Menggapai Cita-cita Menjadi Polwan – Cerpen

Oleh : Viera Faizatul Maulidia *)

Suara riuk piyuh terdengar sangat ramai di lapangan SMA Nusa Bangsa, ya… seperti biasa kebiasaan murid SMA yang tidak ada kerjaannya ialah membully gadis yang auranya selalu menampakkan senyuman meski banyak yang membencinya. Gadis lugu pendiam namun sangatlah cerdas itu sudah kebal dengan bullyan teman-temannya yang selalu merendahkannya, bukan karna takut hanya saja gadis itu tak ingin membuang waktunya hanya untuk meladeni hal-hal kayak gituan, lebih baik iya belajar agar iya tak mengecewakan kakek dan neneknya.

Gadis itu memang hanya tinggal bersama kakek dan neneknya semenjak kejadian kecelakaan mama dan papanya (2 Tahun Silam)

Flas Back On

” Yeiii… kita mau jalan-jalan kan maaa….??? Tanya gadis yang berumur 15 tahun itu”

” iya nak ” sahut ibunya tersenyum melihat gadisnya yang sangat antusias itu.

” Hitung² ini hadiah ulang tahun buat anak papa yang cantik ini ” Jelas papanya.

” ya udah ayo berangkat ” ajak papanya melewati mereka sambil membawa kopernya.

” Emang kita mau kemana siih paah ” tanya gadis itu sangat kepo ” RAHASIA ” ujar papanya sambil mengedip².kan mata. Lalu mereka berangkat . . .

Ketika berada dalam perjalanan gadis itu berujar ” maaah paaah ” nanti kalo aku kuliah aku mau jadi polwan yaaah ” iya nak . . . Semoga Cita-citamu tercapai ” ucap mamanya . . . Setelah percakapan itu, tidak ada yang bersuara sampai gadis itu merasa bosen. Gadis itu akhirnya menghidupkan Radio

Selamat siang para pendengar radio Jakarta 023, saya Zidan Gabril menyampaikan berita terpanas pada siang hari ini

Det, Cintia, mama gadis itu langsung mematikan Radio tersebut. ” paaa apa semua yang tadi mama dengar benar ” tanya cintia tidak percaya. . . ??? ” semua tak seperti yang kamu fikirkan cintia ” jelas bratomo mencoba meyakinkan istrinya . . . ” tapi tadi itu apa ” ujar cintia dengan meneteskan air matanya

” maaa…. dengar penjeee. . .  ” belum sempat bratomo menjelaskan tiba-tiba gadis yang tadinya menyaksikan perdebatan mama dan papanya itu berteriak ” paaaa awaaaassss…… “

Bratomo menoleh kedepan dan ketika melihat truk yang sepertinya ugal².lan akan menabraknya . . .

Ia menghindar dengan membelokkan setirnya ke kanan hingga breeaaak . . . Mobil tersebut menabrak pohon yang besar.

Flas Back Of

Setelah kejadian itulah gadis itu selamat namun papa dan mamanya tidak terselamatkan, dan gadis itu di rawat oleh kakek dan neneknya. setelah itu pula gadis itu jadi bahan buly.an karna keadaannya tidak semewah seperti dulu. Semenjak papa dan mamanya meninggal kehidupan gadis itu tidak berkecukupan. Namun gadis itu selalu tegar yang harus ia fikirkan sekarang agar bisa membahagiakan kakek dan neneknya dan juga merawat neneknya yang akhir² ini sakit².tan.

