logo_mts192
0%
Loading ...
Hari Santri 2026 : Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
0
Kelas Literasi, MTs Miftahul Ulum 2 Manfaatkan Laboratorium TIK untuk Kembangkan Kreativitas Siswa
0
Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Angkat Tradisi Pesantren dalam Lomba Video Edukasi Bulan Bahasa 2026
0
Angkat Kisah Asal Muasal Jatiroto, Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Lomba Bahasa Tingkat Kabupaten
0
Saring Potensi dan Tumbuhkan Kompetensi, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Seleksi Masuk Kelas Unggulan Berbasis Komputer
0
Tingkatkan Kualitas Evaluasi, Guru Bahasa Arab MTs Miftahul Ulum 2 Gabung Penyusunan Bank Soal di MGMP Wilker 2
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Pengurus Yayasan dan Pesantren
0
Jumat, Saatnya Memperbanyak Shalawat
0
Hadapi PKKM Perdana, Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Tekankan Dokumen yang Nyata dan Dapat Dipertanggungjawabkan
0
MTs Miftahul Ulum 2 Gelar FGD, Kepala Madrasah Ajak Guru Lakukan Refleksi dan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
0
Tak Harus Terlihat untuk Berarti : Belajar dari Garam
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Seleksi Beasiswa Moderasi Beragama 2026
0
Tidak ada postingan lainnya.

Karya Siswa

OH IBU

Karya : Siti Amelia *) Ibu…Engkaulah belahan jiwakuDan engkaulah yang melahirkankuDan engkaulah pahlawan sejatiku Oh Ibu..Engkaulah pedomankuDan engkaulah bagaikan bulan

Miftahul Ulum

Oleh: Nur Fadilah Achmad *) Wahai pondok pesantrenkuEngkaulah tempat mencari ilmuEngkaulah yang membawakuKe jalan yang lurus Wahai pondokkuWalaupun umurmu tidak

Menyentuh Ilmu

Oleh : Abdullah Faqih *) Adakah yang tahu,Siapa yang membuat kepompong untuk ulat?Adakah yang tahu,Siapa yang membuat pandemi untuk umat?

Cita-citaku

Oleh: Diana *) Ku titih dari duluKu impikan dari duluMeskipun sekarang tetap ku usahakanWalau banyak yang menghadang Oh wahai cita-citakuKapankah

RUMAHKU

Karya : Diana Eka Budi Arini *) Rumahku… Kau tempat berlindungku Kau melindungiku dari panas dan hujan Kau adalah tempat

Untuk OSIM – Puisi

Karya: Tri Novita Anjelika *) Kaulah yang berhati muliaKau rela kecapean hanya demi kitaKau lapangkan dada tanpa ada rasaKau teguhkan

Malaikat Tak Bersayap

Oleh : Mawardatul Firdaus *) IbuSaat aku mulai terpuruk rapuhDalam menjalani kehidupankuEngkau tanpa mengeluhMemberikan semangat untukku Pelukan hangat yang duluKini