
Karya: Abelliatus Zahra Bianglala yang dulu menawan,kini menjadi berawan.Tak ada lagi senyum yang mengembangtatkala pralaya datang. Arunika yang dahulu dikara,kini
Pengembangan budaya literasi menjadi salah satu komitmen MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, dalam membangun lingkungan pendidikan yang
Kontingen MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Wilayah
Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang. Salah satu guru Bahasa Indonesia,
Karya: Faiqotul Jannah, Kelas VIII E 22 Oktober 2026 adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para santri. Hari Santri menjadi
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul (Bakid), Muhammad Said Fadhori, S.Pd.I., mengikuti kegiatan Pemantapan Komunikasi Efektif bagi Guru dalam
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan agama berkumpul
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Lumajang untuk memperkuat edukasi dan
Karya: Nadiyyatul Husna Al-Karimah*) Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober tampaknya selalu membawa memori kita kembali pada heroisme
Karya: Aulia Syafira Az-Zahra *) Kala mentari menyapa bumi,Langkah kaki tak pernah terhenti.Jalan yang mereka tempuh setiap pagi,Adalah jalan menuju
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, menjalin kemitraan dengan Penerbit Aruspedia Creative melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of
CANDIPURO – Sebagai bentuk kepedulian dan ikatan kekeluargaan, MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, mengunjungi rumah duka salah


Sunyi

Runtuh

Yang Tertinggal

Wajah Itu

Ibu

Di saat Ronda Malam di Pesantren

Fokus

Why?

Sesal
Literasi

Nasehat Pria Paruh Baya Itu
Karya: Sely Holiana S.*) Kini, adzan telah berkumandang dan menandakan jika sudah memasuki waktu isya’. Umat muslim berbondong-bondong menuju

Sunyi
Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh
Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal
Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu
Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu
Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Di saat Ronda Malam di Pesantren
Karya: Sely Holiana S.*) Bulan purnama bersinar cerah di atas sana. Kelap kelip bintang pun tak kalah saing dengan sinar

Fokus
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?
Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal
Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata
