logo_mts192
0%
Loading ...

Sesi Ketiga : Madrasah Unggul Berawal dari SDM Unggul

Share the Post:

Rangkaian Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Angkatan VII Tahun 2026 memasuki sesi ketiga pada hari ketiga dengan menghadirkan materi “Sistem Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama”. Materi disampaikan oleh Anton Sasono, S.E., M.A.B., Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang ini bertujuan memperkuat pemahaman kepala madrasah mengenai arah kebijakan pengembangan kompetensi aparatur di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam pemaparannya, Anton Sasono menjelaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas layanan pendidikan. Oleh karena itu, setiap kepala madrasah dituntut memiliki komitmen untuk membangun budaya belajar (learning organization) di lingkungan madrasah.

Baca Juga

Kepala BDK Surabaya Ajak Madrasah Bangun Re-Branding Berbasis Mutu dan Kepercayaan Publik

“Pengembangan SDM bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi merupakan proses pembelajaran yang berkelanjutan. Setiap kepala madrasah harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendorong seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, berkembang, dan berinovasi,” jelas Anton Sasono.

Ia menegaskan bahwa sistem pelatihan di Kementerian Agama kini diarahkan pada pengembangan kompetensi yang adaptif terhadap perubahan, berbasis kebutuhan organisasi, serta berdampak langsung pada peningkatan kinerja individu maupun lembaga.

Menurutnya, kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai pengelola talenta (talent manager) yang mampu mengidentifikasi potensi guru dan tenaga kependidikan, kemudian memfasilitasi pengembangan kompetensi mereka melalui berbagai bentuk pelatihan, pendampingan, maupun komunitas belajar.

“Madrasah yang unggul lahir dari SDM yang unggul. Karena itu, kepala madrasah harus mampu menjadi penggerak pengembangan kompetensi, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh warga madrasah,” tegasnya.

Selain membahas kebijakan pelatihan, narasumber juga mengajak peserta memahami pentingnya menyusun rencana pengembangan SDM secara sistematis agar selaras dengan visi dan kebutuhan madrasah. Pengembangan kompetensi, menurutnya, harus menjadi bagian dari budaya organisasi yang terus dipelihara.

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyambut positif materi tersebut. Ia menilai pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan madrasah yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

“Materi ini semakin memperkuat komitmen kami untuk menjadikan pengembangan SDM sebagai prioritas di MTs Miftahul Ulum 2. Guru dan tenaga kependidikan harus terus diberi ruang untuk belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan inovasi agar kualitas layanan pendidikan semakin baik,” ungkap Husen.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas madrasah tidak hanya ditentukan oleh sarana prasarana, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelolanya.

“Kami percaya bahwa investasi terbaik bagi madrasah adalah investasi pada sumber daya manusianya. Ketika guru dan tenaga kependidikan terus berkembang, maka peserta didik akan memperoleh layanan pendidikan yang lebih berkualitas, dan madrasah akan tumbuh menjadi lembaga yang unggul serta dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Melalui materi Sistem Pelatihan dan Pengembangan SDM Kementerian Agama, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan madrasah. Dengan demikian, setiap kepala madrasah mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan dirinya, tetapi juga menggerakkan seluruh sumber daya manusia untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.

Join Our Newsletter