logo_mts192
0%
Loading ...
Kado Harlah Ke-7, Guru MTs Miftahul Ulum 2 Terbitkan 2 Buku di Yogyakarta
0
Maju Bersama, Berprestasi Nyata: Dari Literasi Menuju Prestasi
0
Kado Harlah Ke-7, Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Berhasil Terbitkan Buku Ke-14
0
Peringati Harlah Ke-7, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Tasyakuran dan Istighatsah
0
Maju Bersama Berprestasi Nyata: Refleksi Harlah ke-7 MTs Miftahul Ulum 2 Bakid
0
Konstruksi Makna Pengorbanan dan Kesalehan Sosial pada Masyarakat Sub-Urban Saat Hari Raya Kurban
0
Merobohkan “Ego Binatang” dalam Diri: Esensi Hakiki di Balik Filosofi Kurban
0
Makna dan Hikmah Puasa Arafah
0
Makna Puasa dalam Pandangan Sufi: Refleksi Puasa Tarwiyah dan Arafah
0
MTs Miftahul Ulum 2 Rilis Logo Harlah Ke-7 : Maju Bersama, Berprestasi Nyata
0
Alumni MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD
0
Malaikatku
0

Category: Karya Siswa

360 Langkah Menuju 360 Masjid : Bagian 1

Penulis: Lailatul Masruroh *) M. Ramadhani Sholeh, seorang santri yang rajin belajarnya dan istiqomah ibadahnya. Bercita-cita kelak akan berpetualang menggali

Santri

Karya : Nur fadilah Achmad *) Wahai engkau seseorang yang bertaqwaPantang semangatmu untuk mencari jalan ridho allah yang benar dan

Terpujilah Pemberi Syafaat

Oleh : Andra Ahmad K *) Laksana purnama, Engkau menyingkap masa tergelap;Laksana surya, Engkau petunjuk kebaikan;Laksana air, Engkau pelepas dahaga;Terpujilah

OH IBU

Karya : Siti Amelia *) Ibu…Engkaulah belahan jiwakuDan engkaulah yang melahirkankuDan engkaulah pahlawan sejatiku Oh Ibu..Engkaulah pedomankuDan engkaulah bagaikan bulan

Miftahul Ulum

Oleh: Nur Fadilah Achmad *) Wahai pondok pesantrenkuEngkaulah tempat mencari ilmuEngkaulah yang membawakuKe jalan yang lurus Wahai pondokkuWalaupun umurmu tidak

Menyentuh Ilmu

Oleh : Abdullah Faqih *) Adakah yang tahu,Siapa yang membuat kepompong untuk ulat?Adakah yang tahu,Siapa yang membuat pandemi untuk umat?

Cita-citaku

Oleh: Diana *) Ku titih dari duluKu impikan dari duluMeskipun sekarang tetap ku usahakanWalau banyak yang menghadang Oh wahai cita-citakuKapankah