Ceritaku Bersamanya

Karya : Imroatul Qonita *)

Pada tahun 2018 kakak sepupuku yang bernama ‘’NAFISA’’ berangkat ke pondok, dia selalu mendapatkan juara 1 dalam bidang b. indo, dia adalah anak yang selalu patuh kepada ke dua orang tuanya, setiap bulan Ramadhan dia selalu ke rumahku, jalan-jalan sampai lupa waktu, Namun kenangan bersamanya selalu teringat.

Pada tahun 2021 dia mau masuk kelas ‘’X MA’’ dia semakin pintar di pondoknya, selalu meraih juara di sekolahnya itu sehingga ke dua orang tuanya bangga kepada dirinya. Saat pulangan Ramadhan dia menginap dirumahku, pada pagi hari jam 05.30 wib dia mengajakku jalan-jalan pagi, aku dan dia pergi jalan-jalan untuk mencari udara sejuk di pagi hari, setelah jam 08.29 wib aku dan kakakku pulang ke rumah, pada sore hari dia mengajakku jalan-jalan sore setelah itu aku dan dia pulang ke rumah, sesampainya di rumah aku berbuka puasa bersama keluarga yang sangat aku sayangi.

Pada pagi harinya keluargaku pergi jalan-jalan, seketika semuanya berbahagia, hari semakin malam aku dan keluarga pulang ke rumah, sesampainya di rumah tiba-tiba turun hujan setelah waktu solat isya’ semua kelurgaku beristirahat dirumah.

Liburan ramadan pun telah habis kakakku balik ke pondok pesantren dan mulai mengikuti kegiatan sehari-harinya di pondok pesantren seperti biasa. Saat dikirim dia bilang kepada ke dua orangtuanya jika dia sakit leher, ketika ortunya mau pulang dia pun memberikan surat kepada ibunya namun dia bilang surat itu tidak boleh membukanya di pondok dan harus membukanya di rumah, sesampainya di rumah sang ibu pun membuka surat itu dan isinya

Dia meminta maaf kepada ke dua ortunya namun sang ibu tak menghiraukan surat yang diberikan oleh anaknya itu, tiga hari kemudian ke dua ortunya mendapat telfon dari pondok ustadzah pun bilang kalua anaknya itu sakit parah, sang ayah bergegas pergi ke pondok untuk menjemputnya, setelah itu mereka berdua bergegas ke puskesmas terdekat, sesampainya di rumah beliau lemas dan di gendong oleh sang ayah, setelah itu dia mulai membaik dan mulai beaktivitas seperti biasanya, setelah itu beliau tertidur di atas Kasur kesayangannya, lalu beliau merintih kesakitan dan suasana di sana mulai tegang dan kakak pertamaku memberi tau kepada adik ibunya kakakku yaitu ibuku, semua keluarga langsung bergegas kerumahnya, namun kakakku sudah di bawa ke RS terdekat, keluargaku semuanya juga menyusul kakakku yang di bawa ke RS, hari semakin petang setelah solat maghrib, keluargaku semuanya menangis, karna mendapatkan kabar bahwa kakakku telah berpulang ke rahmatullah, aku dijemput oleh ayah dan om ku yang awalnya ayahku bilang bahwa aku akan pulang untuk acara perpisahan di sekolah, awalnya aku Bahagia karna akan berjumpa teman lama, namun sesampainya di rumah aku melihat bahwa ada banyak orang di sana lalu aku bertanya ‘’ ADA APA INI AYAH’’ aku bertanya dengan heran ‘’ kak NAFISA sudah berpulang sayang’’ jawab ayahku

kenangan terindah Bersama beliau, selang beberapa hari aku balik ke pondok pesantren untuk menuntut ilmu dan mulai beraktivitas seperti biasa tanpa ada sosok yang aku banggakan yaitu KAKAK SEPUPUKU.

SEE YOU KAKAK…

Lumajang, 2 September 2023.

*) Siswi Kelas 8 MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

3 Replies to “Ceritaku Bersamanya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *