya: Sely Holiana S.*) Kini,Negara RI tidak bisa disebut negaraSumua telah diperdayaRakyat jelata pun tidak berdayaAku tidak bisa apa-apaTapi aku

Teruntuk Ayah
Karya : Fitroh Nuraini dan Syarifatul Khoiriyah *) Teruntuk Ayah…. Tetaplah menjadi ayah yang tegar, menjadi yang terbaik untuk keluarga,Sabar

Big Dream
Karya: Laila Andini Susanti *) Dinda Oktavia, gadis pintar berambut panjang yang rela masuk pesantren demi memenuhi permintaan kedua orang

Lagi dan Lagi
Karya: Selly Holiana S *) Lagi dan lagiMengapa harus lagiLagi-lagi seperti itu, lagi Lagi dan lagiSelalu terulang, lagiLagi-lagi harus begitu,

Polisi Tidur
Karya : Fitroh Nuraini *) Pagi itu jam pelajaran di mulai tepat pada pukul 07:30, para siswa dan siswi SDN

Land of Dawn Mabuk | Puisi – Mobile Legend Part 1
Karya: Aby Yusuf Al Baihaqi *) Satu ingatanSeribu tangisanSahabat…Menggapaimu bagaikan main rank bersamaOrang epic yang ingin menuju rangked Mythick Sahabat…Andai

Nenek Gayung (Cerpen)
Karya : Fitroh Nuraini *) Malam itu gelap mencekam, suasananya yang begitu seram bercampur dengan udaradingin malam yang membuat badan

Perpisahan
Karya : Adifa Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Selama perpisahan ini terjadiHatiku tergores kesedihan,hatiku merasakan luka yang sangat dalamKetika terucap

Hujan
Karya: Lailatun Nafilah *) Rintikan air hujan membasahiHingga ke ulung hatiKarena aku yang bertemaSepi, bersama secangkir kopi Hujan……Izinkan sekali lagi

Tak Redup Semangat
Karya: Fitroh Nuraini *) Terpuruk dalam kenestapaanMenjadikan masalah sebagai pelajaranBersemangat dan tak pernah redupJati dirinya yang sering di rendahkan Namun……Kesabaran

Tanah Air Indonesia
Karya : Fitroh Nuraini *) Berkibarlah sang pusakaBuktikan kejayaan negaraKeelokan tanah air Indonesia Berjajar pulau di nusantara berbeda bahasa, suku

Rumit
Karya : Syarifatul Khoiriyah *) Haruskah serumit inibanyak kejanggalan hatiyang tak bisa ku pungkiriBanyak beban yang tengah ku hadapiHaruskah saat

Ada Siswi Hamil? Cerita Pendek Berbentuk Percakapan
Karya: Fitroh Nuraini *) Waktu istirahat sekolah tiba. Rendi, Soleh, Dafi, dan Gabriel sedang duduk di depan kelas sambil bercerita.

Angin
Karya : Lailatun Nafilah *) Helaian rambutku bertebaranMenyisakan ketenanganMenepi, menyisakan dedaunanYang sekali bertebaran Di sini ku seorang diriDengan tinta hitam

Seorang Guru
Karya : Adifah Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Kau tembus dinginnya pagi dan pekatnya malamKau berkorban demi anak didik yang

Hijab Pertamaku
Karya: Lailiatun Nafilah *) Raquell mulai membuka kedua matanya perlahan, karena sinar matahari yang menembus indra penglihatannya,melalui sela-sela jendela. Setelah

Pisau Menusuk Pertemanan
Karya : Putri Evita Muhajir *) Hari ini yang kurang sempurna untukkuBukan tak mau bersamamuBukan tak mau melihat perjuanganmuHanya aku

Teman-temanku
Karya: Humairotun Nisak *) Teman – temanku….Engkaulah teman-temanku yang terbaikEngkaulah yang selalu menemanikuDan engkau juga ada di saat aku sedihDan

Guruku
Karya: Aira Qurota A’yun *) Guruku…….Terimakasih engkauh telah mengajarikuIlmu ilmu yang bermanfaatSampai diriku tauNahwu, sejarah itu apa Guru….Engkaulah orang keduaYang

Sahabat Kecilku
Karya : Maghfiroh *) Sahabatku……Sudah lama kita tak bertemuAku rindu akan canda tawamuKu rindu akan senyummuAku merindukan dengan apa yang

Bunda
Karya : Khoyriyah Basich *) Maaf, maaf dan maafMaafkan anakmu iniAku tak bisa membuatmu bahagiaDan sering membuatmu gelisah Maaf bun…..Kata

