Ayuhan Terakhir Becak Ayah – Cerpen

Karya : Tri Novtia Anjelika *)

Pada suatu hari seorang gadis yang bernama Afril, ia seorang anak tukang becak, yang terlahir dari keluarga kurang mampu, jangankan buat beli baju, untuk kebutuhan makan setiap harinya saja susah, ayah Afril berprofesi sebagai tukang becak bernama Pak Miko. Afril dan pak Miko hanya tinggal berdua di rumah yang sudah tidak layak untuk di tempati. Istri pak Miko, bu Aci sudah lama meninggal dunia yaitu saat melahirkan Afril, dengan sabar pak Miko pun bisa menghadapi semua cobaan ini dengan sendiri. Pagi itu Afril bangun sangat pagi untuk sekolah. Pagi itu Afril tidak seperti biasanya, yang biasanya sebelum berangkat sekolah Afril selalu salaman dan mencium tangan ayahnya, tapi sekarang udah beda, nggak pernah pamitan jika mau keluar rumah, nggak pernah me ncium tangan ayahnya. Hari berganti hari tanpa terasa Afril sudah masuk usia remaja, tapi sikap Afril pada ayahnya tidak berubah bahkan semakin tidak sopan, pak Miko dengan sabar selalu menasehati Afril supaya berpamitan ketika berangkat sekolah atau main ke rumah temannya. Tapi Afril masih nggak mau salaman kepada ayahnya dan pada akhirnya pak Miko pun bertanya kepada Afril. “Afril…, kenapa kamu nggak pernah pamitan dan cium tangan ayah lagi nak…?” tanya pak Miko.

“Apakah ayah punya salah sama Afril…?” lanjut dia.

kalau memang ayah punya salah, ayah minta maaf yah…, tapi ayah minta kamu jangan seperti ini ke ayah” ujarnya ke Afril sambil mengelus kepala Afril.

“yah…., Afril itu malu punya ayah tukang becak” jawab Afril sambil menendang becak ayahnya.

Setelah melihat apa yang dilakukan anaknya, pak Miko pun sedih dan menangis mengingat-ingat masa lalu waktu masih ada istrinya, pak Miko pun langsung menulis entah itu tulisan apa. Pak Miko menulis tulisan yang berisi tentang kisah hidupnya bersama anaknya yang sangat durhaka kepada orangtuanya. Keesokan harinya, seperti biasa Afril berangkat ke sekolah. Lagi-lagi Afril nggak mau berjabatan tangan sama ayahnya, tapi pak Miko tetap tabah dan sabar menghadapi semua sifat dan tingkah laku putri semata wayangnya ini. Setelah makan pak Miko langsung berangkat mengayuh becak mencari penumpang agar dapat uang yang banyak untuk memenuhi semua kebutuhan anaknya, walau itu berat pak Miko dengan sabar menjalaninya. Keesokan harinya saat Afril berada di sekolahnya tiba-tiba ada yang bilang ke Afril kalo ayahnya cari penumpang di depan sekolah Afril. Setelah mendengar itu Afril langsung bergegas menemui ayahnya yang lagi menunggu penumpang di depan sekolahnya.

“yah…. Afril harus bilang berapa kali ke ayah agar ayah bisa ngertiin Afril, Afril itu malu yah afril malu…, Afril malu punya ayah tukang becak. Mulai detik ini ayah nggak boleh cari penumpang di depan sekolahnya Afril…! kata Afril.

Kalau teman-teman Afril tahu kalau ayahnya Afril tukang becak, mau ditaruh dimana muka Afril Yah…!, ucap Afril ke ayahnya sambil menangis.

“nak…., maafkan ayah kalau hari ini ayah udah buat kamu malu. Tapi ayah janji nggak akan cari penumpang di depan sekolahnya Afril, ayah akan cari ditempat lain. Semoga ayah dapat penumpang yang banyak dan membawa pulang uang untuk kamu anakku” kata pak Miko ke anaknya.