Memang dia terkadang masih sangat terpuruk karna ia tidak mempunyai orang tua lagi tapi . . . Ah, sudahlah ia tak boleh selalu merasa sedih, dia tidak boleh lemah, ia harus kuat, karna masih ada orang yang harus dia bahagiakan. Ketika gadis itu berjalan menuju kelasnya tiba-tiba seseorang menghadang jalannya lalu berteriak di depannya. ” eehh… lo, di panggil pak haris ke kantor, lagian sih elo itu ya gak pantes tauk sekolah di sini, udah gak bisa melunasi SPP, Anak pembunuh lagi, palingan setelah ini lo di keluarin dari sekolah ini  ” iya gak guys ” ujarnya ke teman-temannya yang lain. Betol tuuuh gak pantes . . . Bla, bla, bla . . . Masih banyak lagi celotehan dari mulut kemulut, namun ia memilih tidak memperdulikannya dan berjalan menuju kantor.

Tok . Tok . Tok . . . . .

” Masuk ” jawab pak haris dari dalam kantor, gadis itu pun masuk kedalam dan di persilahkan duduk, ada apa pak ? Tanya gadis itu sopan,  ” Begini Putri ” yaaa… nama gadis itu adalah putri ” saya tau kamu itu anak yang cerdas dan sopan ” Berkat kamu sekolah kita meraih prestasi yang tinggi, namun dengan kecerdasan.mu itu tidak bisa menjamin, ujar pak haris ” maksud bapak ??? ” tanya putri belum mengerti.  ” Maaf ya put, sebenarnya begini saya dan guru-guru sudah merapatkan ini dan hasilnya jika kamu masih belum bisa bayar SPP dalam 1 bulan ini / tidak ada jaminan untuk melunasi dengan terpaksa kamu tidak boleh mengikuti ujian sekolah, sudah 3 bulan kamu telat, jadi saya harap dalam waktu 1 bulan ini kamu harus lunas ” ujar P. Haris panjang lebar, melihat respon putri yang diam, P. Haris bertanya dengan hati – hati ” Bagaimana apakah masih ada yang mau ditanyakan ?? ” ” Gak ada pak, tapi saya minta tolong, jangan sampai kakek dan nenek saya tau, nenek saya lagi sakit dan kakek saya hanya bekerja sebagai pemulung, untuk biaya pengobatan dan makan sehari² ” Jelas putri. ” Terus bagaimana dengan SPP.mu putri ? Tanya P. Haris, ” saya usahakan dalam 1 bulan ini lunas pak ” jawab putri dengan ragu. ” ya sudah kalo begitu sekarang kamu boleh keluar ” ucap P. Haris ” iya pak, terimakasih ” sahutnya, lalu keluar.

Baca juga :

WANITA SURGA

Baru saja menutup pintu putri sudah di hadang oleh teman-temannya. ” Eeeehhh….. anak pembunuh, pasti lo udah di keluarin ya dari sekolah ” ucap temannya itu sambil menyeringai, ” Ya allah kuatkanlah batin hamba ” batin gadis itu. Bukan, papanya bukan pembunuh, ia sudah melacaknya, ia sudah cari tau, dan hasilnya papanya bahkan melihat anak kecil yang tergeletak tak berdaya di jalanan dengan darah yang banyak, lalu ketika papanya hendak menolong tiba-tiba polisi datang. Dan berakhir papanya jadi kabur, itulah karna mobil papanya terakhir tinggal dari tempat kejadian tersebut. Polisi atau lebih tepatnya semua orang menganggap papanya yang menabraknya, menurutnya papanya tidak bersalah, hanya saja mereka menilai dari apa yang di dengar saja, Putri tak tahan jika ada yang mengatakan ayahnya pembunuh lebih baik ia dibully dengan cara yang lain dari pada mendengar seperti itu.        

Dia jadi rindu mamanya dia ingin mengadu kepada mamanya, bahwa ia tak setegar seperti apa yang ia tunjukkan di setiap harinya.

” eeh put, malah bengong, betul ya lo sudah di keluarin dari sekolah ini ” ??? Ujar satunya, putri tersentak dari lamunannya lalu melangkahkan kakinya. ” Huuuu….. semua mensoraki putri ” Putri yang mendengar terus mempercepat langkahnya . . . Maaa putri lelaaah maa, putri dibully teruuus. putri gak punya uang untuk membayar SPP Sekolah, putri takut ma, putri sakit, putri pengen ikut mama ajaah, jemput putri maaa…. ” curhat putri sambil memeluk batu nisan mamanya ” ya begitulah, ketika ia sudah tak tahan lagi, ia akan pergi ke makam mamanya, dan menceritakan keluh kesahnya berharap mamanya bisa mendengar di alam sana.

