logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Ketiga Diklat Kepala Madrasah: Literasi Digital Jadi Kunci Transformasi Pendidikan Madrasah

Share the Post:
Hari Ketiga Diklat Kepala Madrasah: Literasi Digital Jadi Kunci Transformasi Pendidikan Madrasah

Memasuki hari ketiga Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Angkatan VII Tahun 2026, para peserta memperoleh penguatan materi Literasi Digital yang disampaikan oleh Dr. Muhimmatul Kibtiyah, S.H.I., M.Si. pada sesi pertama, Rabu (05/08/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang ini bertujuan membekali para kepala madrasah dengan kompetensi literasi digital sebagai salah satu kemampuan strategis dalam menghadapi transformasi pendidikan di era teknologi informasi.

Dalam pemaparannya, Dr. Muhimmatul Kibtiyah menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, memilah, menganalisis, mengevaluasi, hingga memanfaatkan informasi digital secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.

Baca Juga

Sesi Terakhir Hari Kedua: Kepala Kemenag Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Berintegritas

Menurutnya, kepala madrasah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi digital di lingkungan madrasah, baik bagi guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola madrasah, sekaligus membentuk karakter digital yang beretika.

“Literasi digital bukan sekadar mampu mengoperasikan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab,” tegas Dr. Muhimmatul Kibtiyah.

Ia menambahkan bahwa derasnya arus informasi di era digital menuntut kepala madrasah untuk menjadi pemimpin yang mampu menyaring informasi, menangkal hoaks, serta mengedukasi seluruh warga madrasah agar bijak dalam menggunakan media digital.

“Kepala madrasah harus menjadi teladan dalam bermedia digital. Jadikan teknologi sebagai sarana untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperluas manfaat, bukan justru menjadi sumber perpecahan atau penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain penyampaian materi konseptual, peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan transformasi digital di madrasah, mulai dari penguatan kompetensi guru, optimalisasi media pembelajaran digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak, hingga strategi membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyambut positif materi yang disampaikan. Menurutnya, literasi digital menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh setiap pemimpin madrasah di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Materi ini memberikan perspektif baru bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja, cara berpikir, dan cara memberikan layanan pendidikan. Kami akan terus memperkuat literasi digital di MTs Miftahul Ulum 2 agar seluruh warga madrasah mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, produktif, dan beretika,” ungkap Husen.

Ia berharap hasil diklat dapat diimplementasikan melalui penguatan pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kompetensi digital guru, serta pengembangan inovasi layanan pendidikan yang semakin efektif dan berkualitas.

Melalui materi literasi digital ini, para peserta diharapkan mampu menjadi pemimpin transformasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu mengarahkan pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen untuk meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat tata kelola madrasah, dan mencetak generasi yang cakap digital, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Join Our Newsletter