Semenit Lalu Sejam Kemudian

Oleh : Moch. Dzulhilmi Ad-Din *)

Rayakan pergantian jaman dengan gembira,
Sorak-sorai papan ketik.
Namun di jalanan tempatku mengadu nasib,
Sepi dan suram mencekam.

Perayaan diramaikan di ruang-ruang digital,
Berkegiatan menatap kamera.
Namun di tempat hiburan tempatku melepas penat,
Serangga bersenandung menyayat hati.

Semenit lalu, semua bahagia bertegur sapa atau bertukar nama dan alamat.
Semenit lalu, yang lapar menghampiri warung makan bukannya menunggu bungkusan makanan datang.

Sejam kemudian, pasar-pasar digital dikerubungi bak semut berebut permen gula.
Sejam kemudian, kejahatan memenuhi ruang digital mengendus-endus mencari celah.

Lalu Tuhan, seperti biasa walau berganti jaman, Dia Maha Ada.

*) Pengurus OSIM MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *