logo_mts192
0%
Loading ...
Ketika Al-Qur’an Mengajarkan Cara Memperingati Kemerdekaan
0
Merdeka dari apa?
0
Ekstrakurikuler Seni Religi MTs Miftahul Ulum 2 Intensif Latihan Olah Vokal Shalawat
0
Lima Hari yang Mengubah Cara Pandang
0
Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Bimtek Penulisan Resensi Bersama Duta Baca Indonesia
0
Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Kabupaten Lumajang 2026 Resmi Ditutup
0
Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Lolos Seleksi Lomba Resensi Buku Tingkat Kabupaten Lumajang
0
Hari Keempat Diklat Kepala Madrasah: Perkuat Ekosistem Belajar untuk Tingkatkan Mutu Madrasah
0
Hari Keempat Diklat Kepala Madrasah: Praktik Baik Pengelolaan Madrasah Jadi Inspirasi Peningkatan Mutu
0
Sesi Ketiga : Madrasah Unggul Berawal dari SDM Unggul
0
Kepala BDK Surabaya Ajak Madrasah Bangun Re-Branding Berbasis Mutu dan Kepercayaan Publik
0
Hari Ketiga Diklat Kepala Madrasah: Literasi Digital Jadi Kunci Transformasi Pendidikan Madrasah
0

Category: Literasi

Ungkapan Rindu

Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah

Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Nasehat Pria Paruh Baya Itu

Karya: Sely Holiana S.*)      Kini, adzan telah berkumandang dan menandakan jika sudah memasuki waktu isya’. Umat muslim berbondong-bondong menuju

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu

Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun