logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Keempat Diklat Kepala Madrasah: Praktik Baik Pengelolaan Madrasah Jadi Inspirasi Peningkatan Mutu

Share the Post:

Memasuki hari keempat Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Angkatan VII Tahun 2026, para peserta mendapatkan penguatan materi bertajuk “Praktik Baik Pengelolaan Madrasah” yang disampaikan oleh Dr. Achmad Zanuar Ansori, M.Ed. di Aby Hotel Lumajang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang ini bertujuan memperkaya wawasan para kepala madrasah melalui berbagai praktik terbaik (best practices) dalam tata kelola lembaga pendidikan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Baca Juga

Sesi Ketiga : Madrasah Unggul Berawal dari SDM Unggul

Dalam pemaparannya, Dr. Achmad Zanuar Ansori menegaskan bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui budaya mutu yang dijaga secara konsisten serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi lembaga.

“Praktik baik bukanlah sesuatu yang rumit. Praktik baik adalah kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, dievaluasi secara berkelanjutan, lalu dikembangkan menjadi budaya madrasah. Di situlah kualitas sebuah lembaga akan tumbuh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kepala madrasah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang mendorong inovasi, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Menurutnya, praktik baik dapat diwujudkan melalui penguatan budaya literasi, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi pemanfaatan teknologi, pelayanan prima kepada peserta didik, hingga membangun kemitraan dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Jangan takut memulai inovasi dari hal-hal sederhana. Ketika sebuah praktik baik memberi manfaat bagi peserta didik dan dilakukan secara berkesinambungan, maka itulah yang akan menjadi identitas sekaligus kekuatan madrasah,” tegas Dr. Zanuar.

Selama sesi berlangsung, peserta juga diajak merefleksikan berbagai program unggulan yang telah dijalankan di madrasah masing-masing. Diskusi berlangsung dinamis dengan saling berbagi pengalaman mengenai strategi membangun budaya mutu, mengelola perubahan, dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., mengaku memperoleh banyak inspirasi dari materi tersebut. Menurutnya, praktik baik yang telah diterapkan di berbagai madrasah dapat menjadi referensi berharga untuk terus mengembangkan inovasi di MTs Miftahul Ulum 2.

“Materi ini menguatkan keyakinan kami bahwa kemajuan madrasah dibangun melalui budaya kerja yang baik, inovasi yang berkelanjutan, dan kolaborasi seluruh warga madrasah. Setiap praktik baik yang memberikan manfaat akan kami kembangkan agar menjadi budaya mutu di MTs Miftahul Ulum 2,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa madrasah yang dipimpinnya akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, penguatan literasi, transformasi digital, serta pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Melalui materi Praktik Baik Pengelolaan Madrasah, para peserta diharapkan mampu mengadaptasi berbagai pengalaman inspiratif menjadi program nyata di madrasah masing-masing. Dengan demikian, praktik-praktik unggul tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola lembaga, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang maju, bermutu, dan berdaya saing.

Join Our Newsletter