“tapi Afril, kalau rejeki ayah sedikit hari ini janganlah putus asa, selalu berdoa dan bersabarlah, bukankah Afril pengen sepeda, HP, uang dan rumah, semoga Tuhan senantiasa memberikan uang yang banyak buat kita, aamiin, do’ain ayah ya…, supaya banyak rejekinya” ucap pak Miko ke Afril.

 “Terserah ayah..!! intinya Afril tidak mau liat muka ayah nongol depan sekolah Afril…!!!” ucap Afril dengan ketus.

Keesokan harinya…

Saat pak Miko mau berangkat mencari penumpang becak, pak Miko mendapat khabar bahwa lamaran kerjanya sebagai security di sebuah perusahaan ternama diterima, begitu mendengar khabar itu pak Miko langsung bersujud dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi.

Setelah itu pak Miko ingin memberi kejutan pada anaknya bahwa dirinya telah diterima bekerja diperusahaan ternama walaupun hanya sebagai security. Setelah pak Miko sampai di gerbang sekolah Afril, Afril pun langsung memarahi ayahnya.

“Ayah… Harus berapa kali Afril bilang ke ayah…!!!” bentak Afril pada Ayahnya.

“..eemmmm…bukan maksud ayah buat kamu malu nak, tapi ayah cuma ingin memberitahu kalau ayah udah dapat pekerjaan yang lebih baik…” ujar pak Miko.

“emang ayah dapat pekerjaan apa..? tanya Afril

“Paling kerja ringan” lanjutnya.

“em…. ia nak, ayah diterima sebagai satpam…, kata pak Miko.

“Huf….” dengus Afril.

“Kalau cuma sebagai satpam nggak usah bilang” lanjutnya.

“Maaf ya nak…” kata pak Miko dengan wajah kecewa.

“udah pergi sana, ennek aku lihat muka ayah” kata Afril dengan ketusnya.

Mendengar perkataan anaknya, dia langsung pergi dengan wajah sedih.

Sambil mengayuh becaknya pak Miko melamun dan meneteskan air mata karena tidak dapat membahagiakan anak semata wayangnya.

“bruak…..” tiba-tiba sebuah mobil menabrak becak pak Miko yang berjalan oleng.

Pak Miko terpental jauh dari becak tuanya, jatuh dengan kepala terbentur aspal.

Mendengar suara tabrakan yang sangat keras, Afril menoleh ke asal suara itu, dia gemetar dan berlari begitu melihat becak ayahnya hancur. Sesaat dia tertegun, melihat ayahnya bermandikan darah, dengan kepala pecah, dia histeris berteriak memanggil ayahnya.

“Yaaaahhhh…, Ayaah…..!” teriak Afril.

Afril menangis dengan keras, tiba-tiba dia merasa gelap dan tak sadarkan diri.

Jasad ayahnya baru selesai di kebumikan, saat Afril siuman dari pingsannya, dia menatap dengan pandangan kosong, teringat bagaimana dia selama ini memperlakukan ayahnya.

Afril menangis histeris, dia mencari-cari ayahnya dan diantarkan oleh warga ke kuburan ayahnya. Sampai dikuburan tercium aroma yang sangat wangi dari kuburan ayahnya, warga pun serentak mengucapkan “subhanallah…”.

Afril dikuburan ayahnya menangis sesenggukan…,  menjelang magrib Afril pulang, setelah sampai di rumahnya dia merasa sangat kesepian tanpa suara ayahnya yang biasa Afril marahin, sekarang sudah tiada.

Afril pun membuat cerita tentang “kisah hidupnya”.