” iiihh…. putri kok cengeng ya mah, udah ah putri mau pulang mama jaga diri baik² ya di sana, besok putri kesini lagi yang pasti dalam keadaan bahagia, ujar putri lalu berdiri dan segera pulang takut neneknya mencarinya, sesampainya di rumah ternyata kakeknya juga belum pulang, lalu ia menghampiri neneknya yang sedang bebaring di atas ranjangnya.

” Cucu nenek sudah pulang ” ucap nenek itu ” iya nek ” jawab putri sambil mencium tangan kanan neneknya, ” kenapa raut wajah.mu terlihat lesu nak ? Jika ada masalah cerita ke nenek ” ujar neneknya. ” Tidak ada kok nek ” Jawab gadis itu seraya tersenyum, agar neneknya tidak merasa hawatir.

” ya sudah nek putri mau membersihkan rumah dan membantu kakek ” pamit putri. ” maafkan nenek ga nak, jadi selalu merepotkan.mu ” ujar neneknya dengan wajah iba. ” ini sudah menjadi kewajiban putri kok nek ” sahut putri, ya udah, nenek istirahat, putri keluar dulu. Seusai menyelimutkan neneknya putri lalu keluar, ia berfikir bagaimana ia bisa mendapatkan uang untuk bisa membayar SPPnya nanti, lalu putri mempunyai cara, ia pun langsung bergegas ke pasar, ia ingin mencari pekerjaan apa saja yang penting HALAL Sesampainya di pasar ia langsung mendapat pekerjaan mulai dari : Menjual koran, Mencuci piring, baju, sampai mengangkat barang, demi mendapatkan uang, tanpa ia sadari haripun mulai gelap. Putri membeli makanan 2 bungkus lalu segera pulang, ia yakin kakek dan neneknya sedang hawatir karna ia belum juga pulang, iapun berlari agar cepat sampai rumah, sesampainya di rumah dugaannya benar kakek dan neneknya sedang menunggu dengan raut wajah yang sangat cemas, belum sempat kakeknya bersuara, putri langsung minta maaf karna sudah buat mereka hawatir. Dan membiarkan Nasi 2 bungkus itu, seusainya ia langsung pamit ke kamarnya, ia langsung duduk di ranjang sambil ngosngosan, dan setelah merasa dirinya agak mendingan ia turun dari ranjang menuju ke arah tempat belajarnya. perlahan dia membuka buku diarynya. ingin menulis seperti biasanya karna menurutnya ia lebih baik curhat di atas kertas dari pada makhluk beryawa. 

Teruntukku diri sendiri

Jangan lemah, kamu harus kuat, kehidupan memang harus seperti ini, berjalan dengan seadanya. hidup tak usah ambil ribet, apalagi harus bergantung pada orang lain, ingaaat !!! Tuhan menciptakan kita bukan hanya untuk bersenang-senang saja, ada kalanya kita harus sedih menangis, dan pada akhirnya kita juga akan kembali ke fase di mana kita juga kan ketawa, semua juga butuh proses apalagi tentang kebahagiaan semua orang cuma punya cara untuk bahagia masing – masing.

Semua sudah di atur oleh sang pengatur, jika apa yang kita rencanakan tak sesuai dengan kenyataan, optimis saja mungkin rencana itu akan terjadi pada esok hari tanpa kita duga.

Tuhan itu adil, ia tau kapan kita harus bahagia, dan tuhan lebih mengerti dengan apa yang kita fikirkan, tugas kita sekarang hanyalah bersyukur dan jalani apa yang kita hadapi.