Inginku
Karya : Huzaimatul Jannah Ramadhani *) Kian larut mata memandangtak seorangpun di depan matakuHati yang linglung entah mau apaMulut membisu

Permata Hati
Karya: Khumairotun Nisak*) Lantunan doa yang sangat menenangkanBalikkan dapat menghilangkan kegelisahanSemua rasa rindu ini, yang terus bertambah dan bergejolakseiring dengan

Setangkai Bunga Mawar
Karya: Putri Evita Muhajir *) Bunga mawar begitu indah dirimuBegitu harum bungamuBegitu indah warna bungamuDaunnya yang bewarna hijauYang menghias cantik

Oh Bintang
Karya: Aira Qurota A`yun *) Oh bintang…..Berkelap kelip menghiasi awan malamDi atas awan waktu malam hariDirimu amat banyak engkauMemancarkan cahaya

My Self
Karya: Nur Thalita Safa *) Ini aku!Ada saat dibutuhkanDianggap saat berkepunyaanDan dibuang saat ada yang menggantikan Ini aku!Bersama senyum penuh

Ibu
Karya: Kaisya Luna Fara Aisa *) Sungguhku berterima kasih kepadamuYang sudah membesarkanku dari aku kecil sampai besarSungguh banyak pengorbananmu kepada

Rindu Ayah
Karya: Putri Evita Muhajir *) Ayah ku….Kaulah pahlawankuKaulah pria pertama yang memelukkuHanya kaulah yang mengerti perasaanku Ayah ku…..Kau adalah mataharikuYang

Kaylara dan Pintu Hidayah-Nya
Karya: Fitroh Nur Aini *) “Brumm…..brumm…” Suara deru motor yang saling bersatuan berhasil memenuhi arena balap liar pada malam ini

Bunda Anakmu Rindu
Karya: Aira Qurota A’yun *) Ku pegang engkau erat-eratTatapanmu begitu indahWaktu telah menjadikan harapanNamun, bagiku tatapanmuMasih semanis cokelat Biar saja

Kado untuk Ibu
Karya : Nayla Inayatus Sholihah *) Di pagi yang cerah, seorang remaja yang baru saja bangun dari tidur dengan pakaian

Asa Ganda
Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku

Guruku
Karya: Humairatun Nisa’ *) GurukuEngkaulah yang mengajari kamiEngkau memberikan kami ilmuTidak pernah marahWalaupun kami tidak mendengarkanmu GurukuMaafkan kami bila kadangkala

Aku Menjadi Duri
Karya: Eka Ramadani Wahyu Ningsih *) Jika aku menjadi merpatiKan kusampaikan pesan tentang isi hatiJika aku menjadi pelangiKan kutampakkan keindahan

Peluh Prestasi
Karya: Solihin *) Hujan sore ini tak lagi berwujud airHanya gerimis keringat yang bercucuranDiusapnya peluh, menyisakan noda-noda lesuKupandang bapak, dari

Harapan
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Gemuruh rintikan hujanGuntur yang tak berhenti menyambarDinginnya malam menambah cekamnya keadaanMenemani jiwa yang tengah

Tarif Pelajar
Karya: Adeliya Savania Putri *) Manis terucap dari ungkap-ungkap para pemegang tahtaMengelabuhi bisik-bisik fakta yang seharusnya mereka terimaIa berpedoman, berdedikasi

Dua Puluh Lima November
Karya : Nur Zahrotus Sholeha *) Wahai guru tercintakuKau berikan ilmu kepada kamiTanpa meminta balasanKau luangkan separuh waktumu untuk kamiKau

Sesat
Karya : Fitroh Nuraini *) Dunia semakin tuaKorupsi hinggap dimana-manaManusia gila akan dunia, sibuk akan hartaTak sadar bahwa siapakah dirinya

Nyantri
Karya : Selvia Anggraeni *) Ketika kita menjadi santriSetiap harinya yang belajar dan menagajiYang kehidupannya bersama temanDan penuh dengan banyak

Guru Kami
Karya : Selvia Anggraeni *) Teruntuk engkau wahai gurukuYang setiap harinya selalu hadirHanya untuk kami Panasnya matahari engkau lewatiRela hanya

Guru
Oleh: Flora Angelia *) Teruntuk guru kami yang kamiHormati sebagai orang tua kamiDi sekolahKami segenap siswi mengucapTerimakasih di hari guru

Transformative Solutions for Inclusive Development (Memperingati Hari Disabilitas Internasional 2022)
Oleh: Abdul Rozaq, S.Sos *) Setiap Tanggal 3 Desember, masyarakat dunia merayakan Hari Disabilitas Internasional. Pertama kali dicetuskan pada Tahun

Happy Teacher Day
Oleh: Fitroh Nuraini *) TeruntukmuEngkaulah sosok muliaEngkaulah sosok yang paling berjasaTiada ternilai harganya Perjuanganmu dalam ilmuTak kenal lelah walau menghabiskan

Selamat Hari Guru
Oleh: Sherlinda Irena Kuswardani*) Ada banyak kataYang ingin dipetik penaKu rasa tak bergunaCukup semua kata semogaKu sematkan dalam doa Di

Aku Santri
Karya : Lailatul Masruroh *) Diamku menjadi santriHanya seperti ‘dibully’Harapanku menjadi santriHanya untuk barakah kiai Santri..Tidak akan pernah merasa letihUntuk

Kanjuruhan Play
Karya : Lailatul Masruroh *) Seperti kelihatan damaiDari luarDan kelihatan ramaiDari dalamSemua orang berlariMenuju ke tempatAman Dan semua bingungUntuk mencari

Sekolahku
Karya : Lailatul Masrurah *) Salah tempatkuUntuk mencari ilmuTiada tempat yang lebih bermanfaat kecuali dirimuEngkau memberikan tempat teduhanYang sangat berarti

Sniper Pembunuh
Karya : Shela Nur Fadilah *) Pria bermata biru sedang memandangi terangnya lampu jalanan dari atas balkon dengan sebatang rokok

Untukmu Ayah
Karya : Citra Amelia *) Tuhan….Andai aku diberi satu permintaan…..Diriku ingin… aku tidak ingin besarAku ingin menjadi putri kecil ayah..

Teman Kelasku Teman Baikku
Karya : Fitroh Nuraini *) Matahari terbit dari ufuk timur, memancarkan sinarnya dipagi hari yang amat cerah, angin sejuk nan

Human Have a Nice Heart
Karya : Iecha Nayla Maulidyans *) Hai buLihat sudah sampai mana perjuanganmuYang telah mendidikku sampai dewasaTanpa mengeluh atas semua jasaYang

Bunga Kawanku
Karya : Lallatul Masruroh *) Di sebelum kau mengenalkuKau sangat asing dengankuKau fikir engkau anak jahatDan kukira engkau bukan anak

Pejuang Al-Qur’an
Karya : Lailatul Masruroh “) Dialah seseorang yang tak pernah letih untuk menghafalDan dia selalu memikirkan akhiratnyaSampai lupa akan keadaan

Indahnya Indonesiaku
Oleh: Lailatun Nafilah *) Sang bumi pertiwiHamparan luas tanah hijau nan permaiBeraneka ragam flora dan faunaBerjuta-juta budaya dan bahasa Wahai

Pahlawan Sejatiku
Oleh: Amanda Aulora Riffi *) Pahlawan butuh perjuangan yang keras, keringat-keringatnya bercucuran deras. Pahlawanku adalah orang tuakuIbu yang bertaruh nyawa

Pahlawan?
Oleh: Zaskia Fadilatur Rahimah * Pahlawan dalam konteks tanah air kita adalah suatu gelar yang disematkan kepada warga negara Indonesia

Pahlawanku
Karya Nabila Sakib *) Wahai pahlawankuKami rindu kehadiranmuKami rindu akan perjuangan muYang kini hanyalah sebuah kenangan masa lalu Kau orang

Hari Pertama di Pesantren
Curahan hati seorang siswi baru MTs. Miftahul Ulum 2. Karya : Amanda Aulora Riffi *) Pertama kali ada di pondok

Kamu
Oleh : Azyan Musfiroh “) Hai…! Apa kabar..?Apakah hari ini jauh lebih baik daripada hari sebelumnya…? I’ts okey, jika menurutmu

Petualang Nahwu
Karya : Lailatul Masrurah *) Di salah satu kelas yang kosong, sepi dan sunyi. semua santri kembali ke asrama masing-masing,

Raga Tanpa Jiwa
Karya : Siti Khadijah Syarifah Wulan *) Dia ada, namun selalu acuh pada keadaanDia ada, namun hanya memberi kritik tanpa

Tanpa Berpamitan
Karya : Lailatul Masrurah *) Siang pulang sekolah MTs, di pondok pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Lumajang, Latus dikirim ibunya.

