Pesan Ibuku – Cerpen

Assalamu alaikum . . .
Hai perkenalkan nama saya Siti Amelia biasa dipanggil Amel saya sekarang duduk di bangku MTs Miftahul Ulum 2 kelas VII G Alamat saya Oro – oro ombo Pronojiwo Lumajang. Di sini saya akan menceritakan Pesan Ibuku. Cerita ini diambil dari cerita saya sendiri

              "PESAN IBUKU"

Pada hari yang telah berlalu saya mendengar berita kalau ada sebuah bencana alam yang menimpa DESAKU yaitu ERUPSI GUNUNG SEMERU Setelah mendengar berita itu saya dan teman-teman sedesa pun panik.


Saat kejadian itu saya ada di Pondok Pesantren. Kita semua hanya bisa berdo’a dan setelah kejadian itu saya dan teman-teman menelfon dan bertanya kabar di rumah tapi sayangnya jaringan di sana sudah tidak stabil, sudah dicoba beberapa kali tapi tetap tidak bisa. Kita semua panik dan berfikir negatif.

Baca Juga :

AKSI KEMANUSIAAN ERUPSI SEMERU – CERPEN


Beberapa hari kemudian ada seorang teman saya yang mendapatkan kabar kalau keadaan di sana baik-baik saja, akan tetapi banyak korban yang meninggal dan ada juga yang mengungsi, tapi saya belum dapat kabar sama sekali. Beberapa hari kemudian saya menelfon dan bertanya keadaan keluarga saya di sana, dan alhamdulillah mereka baik-baik saja, mereka mengungsi di balai desa.

Pada saat sebelum kejadian Erupsi Gunung Semeru ada seorang teman saya yang pulang ke rumah karena ibunya sakit, rumahnya juga di pronojiwo dan ada juga teman saya yang balik ke pondok setelah kejadian itu, teman saya yang kemarin pulang itu mengasih kabar ke teman saya yang baru balik kalau dia tidak bisa kembali ke pesantren tepat waktu, dan minta do’a agar keadaan cepat membaik, dia tidak kembali ke pesatren karena jalannya tidak ada (Terputus) geladak perak jalan satu-satunya jalan untuk perjalanan ke daerah timur, ada jalan lain tapi jauh masih muter – muter (Arah Malang)


Kita semua berhati kecil setelah mendengar semua itu. Kemàlamannya kita semua mendengar kabar gembira, kita semua di kumpulkan oleh Syaikhona khusus yang rumahnya terdampak erupsi, dan setelah itu kyai dawuh : ” Jangan panik, jangan sedih karena berita itu ada hoax.nya, di sana tidak apa – apa bantuan alhamdulillah tidak kurang². Dan untuk kalian semua jangan berkecil hati karena semua santri (Putra / Putri) mendapatkan bantuan dari pesantren. Berupa uang sebanyak Rp. 780.000 untuk dua bulan, uang makan Rp. 240.000 uang jajan Rp. 150.000 karena orang tua kalian tidak bisa mengirim. “Kalian jangan hawatir perbanyak berdo’a dan insya Allah besok saya ingin pergi ke Pronojiwo ingin tau kejadian yang sebenar.nya.” dawuh Kyai .

Setelah dapat kabar baik itu datang kita semua gembira dan ada kala sedihnya juga kabar gembiranya. Alhamdulillah dapat bantuan dari pesantren meskipun orang tua kita tidak bisa mengirim. Kabar sedihnya kita tidak bisa bertemu dengan orang tua kangen dan lain sebagainya. tapi kita semua berfikir kalau jalan menuju rumah kita masing-masing tidak bisa di lewati jalannya susah yaah kita hanya bisa menerima keadaan yang ada dan cukup dengan berdo’a.

1 minggu kemudian teman saya yang pulang balik ke pesantren, dia bilang jalannya muter-muter dan jalannya sedikit tidak enak, perjalanannya setengah hari, saat dia balik ke pesantren saya merasa senang mendengar teman saya itu kembali dengan selamat, tidak lama kemudian saya pergi menemuinya. ternyata oh ternyata saya mendapatkan kiriman dari orang tua saya, yaitu sebuah amplop dan makanan ringan. Lalu saya buka amplopnya dan di dalamnya berisi sebuah surat, di dalam surat itu berisi pesan – pesan dari ibu saya.

  PESAN IBU

” Nak . . . Kamu yang sabar ya disana, jaga kesehatan yang kerasan mondok kamu kalo gak kerasan maka kamu termasuk paling jeleknya orang, kamu tidak sendiri, di sini ada ibu, bapak, kakek, nenek dan semua bersamamu mendo’akanmu, semuanya mengharapkan kesuksesan kamu, kuharap kamu tidak menyia-nyiakan perjuangan ibu dan bapak kamu jangan bertengkar sama temannya, saudaranya karena semua teman di pesantren itu saudara kamu, kamu yang sabar ya … nanti bisa ketemu lagi disana kamu banyak berdo’a belajar yang rajin agar kelak menjadi orang yang sukses, berbakti kepada orang tua, kesuksesanmu aku tunggu nak, ingat ! Jaga sikap jaga egomu belajar berubah menjadi lebih baik ”

Dari pesan di atas saya sadar bahwa kita harus bersabar menghadapi semua rintangan dan terus berdo’a semoga kita menjadi orang yang sukses dan bisa menjujung orang tua kita di surga Allah dan membawa nama baik keluarga ke masyarakat dari pesan itulah saya menjadi semangat kembali untuk menuntut ilmu di pesantren tercinta ini. Bismillah saya bisa

Sekian terimakasih dari saya mohon maaf jika ada kesalahan dari kata maupun tulisan mungkin dari cerita di atas kita bisa mengambil hikmah.nya.

Wassalamu alaikum . . .

NB: Terimakasih kepada relawan petugas dan semua simpatisan yang telah peduli terhadap desa kami, dan terimakasih telah meluangkan waktu.nya untuk mencari korban – korban yang hilang.

Penulis : Siti Amelia
Asrama : E 04’
Kelas : VII G MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

2 Replies to “Pesan Ibuku – Cerpen”

  1. Ya Allah… pesannya sungguh menggugah jiwa. Semangat untukmu Amelia. Doa baik akan selalu menyertaimu, teruslah berkarya. Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.