logo_mts192
0%
Loading ...
Makna Puasa dalam Pandangan Sufi: Refleksi Puasa Tarwiyah dan Arafah
0
MTs Miftahul Ulum 2 Rilis Logo Harlah Ke-7 : Maju Bersama, Berprestasi Nyata
0
Alumni MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD
0
Malaikatku
0
Rapat Pleno Sidang Kelulusan Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara – Refleksi HARKITNAS 2026
0
Sahabat
0
Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Ujian Praktik Pembuatan Hampers Snack
0
Hari Kedua, Siswa Kelas IX MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Ujian Praktik PBB
0
Siswi Kelas IX MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Ujian Praktik Keagamaan
0
Hari Pertama Ujian Praktik Olahraga MTs Miftahul Ulum 2 Berjalan Lancar
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Seminar Nasional Lumajang Excellence Education 2026
0

Category: Literasi

Untuk OSIM – Puisi

Karya: Tri Novita Anjelika *) Kaulah yang berhati muliaKau rela kecapean hanya demi kitaKau lapangkan dada tanpa ada rasaKau teguhkan

Malaikat Tak Bersayap

Oleh : Mawardatul Firdaus *) IbuSaat aku mulai terpuruk rapuhDalam menjalani kehidupankuEngkau tanpa mengeluhMemberikan semangat untukku Pelukan hangat yang duluKini

Semenit Lalu Sejam Kemudian

Oleh : Moch. Dzulhilmi Ad-Din *) Rayakan pergantian jaman dengan gembira,Sorak-sorai papan ketik.Namun di jalanan tempatku mengadu nasib,Sepi dan suram

Wanita Surga – Puisi

Karya : Fina Nailul Izzah *) Engkau manusia muliaEngkau membawaku ke duniaMemberiku kasih sayangMencari nafkah bagiku Engkau wanita yang selalu

Polri Siaga Melawan Pandemi

Karya: Tri Novtia Anjelika *) Kaulah orang yang gagah perkasaKaulah pahlawan bangsaTak pernah lelah untuk berjagaKau busungkan dada tanpa kenal

Bumiku – Puisi

Oleh : Ajeng Dwi Habibah *) Kau tak lagi seperti duluVirus-virus yang menyebar di tubuhmuRambut yang tak selebat duluKau pun

Api Semangat Polisi

Oleh : Irvan Maulana Ibrahim *) Setelah menyala inti apiJadi nyata kini;bersinar dan menyinari Kepada seorang polisi yang lelahKuberkata gugup

Pelita yang Terang – Puisi

Karya : Fina Naillul Izzah *) Engkau bagai pelita yang terangMenerangi jalan yang penuh kegelapanMenuntunku ke jalan yang benarSetia selalu