Gadis di Depan Rumahku
Karya : Fitroh Nur Aini *) Malam itu sunyi. Hening bagai rumah tak berpenghuni. Hanya ada suara jangkrik yang terdengar

Ayah – Puisi
Karya : Lailatul Masruroh *) Hujan hujan yang membasahiDirimu di saat engkau bekerjaDan engkau menahan rasaAir yang dingin itu.Dan engkau

Impianku
Karya : Putri Nabila Fitriana *) Yang ku impikan sejak duluTapi itu semua butuh waktuKukan bersungguh – sungguhDalam mencari ilmu

Untuk Kyai
Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Kyai . . .Dari tak mandiri, aku datangDari tak disiplin, aku datangDari tak tau,

Tersesat
Karya : Fitroh Nuraini *) Di tempat yang sunyi aku berjalan seorang diri di tengah-tengah hutan lebat yang tak ada

Kado Kecil Untuk Mama
Karya : Henny Ajeng Pratiwi *) Di sebuah desa yang terkenal bersih akan keindahannya, penduduknya pun juga sangat baik dan

Sudahlah
Karya : Selly Holiana S *) Ditemani oleh senyapnya malamTerlalu candu dengan sinar rembulan GelapGelap yang begitu pekat menyelimutiRaga yang

Dirimu
Karya : Novi Rahayu R *) Dirimu nasehati dirikuSetiap saatAgar semakin lembut hatikuSemakin sabar jiwakuSemakon mengat rohanikuSemakin meninggi pedulikuSemakin manfaat

Ibu
Karya : Novi Rahayu R *) Ibu …..Bagiku ibu adalah pahlawankuBagiku ibu adalah malaikat pelindungkuAku tak bisa membalas kebahagiaankmuDari kecil

Sahabatku
Karya : Novi Rahayu R *) Sahabatku …..Engkaulah sahabat terbaikkuSahabat terbaik dalam hidupkuSahabat rumah kedua bagikuDisaat kita sedihDia akan selalu

Sekuat Tenaga
Karya : Sely Holiana S.*) Harapanmu adalah yang ku tujuSekuat tenaga ini berjuang untukmuSekuat tenaga lidah ini bergerak lincahTuk menghafal

Rain in The Dark
Karya : Karya : Serly Adilia Agustin *) Semuanya berbeda,Bisakah aku katakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja?Bisakah aku menangis?Berteriak

Runtuh
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Semuanya berbeda, Bisakah aku katakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja? Bisakah

Si Nyamuk Penyelamat – Fiksi
Karya : Fitroh Nuraini *) Pada suatu hari pemilik kebun mulai memetik tumbuhan-tumbuhan yang si pemilik kebun tomat, pada waktu

Kembali
Karya : Sely Holiana S.*) Lara itu muncul kembaliMerusak mood sang pemilik hati Lara itu muncul kembaliDitemani sebilah pisau tak

Yang Tersembunyi
Karya : Sely Holiana. S *) Ku kiraKau pengganggu di hidupkuTapi ternyata itu yang ku rindu Ku kiraKau perusak suasana

Lara
Karya : Sely Holiana. S. *) Hati ini sakitJika sudah mengingat kejadian yangMenggores hati Hati ini sakitJika sudah mengingat suara

Lalai
Karya: Sely Holiana S *) Ketika mentari mulai menyinariBanyak pasang mata mulaiTerbuka kerena sinar matahariyang masuk dari celah jendela rumah

Terimakasih Ayah
Karya : Serly Adilia Agustin *) Terima kasih ayah …..Kau rela berkorban demi anakmu iniKau rela banting tulang tanpa ada

Bocah Ajaib
Karya: Rahmadani Firjatullah *) Dipondok banyuputih kidul jatiroto, dimana aku mondok, disitu aku ikut sebuah kegiatan masa ta’aruf siswa madrasah

Bunda….Maafkan Anakmu
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Bunda . . .Maafkan anakmuMaafkan kami yang selalu membuatmu kecewaKarena tingkah laku ku yang

Bukan Nana – Cerpen
Karya : Fitroh Nuaraini *) 3 tahun silam, gadis kecil berusia 10 tahun telah kehilangan satu orang tuanya, ia di

Rindu Abi – Puisi
Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Abi . . .Di mana engkau berada sekarangApakah engkau tidak merindukan sosok putrimu iniYang

I Love You Mom – Puisi
Karya : Siti Nur Haliza *) Ibu engkau adalah sosok wanitaYang sangat berjasaEngkau adalah sosok wanitaYang sangat kuat Aku tidak

Merindukan Sosok Ayah
Karya : Nofi Rahayu *) Ayah …..Aku sangat mrindukanmuRindu akan canda tawamuRindu akan kasih sayangmuYang tak pernah kurasakan Ayah …..Ku

Langit Bakidku
Karya : Fitroh Nuaraini *) Langit Bakid kuDisini ku menuntut ilmuDisinilah ku memulai hidup baruJauh dari ayah ibuTak sekalipun membuatku

Kota Tarim
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Inilah tempat yang ku tunggu-tungguSebuah tempat yang ingin ku tujuKu ucapkan salam pada jalanan

Family – Puisi
Nama : Nur Khoirun Nisa’ *) Ada beberapa orang yang sangat berarti peran nya, di sebuah kata keluarga. Ayah yang

Mimpi Itu Benar
Karya : Fitroh Nuraini *) Hari minggu hari libur sekolah, seperti biasa ilham dan rizal memancing ikan di sungai, rencananya

Alur – Puisi
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Hei, apakah kau sedang terpuruk?Mengira Tuhan itu buruk?Dgn menyediakan dunia tak adil untukmu,Juga

Ayah, Aku Rindu
Karya: Adelia Franciska Rafika Dury *) Ayah, aku rinduAku rindu tangan berototmuTiada kata lelah di setiap harimuPanas hujan kau lewati

Pahlawan – Puisi
Karya : Selvia Anggraeni *) Wahai para pahlawan²Kalian yang bertanda jasaKepada negara IndonesiaDemi membela warga – warga Kami memang tidak

Tiga Sejoli – Puisi
Karya : Selly Holiana. S *) Dulu . . . Kita selalu bercengkrama Selalu bersama bagai tiga sejoli Yang tak

Untuk Orang Tuaku
Karya : Nurul Jasshinta *) Kaulah yang berhati muliaKau rela kecapean hanya demi anakmuKau lapangkan hatimu demi anakmuKau teguhkan kakimu

Menatap Ke Depan
Karya : Selly Holiana. S. *) Duduk di taman kotaMelihat apa yang ada di depan mataIa melihat gadis kecil berceritaPada

Perjuangan Sang Penulis
Oleh : Malikatun Nufus *) Suatu hari di sekolah MTs miftahul ulum 2 Bakid, ada dua gadis yang bernama Cleora

Merindukan Ayah
Karya: Citra Amelia *) Andai saja ada kesempatan,aku tidak bertumbuh menjadi remaja.Inginku tetap sebagai putri kecil ayah,senantiasa dimanja di kala

Madrasahku
Oleh : Adelia Frandeka Rafika Dury *) Disinilah tempat menimba ilmuMengkarya diri dengan ketrampilan baruDiajari etika hidupMandiri merawat masa kini

Pandanglah Dirimu
Karya: Azyan Musfiroh *) Hai, apa kabar?Hari ini apakah lebih baik dari sebelumnya?I’ts okey, jika hari ini tidak ada bedanya

Terima Kasih Bunda
Karya : Nadia Salsabila *) Bun, terima kasih semua pengorbananmu.Senyum yang tak pernah pudar untukku,menutupi letih demi merawat gadis kecilmu.

Merdeka
Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) 17 AgustusHari dimana semua rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannyaDengan mengibarkan sang sakaDiiringi lagu

Gugur – Puisi
Oleh : Firda Firnanda *) Ia merangkak di atas bumi yang dicintainyaPelor yang menancap di dadanyaMenjadi bukti suatu pengorbanannyaTiada lagi

Ayuhan Terakhir Becak Ayah – Cerpen
Karya : Tri Novtia Anjelika *) Pada suatu hari seorang gadis yang bernama Afril, ia seorang anak tukang becak, yang

Santri – Puisi
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Aku santri Meninggalkan zona nyaman, demi meraih berkah sang rahman. Aku santri Hidup

Kerinduan – Puisi
Karya : Bunga Ramadhani *) IbuBetapa rindu aku padamuHari-hari berlalu tanpa hadirmuKu menangis tersedu Betapa aku ingin melihatmu ibu..Walau hanya

Sembilu – Puisi
Oleh : Novi Rahayu R *) Ia biarkan aku mengembara diLorong hampaMenghayati betapa sepi, lebih panasKetimbang api Ia bebasuan aku

Ya Rasulullah – Puisi
Oleh: Sukaina *) Engkau pancaran cahayaMenerangi suasana yang gelap dan sunyiEngkau sebagai rahmat bagiSeluruh semesta alam Ya RasulAllah Engkau lahir

For My Best Time – Puisi
Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) 6 Tahun sudah kita laluiSuka duka telah kita lewatiLau teman dalam tawaJuga menetap

Ikhlas – Puisi
Oleh : Sely Holiana S *) IkhlasSatu kata yang begitu singkat, namunBegitu banyak makna IkhlasSatu kata yang mudah terucap, namunBerat

The Real Insecure – Puisi
Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Lihat…!Tangan itu, begitu lihainya memakai manik-manik tersebutSejadah juta mulai pudar karena sujud yang

Meraih Mimpi – Puisi
Karya: Fitroh Nuraini *) Tak akan pernah redup semangatkuTak akan pernah cukup diriku menuntut ilmuAku akan terus berusaha semampukuMeraih masa

Selamat Datang Adikku
Karya: Tri Novtia Anjelika *) Selamat datang, Siswa BaruDi tempat kau akan mendapatkan teman baruPun tempat mengenal banyak ilmuMurni senyummu

Suatu Hari di Kelas VII G
Karya: Siti Khadijah Syarifah Wulan *) Saya adalah siswa kelas 7 G. Wali kelas saya adalah Pak Wa Fi. Demikian

Berkat Doa, Usaha dan Sahabatku
Oleh: Ramdani Abdillah *) Rian dan Alvin adalah santri yang berada di asrama G-11, keduanya duduk sebangku di kelasnya.

Ibadah Terakhir
Oleh: Viera Vaizatul Maulidia *) Ia membuka lokernya, mengambil obat untuk penyakit kanker yang diidapnya. Tidak seorang pun yang mengetahui

Hijab is My Live – Cerpen Karya Siti Khotijah Syarifah Wulan
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Secarik kertas untukmu wahai saudari muslimku . . . Kisah Ini Akan Menceritakan

Tangis Pisah Meraih Cita
Karya: Nur Fadilah Ach. *) Hari-hari yang aku lalui dengan sabar dan ikhlasAku sudah 3 tahun disiniMengejar cita-cita Saat ini,

Ayah… Putrimu Rindu
Ayah, Putrimu Rindu . . .Rindu akan tangan kekarmuYang mendekapku ketika air mata mengalir di pipiku Rindu akan nasehatmuYang selalu

Mari Hijrah Bersamaku
Nama : Siti Khotijah Syarifah WulanKelas : VII GKategori : PUISI Zina begitu banyaknyaKemaksiatan merajalelaMengumbar aurat dengan sombongnyaMerebutkan dunia, hingga

‘Who Is The Best” Film Pendek Karya OSIM Pada Ajang MTC 2022
Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul ikut berpartisipasi dalam lomba film pendek pada MTC yang

Insecure Berlebihan
Entah ! Diri ini sering membandingkanAntara kesempurnaan dan kekuranganSelalu merasa kurangSeakan tak mensyukuri pemberian tuhanBukannya bersyukur diberi kebugaranMalah meminta fisik

Guru
Karya: Nur Fadhilah Ach *) Terpujilah wahai engkauYang selalu sabar walau kami bergurauIkhlas menjelaskan ilmu walau suara parau Namamu selalu

Tenang dalam Kegelapan
Masalah sering kurahasiakanSampai hati tak sanggup mengembanBukannya tak mau mengeluarkan Namun . . . Takut tak ada yang mendengarkanDan malah

Surat Terakhir dari Seorang Ibu – Cerpen
Di pagi yang cerah ku kelipkan mata indahku Dan ku laraskan sejuhnya udara pagi itu Di limbangan tembok ku tatap

Aku Tahu – Puisi
Aku Tahu,Ragamu memang sudah tiada,namun cerita yang masih melekat di fikirkankuakan terus ku kenang sepanjang masa,tak kan kubiarkan hilang di

Belajar dari Lily : Perjuangan Santri Meraih Prestasi – Cerpen
Oleh : Khoirin Nisa’ *) Pagi yang cerah, menghirup udara yang segar di sekolah yang menenangkan hati. Terbayang-bayang suasana indah

Pesan Ibuku – Cerpen
Assalamu alaikum . . .Hai perkenalkan nama saya Siti Amelia biasa dipanggil Amel saya sekarang duduk di bangku MTs Miftahul

Teman – Puisi
TemanItukah yang disebut teman?Datang di saat kita tertawadan pergi di saat kita sedang terluka, Teman?Itukah yang disebut dengan teman?Datang meluapkan

Aksi Kemanusiaan Erupsi Semeru – Cerpen
Oleh : Viera Faizatul Maulidia *) Seperti biasanya, mengawali jam pelajaran, kami membaca doa dan melantunkan sholawat. Namun berbeda suasana

INIKAH TAKDIR – CERPEN
Karya : Viera Faizatul Maulidia *) “Ibu… Ibu mau makan?”, tanya seorang bocah kecil yang tengah duduk di samping

Pilih Dan Pilah
Oleh : Muhammad Taufikur Rahman *) Aku tak paham, nafas siapa kini yang terengah-engahBanyak berita hanya sekedar beritaLalu di awan-awan

Hari Guru
Guru . . .Jasamu begitu banyak bagiku.Pengorbananmu sangat tinggiKau sabar dalam menghadapi kami.Kau tak pernah lelah mengajari kami. Guru .

360 Langkah Menuju 360 Masjid : Bagian 1
Penulis: Lailatul Masruroh *) M. Ramadhani Sholeh, seorang santri yang rajin belajarnya dan istiqomah ibadahnya. Bercita-cita kelak akan berpetualang menggali

Semangat Hari Santri di Masa Liburan
Oleh : Viera Faizatul Maulidia *) Tanggal 22 Oktober dipilih sebagai Hari Santri Nasional sebagai bentuk pengingat akan seruan resulusi

Santri
Karya : Nur fadilah Achmad *) Wahai engkau seseorang yang bertaqwaPantang semangatmu untuk mencari jalan ridho allah yang benar dan

Terpujilah Pemberi Syafaat
Oleh : Andra Ahmad K *) Laksana purnama, Engkau menyingkap masa tergelap;Laksana surya, Engkau petunjuk kebaikan;Laksana air, Engkau pelepas dahaga;Terpujilah

Meningkatkan Kualitas Santri (Memperingati Hari Santri 2021)
Oleh: Silvyani Rusyadi *) 22 oktober adalah hari yang ditunggu oleh para santri karena bertepatan pada tanggal ini adalah peringatan

OH IBU
Karya : Siti Amelia *) Ibu…Engkaulah belahan jiwakuDan engkaulah yang melahirkankuDan engkaulah pahlawan sejatiku Oh Ibu..Engkaulah pedomankuDan engkaulah bagaikan bulan

Kisah Nabi Muhammad – Menyambut Maulid 1443 H
Oleh : Siti Aminah *) Nabi Muhammad lahir di Kota Makkah pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah.

Miftahul Ulum
Oleh: Nur Fadilah Achmad *) Wahai pondok pesantrenkuEngkaulah tempat mencari ilmuEngkaulah yang membawakuKe jalan yang lurus Wahai pondokkuWalaupun umurmu tidak

Menyentuh Ilmu
Oleh : Abdullah Faqih *) Adakah yang tahu,Siapa yang membuat kepompong untuk ulat?Adakah yang tahu,Siapa yang membuat pandemi untuk umat?

Cita-citaku
Oleh: Diana *) Ku titih dari duluKu impikan dari duluMeskipun sekarang tetap ku usahakanWalau banyak yang menghadang Oh wahai cita-citakuKapankah

Menggapai Cita-cita Menjadi Polwan – Cerpen
Oleh : Viera Faizatul Maulidia *) Suara riuk piyuh terdengar sangat ramai di lapangan SMA Nusa Bangsa, ya… seperti biasa

RUMAHKU
Karya : Diana Eka Budi Arini *) Rumahku… Kau tempat berlindungku Kau melindungiku dari panas dan hujan Kau adalah tempat

Untuk OSIM – Puisi
Karya: Tri Novita Anjelika *) Kaulah yang berhati muliaKau rela kecapean hanya demi kitaKau lapangkan dada tanpa ada rasaKau teguhkan

Malaikat Tak Bersayap
Oleh : Mawardatul Firdaus *) IbuSaat aku mulai terpuruk rapuhDalam menjalani kehidupankuEngkau tanpa mengeluhMemberikan semangat untukku Pelukan hangat yang duluKini

Semenit Lalu Sejam Kemudian
Oleh : Moch. Dzulhilmi Ad-Din *) Rayakan pergantian jaman dengan gembira,Sorak-sorai papan ketik.Namun di jalanan tempatku mengadu nasib,Sepi dan suram

Wanita Surga – Puisi
Karya : Fina Nailul Izzah *) Engkau manusia muliaEngkau membawaku ke duniaMemberiku kasih sayangMencari nafkah bagiku Engkau wanita yang selalu

Polri Siaga Melawan Pandemi
Karya: Tri Novtia Anjelika *) Kaulah orang yang gagah perkasaKaulah pahlawan bangsaTak pernah lelah untuk berjagaKau busungkan dada tanpa kenal

Bumiku – Puisi
Oleh : Ajeng Dwi Habibah *) Kau tak lagi seperti duluVirus-virus yang menyebar di tubuhmuRambut yang tak selebat duluKau pun

Api Semangat Polisi
Oleh : Irvan Maulana Ibrahim *) Setelah menyala inti apiJadi nyata kini;bersinar dan menyinari Kepada seorang polisi yang lelahKuberkata gugup

Pelita yang Terang – Puisi
Karya : Fina Naillul Izzah *) Engkau bagai pelita yang terangMenerangi jalan yang penuh kegelapanMenuntunku ke jalan yang benarSetia selalu

Guruku – Puisi
Karya : Siti Amelia *) GuruKaulah pelitakuEngkau yang mengajariku menulis membacaEngkaulah yang mengajariku angka 1 sampai 10Dan engkaulah yang sabar

Madrasahku – Puisi
Oleh: Silviyani Rusyadi *) Tanpamu aku tak tahu cara menghitungTanpamu aku tak bisa mengertiDan tanpamu juga aku tak bisa mengenal

Bunda
Oleh : Nur Zahrotus Sholeha *) Bunda…Tiada kata tiada barang yang bisa ku berikan,hanya do’a yang setiap hari mengiringimu Bunda…Dulu

Maafkan Niken Bu | Cerpen Karya Siswi
Karya : Viera Faizatul Maulidia *) Seorang wanita paruh baya sedang memikul karung yang ada dipunggungnya dengan keringat yang bercucuran.

Berjuang Bersama Polri Hadapi Covid 19
Karya: Ainur Rohimah *) Bagaikan benalu yang mengikis habisMereka torehkan pengorbanan yang tiada bisa tertulisDunia menjadi saksi kekejaman virus yang

Merdeka Berkarya Bersama Polri Berjuang Hadapi Pandemi
Karya: Indana Zulfa *) Pandemi ini, membuat semua orang frustasiSehingga, orang yang frustasi tega melakukan kejahatanMasalah ini membuat polisi RI

Surga Untuk Pahlawan Bangsa (Puisi)
Oleh : Tri Novtia Anjelika *) Kau gagah perkasamampu menumpas para penjajahtanpa meminta imbalan jasa Kau kebanggaan bangsa..Kakimu teguh dalam membusungkan

Bendera Merah Putih
17 Agustus 45Dimana saat ituPara pahlawan bergembiraBergembira mengibarkanSang saka Di saat itu pula proklamasiDibacakan oleh pemimpinmu Engkau akan menjadiBarang kebahagiaanUntuk

17 Agustus
Hari dimana kita berbanggaMerayakan perjuangan para pahlawanMerasakan sakitnya perjuanganMembayangkan getirnya peperangan Itulah saat orang hebat berjuangItulah saat orang kuat berperangBerperang

Untukmu Ibu
Oleh : Indana Zulfa *) Ibu…kalimatnya sederhanaNamun di dalamnya terdapat miliaran cintaPenuh ketulusan yang tidak akan pernah bisa sebanding dengan

Ibu : Puisi Karya : Tri Novtia Anjelika
Oleh : Tri Novtia Anjelika *) Kaulah goa teduhTempatku bertapa bersamamuSekian lamaKaulah kawah darimana aku meluncur dengan perkasa Kaulah bumiYang

Ibu : Puisi Karya Diana Eka Budi Arini
Karya : Diana Eka Budi Arini *) Ibu…Sangat berat perjuanganmuSangat banyak kasih sayangmuKau mengandung selama sembilan bulanKau membesarkanku dengan penuh

Santri Bela Negara – Harapan
Melalui sejarah Bangsa IndonesiaKita melihat begitu banyak yang berperan dalam merebut kemerdekaan Sebuah peristiwa heroik,telah terjadi di negeri ini,22 Oktober

Bagindaku – Juara 1
Wahai BagindakuKami haus akan syafa’atmuKami rindu akan hadirmuEngkau bagaikan lenteraYang senantiasa menerangi jalan gelapkuMenjelajahi dunia kehidupan ini Wahai BagindakuEngkau adalah

Nabi Tercintaku – Juara 2
Ya Rabb….Alhamdulillah engkau telah mempertemukanku dengan bulan yang penuh kebahagiaan ini,bulan yang penuh kegembiraan ini. Ya Rabb….Sungguh bahagia hati ini,bisa

Aku adalah Santri – Juara 3
Aku adalah santriAku harus giat belajarDan aku harus rajin belajarWalaupun sampai ke Negeri China Dan aku harus berjuang demi masa

Ibu (Sebuah Puisi oleh Firda Firnanda Siswi Kelas 7 MTs. Miftahul Ulum 2)
Tak bisa ku ganti harimuTak bisa kutebus lelahmuTak bisa kuhapus keringatmuMaaf ibu…Aku tak bisa… Ingin sekali aku berbisik halus di
