logo_mts192
0%
Loading ...
Bisikan Hati, Puisi Karya Shinta Fairuzzuhro
0
Lara, Karya Abelliatus Zahra
0
Buku Ke-17, Guru MTs Miftahul Ulum 2 Terbitkan Buku tentang Moderasi Beragama Sejak Dini
0
MTs Miftahul Ulum 2 Bawa 12 Trophy Kejuaraan PORSENI  KKMTs Wilker 2 Tahun 2026
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Terpilih sebagai GTK Berprestasi Lumajang 2026, Wakili Kabupaten ke Tingkat Jawa Timur
0
Sudah Berbeda
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pemantapan Komunikasi Efektif Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
0
Pemuda untuk Indonesia: Dari Ikrar 1928 Menuju Indonesia Emas 2045
0
Perkuat Perlindungan Siswa, MTs Miftahul Ulum 2 Teken Kerja Sama dengan Polres Lumajang
0
Santri: Pentingnya Mengenang Jasa Para Ulama dan Guru
0
Jalan
0
Perkuat Budaya Literasi, MTs Miftahul Ulum 2 Jalin Kerja Sama dengan Penerbit Aruspedia Creative
0
Tidak ada postingan lainnya.

Literasi

Indahnya Indonesiaku

Oleh: Lailatun Nafilah *) Sang bumi pertiwiHamparan luas tanah hijau nan permaiBeraneka ragam flora dan faunaBerjuta-juta budaya dan bahasa Wahai

Pahlawan Sejatiku

Oleh: Amanda Aulora Riffi *) Pahlawan butuh perjuangan yang keras, keringat-keringatnya bercucuran deras. Pahlawanku adalah orang tuakuIbu yang bertaruh nyawa

Pahlawan?

Oleh: Zaskia Fadilatur Rahimah * Pahlawan dalam konteks tanah air kita adalah suatu gelar yang disematkan kepada warga negara Indonesia

Pahlawanku

Karya Nabila Sakib *) Wahai pahlawankuKami rindu kehadiranmuKami rindu akan perjuangan muYang kini hanyalah sebuah kenangan masa lalu Kau orang

Hari Pertama di Pesantren

Curahan hati seorang siswi baru MTs. Miftahul Ulum 2. Karya : Amanda Aulora Riffi *) Pertama kali ada di pondok

Takdir

Karya : Abdul Wafi Hasan *) Tidak ada yang tidak mungkin, bila tuhan sudah berkehendakApapun akan terjadi . . .Maka

Kamu

Oleh : Azyan Musfiroh “) Hai…! Apa kabar..?Apakah hari ini jauh lebih baik daripada hari sebelumnya…? I’ts okey, jika menurutmu

Petualang Nahwu

Karya : Lailatul Masrurah *) Di salah satu kelas yang kosong, sepi dan sunyi. semua santri kembali ke asrama masing-masing,

Raga Tanpa Jiwa

Karya : Siti Khadijah Syarifah Wulan *) Dia ada, namun selalu acuh pada keadaanDia ada, namun hanya memberi kritik tanpa