Assalamu’alaikum…

“Yah… Afril mau minta maaf sama ayah, selama hidup ayah, Afril selalu membuat ayah sedih. Maafkan Afril ayah ayah. Afril janji bila Afril dewasa, Afril akan mendidik anak Afril dengan benar. Afril juga bakal ngerasain menjadi orang tua. Di saat Afril sedih, hanya Ayah yang bisa membuat Afril bahagia, terima kasih atas jasa-jasamu ayah..” itulah vidio keluhan hati Afril bercampur rasa menyeal yang sangat dalam.

….

Beberapa bulan kemudian…

Di saat afril mengeluh karena tidak memiliki bahan makanan apapun di dapurnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintuk, ternyata itu tetangga baiknya yang dulu sering membantu pak Miko disaat tidak mempunyai makanan, tak jarang air minum pun sering di bantu oleh ibu ini.

Ibu ini mengatakan.

“dik Afril ini ada rekaman suara terakhir pak Miko, memang sangaja sama saya di kasih tahu sekarang biar kamu tahu apa yang dirasakan pak Miko dulu. Dan biar kamu mengerti apa yang telah kamu lakukan pada ayahmu”. Ujar ibu itu ke Afril

“hem…ia bu, mana rekaman suara almarhum ayah…! ujar Afril.

“ia ini dengarkan ya” kata ibu itu.

“ia bu, ayo sama-sama mendengarkannya” ajak Afril.

“iya…, iya sebentar nak, ini rekamannya” jawab ibu itu.

“ya Allah ayah” ucap Afril.

“nak ini suara terakhir ayah buat Afril, ayah minta maaf kala selama ayah hidup ayah tidak pernah membahagiakan Afril, tapi ayah diam-diam nabung nak buat beliin kamu sepeda motor dan rumah, walaupun rumahnya kecil tapi ini hasil kerja keras ayah sendiri nak, sama ayah dititipkan ke bu Tatik, jadi kalau kamu mau ambil barang-barang itu kamu tinggal ke rumahnya. Dan juga ada sedikit uang buat kamu nak. Mungkin itu cuma bisa dipakai beberapa bulan saja, tapi Afril harus bisa mencari uang sendiri ya nak. Jangan malu meskipun punya kerjaan kecil-kecilan yang penting halal. Satu lagi pesan ayah “meskipun kita tidak punya apa-apa jangan sampai mencuri ya nak” udah itu aja pesan ayah nak.

Assalamu’alaikum.

Setelah mendengar itu Afril langsung meneteskan air matanya. Mungkin Afril menyesali semua perbuatannya pada ayahnya.

Keesookan harinya…

Di saat Afril mengambil barang-barang peninggalan ayah yang dititipkan ke tetangganya, Afril ingat perlakuan Afril ke ayahnya di masa itu. Dan ketika Afril melihat motor yang dibelikan oleh ayahnya, tiba-tiba Afril merasa pusing dan gelap setelah itu Afril pingsan, Bu Tutik yang mengetahui itu panik, dan menggendong masuk ke dalam rumahnya. Bu Tutik pun lansung melumuri seluruh badan Afril dengan minyak kayu putih, tak lama kemudian Afril siuman dan menangis sambil memanggil manggil ayahnya.

“ayah… ayah…” Ucap Afril.

“yang sabar yang nak Afril, do’akan saja ayahmu” Nasehat bu Tutik.

“iya bu.., Afril sangat menyesal atas perlakuan Afril pada ayah” ucap Afril.

“makanya selagi orangtua kita masih ada, sayangilah dia, buat mereka senang sebelum orangtua kita pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya” nasehat bu Tutak lagi.

“andaikan waktu bisa ku ulang kembali, aku ingin membahagiakan ayahku bu…” ucap Afril

Setelah mengambil barang-barangnya, Afril pun pamit pulang, sampai di rumah Afril teringat saat-saat bersama ayahnya, hingga tanpa terasa diapun menangis, dan berjanji pada diri sendiri untuk selalu mendoakan kedua orang tuanya, dan akan menjalankan nasehat-nasehat almarhum ayahnya.

SEKIAN


 *) Siswi Kelas VIII MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *