Kisah Nabi Muhammad – Menyambut Maulid 1443 H

Oleh : Siti Aminah *)

Nabi Muhammad lahir di Kota Makkah pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awal Tahun Gajah. Dinamakan Tahun Gajah yaitu Kaum Quraisy dan pasukan bergajahnya yang ingin menghancurkan Ka’bah. Nabi Muhammad lahir tanpa seorang ayah, ayah beliau wafat ketika Nabi masih didalam kandungan ibundanya, ayah beliau bernama Sayyid Abdullah dan ibundanya bernama Sayyidah Siti Aminah.

Nabi Muhammad setelah disusui ibunya lalu disusui oleh Tsuwaibatul Islamiyah, kemudian disusui oleh Halimatus Sa’diyah sampai berusia 4 tahun. Setelah ibundanya wafat saat pergi ke Kota Madinah untuk berziarah ke makam ayah nabi, pada waktu itulah ibunda Nabi Muhammad wafat saat beliau berusia 6 tahun. Ibunda Nabi Muhammad dimakamkan di Desa Abwa’ setelah kepergian ibundanya nabi dirawat oleh Ummu Aiman beliau adalah pelayan ayahnya.

Baca juga :

HARI SANTRI NASIONAL DAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Yang mendidik Nabi Muhammad setelah ibundaya wafat adalah kakeknya yang bernama Sayyid Abdul Muthollib dan beliau sangat menyayanginya dengan mendidik nabi dengan sepenuh hati. Sayyid Abdul Muthollib sangat menyayangi nabi lebih dari menyayangi anaknya sendiri. Ketika Nabi berusia 8 tahun dan kakeknya wafat setelah merawat dan mendidik nabi selama 2 tahun. Dan setelah kakeknya wafat dilanjutkan oleh pamannya yang bernama Sayyid Abu Tholib di waktu itu Abu Tholib masih dilanda kemiskinan, tetapi selama merawat nabi Allah memberikan rezeki yang cukup.

Nabi Muhammad ketika masih kecil suka mengembala kambing masyarakat Kota Makkah dengan suatu upahan. Ketika Nabi Muhammad perkiraan berusia 9-13 tahun beliau pergi berlayar ke Kota Syam bersama pamannya dengan membawa dagangan. Setelah itu sampai di suatu tempat nabi dan pamannya bertemu dengan seorang pendeta lalu memberi tahu kepada pamannya bahwa Nabi Muhammad akan menjadi nabi yang terakhir diantara nabi-nabi yang lain. Pendeta itu meminta pamannya agar membawa pulang Nabi Muhammad, karena takut di serang oleh musuh-musuh yang telah menantinya.

Setelah Nabi Muhammad berlayar ke Negeri Syam yang kedua kalinya ketika Nabi Muhammad berusia 25 Tahun. Di waktu itu Nabi Muhammad bertemu dengan Siti Khodijah dan nabi membawa barang dagangannya, beliau adalah wanita janda yang kaya raya dan mempunyai hati yang mulia dan Siti Khodijah mengajak pelayannya untuk ikut berlayar bersama nabi.

Sesudah dua bulan Nabi Muhammad kembali dari pelayaran yang kedua kalinya beliau menikah dengan Siti Khodijah pada waktu usia Nabi Muhammad sudah mencapai 25 tahun sedangkan Siti Khodijah berusia 40 tahun. Sebelum Siti Khodijah menikah dengan Nabi Muhammad beliau menikah dengan Abi Halal mereka berdua mempunya satu keturunan seorang putra yang bernama Halal.

Di saat Nabi Muhammad berusia 35 tahun, Kaum Quraisy memperbaiki bangunan Ka’bah dan pada waktu itulah Nabi Muhammad dijadikan hakim untuk meletakkan Al-Hajarul Aswad. Nabi Muhammad di kenal dengan seseorang yang berakhlaq mulia, beliau sangat di kagumi oleh semua kaumnya sehingga banyak yang iri kepada beliau.

Pada usia 40 tahun beliau memilih menyendiri untuk beribadah di Gua Khira’, Nabi Muhammad membawa bekal untuk dibawa kesana, jika bekalnya habis, beliau pulang kerumahnya untuk mengambil bekal lagi, Nabi Muhammad melakukan ibadah itu dari sepuluh hari sampai sepuluh malam.

*) Siswa Kelas : VIII F MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Leave a Reply

Your email address will not be published.