Nikmati saja, karna kebahagiaan akan datang di waktu yang tepat, bukan di waktu yang cepat.

Setelah selesai menulis, ia terlelap di atas meja belajarnya, hari terus berlalu, putri melewatinya dengan sangat tabah, meski terus- terusan dibully, di kelas, kantin, dan di manapun. Namun ia tak menyerah begitu saja ia akan terus belajar dan belajar sampai ia bisa mencapai keinginannya. 

Hampir satu bulan ia bisa mengumpul.kan uang dan bisa membayar SPP. Ia sangat bangga kepada diri sendiri, karna ia telah berhasil melewati semua itu. Belum lagi ia mengingat percakapannya tadi di kantor. ” ada apa pak, kenapa bapak memanggil saya ke sini lagi ?? Apa saya mempunyai kesalahan ??? Tanya putri dengan raut wajah ketakutan. ” Tidak putri, bahkan bapak yang mempunyai salah terhadap.mu, bapak sangat minta maaf, bapak sudah berburuk sangka kepadamu, bapak kira akhir² ini kamu sering telat, nakal, namun ternyata salah bapak mengetahui semuanya, bapak sangat merasa bersalah ternyata kamu menyempatkan diri untuk bekerja sebelum berangkat sekolah, hanya untuk mencari uang, agar bisa bayar SPP. ” ujar P. Haris dengan raut penyesalan. ” lah kok bapak bisa tau ” tanya putri bingung, ” iya . . . Kemarin buk suni Guru Bhs. Indonesia pergi ke pasar dan melihat kamu bekerja mengangakat barang – barang. Hanya untuk mendapatkan uang, sungguh sangat baik hati nurani.mu nak, bapak tidak tau lagi harus berkata apa ” ujar P. Haris. ” ya sudahlah pak yang penting semuanya sudah jelas ” balas putri sambil tersenyum.

” Owwh iya ini ada sesuatu untuk.mu ” ujar P. Haris seraya memberikan amplop, ” apa ini pak ?? ” tanya putri sambil menerima amplop tersebut.

” Selamat ya nak, itu kamu dapat beasiswa kuliah sampai lulus nak ”  dan ini ada uang dari guru-guru semoga bermanfaat, ingat pesan bapak, ” kejarlah Cita-cita.mu setinggi apapun itu, apapun rintangannya jangan sampai menyerah, gapailah Cita-cita.mu tanpa mendengarkan cemohan orang lain ” ujar P. Haris. ” Terimakasih banyak pak ” balas putri sembari mencium tangan kanan P. Haris sambil menangis haru. Setelah itu putri meninggalkan ruangan guru.

Putri masih senyum² sendiri, ia ingin segera pulang ingin segera memberitahu kakek dan neneknya, atas apa yang ia peroleh dari sekolahnya, pasti mereka akan bangga fikirnya.  Namun ketika ia sampai di depan rumahnya langkah putri seketika terhenti, mengapa banyak orang, (Batinnya) ketika ia hendak melangkah lagi, tiba-tiba seseorang menghampirinya ” Putri, kamu yang sabar ya nak, nenek.mu sudah tiada ” ujar orang itu Jedaaaar . . . Kaki putri sangat lemas seakan tak kuat lagi untuk berdiri, ternyata tuhan masih belum berpihak kepadanya, baru saja ia akan memberikan kabar bahagia, baru saja ia berada di langit paling atas, sekarang ia seakan terjatuh ke dalam jurang yang paling dalam. Seketika dunianya seakan runtuh, ia langsung berlari ke dalam rumahnya melihat neneknya berbaring kaku di atas ranjang, ia langsung memeluk jenazah neneknya sambil sesenggukan. neneeek . . . Kenapa nenek tinggalin putri juga, nenek pasti sedang tidur kan, bangun neeek . . . Hiiks. . . Hiiks. . . Hiiks . . . Neek. . . Sebentar lagi putri akan menjadi orang sukses nek, putri akan membanggakan nenek, asal nenek banguuun, ujar putri sambil tersedu – sedu.  ” sudahlah nak kita ikhlaskan saja ” ujar kakeknya seraya mengelus-ngelus pundak putri.

Setelah pemakaman selesai putri masih enggan berdiri, ia masih terus-terusan menangis. ” putri ayo pulang nak ” ajak kakeknya. ” Tidak kek putri masih mau di sini ” balas putri ” nenek sudah bertemu papa dan mama.mu di sana nak nenek sudah bahagia, kalo kamu terus-terusan menangis bagaimana nenek di sana bisa tenang, sudah kita ikhlaskan, kita do’akan nenek. bujuk kakeknya. benar apa kata kakek ia tidak boleh cengeng, ia tidak boleh terus-terusan larut dalam kesedihannya. Akhirnya ia pun berdiri dan mau di ajak pulang, di perjalanan ia sempat berfikir, mengapa tuhan selalu memberikan cobaan kepadanya ? Mengapa tuhan tidak suka melihat dirinya bahagia ? Air mata putri turun lagi, namun ia tak boleh begitu, masih ada kakeknya, ya masih ada yang harus ia jaga dan bahagiain, ia tak akan menyerah sampai di sini, ia harus tegar.

1 Minggupun berlalu, hasil pengumuman kelulusan tiba. Siswa siswi menggunakan baju bebas. ” marilah kita umumkan siswi terbaik pada tahun ini . . . Siswi terbaik pada tahun ini adalah . . . Putri Aprilia Telah mendapatkan nilai tertinggi di sekolah SMA NUSA BANGSA, Silahkan kepada suadara Putri Aprilia naik ke atas panggung ” ucap P. Haris

Suara riuh tepuk tangan sudah terdengar sangat ramai, putri pun naik ke atas panggung dengan senyuman yang lebar. sesampainya di atas P. Haris memberikan PIAGAM Surat BEASISWA KULIAH Dan uang sebanyak 10 Juta. ” apa ada yang mau di sampaikan nak ” tanya P. Haris ??  ” saya sangat berterimakasih kepada kepala sekolah, guru-guru dan semua teman², terutama kepada Alm. Papa,mama,kakek,dan Alm. Nenek, yang ada di alam sana, yang sudah merawat, mendidik saya mulai dari kecil hingga sekarang, dan pesan saya kepada teman² semuanya. Berbaktilah kepada yang lebih tua, terutama kpd orang tua, karna kunci kesuksesan ada pada orang tua, guru, jangan pernah menyerah untuk mengejar Cita-cita.mu, meski banyak yang akan menjatuhkan.mu. sekian dari saya apabila ada salah kata dari saya, mohon maaf sebesar-besarnya terimakasih. ucap gadis itu panjang lebar, lalu iapun turun dari panggung menuju kakeknya. ” kakek sangat bangga pada.mu nak ” ujar kakek sambik memeluk cucunya itu. Putri tersenyum  ia sangat bahagia hari di itu, dan ia pulang bersama kakenya.

5 Tahun kemudian . . .

Wanita berumur 23 tahun dengan memakai seragam POLWAN kini memasuki halaman sekolah  SMA Nusa Bangsa, Siswa – siswi pun menjadi gempar karna di kagetkan dengan kedatangan polwan yang sangat cantik.

Kemudian si polwan tersebut berjalan menuju kantor (Ruang Guru) dan ternyata masih sama dengan yang dulu, ketika sudah berada di depan kantor, ia mengetok pintu, dan di persilahkan masuk, kepala sekolah sangatlah terkejut melihat kedatangan POLWAN Secara mendadak, Semua guru-guru pun juga sangat terkejut.

” Assalamu alaikum pak ” salam wanita itu.

” Waalaikum Salam ” ada apa ya mbak, mengapa mbak sampai datang ke sekolah kami, apa sekolah kami terlibat kasus mbak ??? Tanya kepala sekolahnya itu, yang tak lain adalah P. Haris. Kemudian mbak Polwan itu tersenyum Begini pak, tujuan saya kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih sebesar²nya, berkat semua bapak guru dan ibu guru di sini  saya biasa jadi seperti sekarang ini ” ujar si polwan itu.

” Siapa kamu, apa kamu putri ??? tanya salah satu guru di sana? ” Benar !! Alhamdulillah bu guru masih mengingat saya, betul buu, saya : Putri Aprilia, saya datang kesini rindu dengan suasana sekolah ini, juga kepada bpk dan ibu guru, berkat kalian semua, hingga saya menjadi seperti sekarang ini oowh iya  dan ini saya ada rejeki ingin bersodaqoh kepada sekolah  mungin ini tak seberapa di banding dengan ilmu yang telah bpk dan ibu guru ajarkan kepada saya, namun saya ingin menyumbangkannnya  ” ujar putri ” seraya memberikan koper yang isinya berupa uang sebanyak 5 Milyar .

“Subhanallah nak, kami sangat berterimakasih ternyata Cita-citamu terwujudkan dan perjuangan.mu selama ini membuahkan hasil, sungguh kami semua sangat bangga padamu nak ” ujar P. Haris terharu.

Ya, putri aprilia yang di dalam kamusnya tidak ada kata² menyerah sedikitpun, meski rintangan yang ia lewati sangatlah berat, kini ia menjadi sukses dengan menjadi seorang POLWAN

Wanita itu pamit dan langsung pergi menuju makam papa, mama, dan neneknya. setelah sampai ia duduk dan berdo’a di samping makam orang tuanya. kemudian ia berujar : ” ma, pa, nek, putri sekarang sudah sukses, putri sekarang sudah jadi polwan, berkat kalian putri bisa bertahan hingga saat ini, putri juga sudah membeli rumah yang sangat mewah dan nyaman untuk kakek dan putri tinggali, pah, mah, putri sekarang udah Dewasa, jadi . . . Putri mau minta izin untuk menikah dengan laki² yang insya allah baik dan bertanggung jawab untuk putri ” Seusai itu putri bangkit dan berjalan keluar dari makam, ia tersenyum lebar, yang dulunya ia selalu berjalan menunduk, sekarang tidak lagi, ia terus melangkahkan kaki seraya bergumam.

Dulu . . . Aku yang tak pernah mensyukuri dengan apa yang telah ku miliki, seringkali aku merasa aku tak sama dengan mereka, bahkan terkadang aku mempunyai fikiran, bahwa dunia tak adil untukku, mereka yang selalu di liputi dengan rasa bahagia, tak ada sedikitpun yang tercela dalam diri mereka, sedangkan aku ? Seseorang yang selalu merasa rendah, bahkan rasa percaya diri.pun terkadang menghilang, karna aku rasa aku lebih banyak kurangnya  dari mereka, apa kurangnya mereka ? Di mana letak kurangnya mereka ? Semua yang terlihat sudah jelas !!! Mereka seperti sempurna, meski nyatanya mereka pun mempunyai kekurangan yang sama, dan aku ? Dari luarnya saja sudah jelas letak kekurangan.nku.

No ! Semua orang sama, mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tak perlu merasa malu karna kekurangan yang kita miliki, hidup tak sepenuhnya tentang kekurangan dan hidup tidak sepenuhnya tentang kelebihan ! Karena terkadang hidup.pun juga membutuhkan tentang cara menghargai seseorang.

Aku adalah aku, tak perlu menjadi mereka ataupun dia, buanglah semua fikiran yang hanya membuat diri ini kehilangan kepercayaaan, belajarlah untuk menghargai diri sendiri.

Insicure ! buang semua kata itu. Banggalah dengan apa yang telah kau punya, mulailah dengan diri sendiri dan banggalah dengan apa yang kamu miliki, So Don’t Insicur ! ” Karena semua orang mempunyai cara masing – masing “

*) Siswi Kelas 9 E MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *