Pemanfaatan Laboratorium Komputer dan Multimedia MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Sistem pendidikan yang diterapkan dengan baik, efektif, efisien, dan fleksibel merupakan kunci mencetak penerus generasi bangsa yang cerdas, berkarakter, serta berkualitas. Melalui pendidikan, peradaban yang lebih tinggi dan maju dapat dicapai juga kemudahan-kemudahan menjalani hidup yang lahir dari pemanfaatan ilmu pengetahuan diharapkan menambah kualitas hidup serta menciptakan kehidupan yang ideal dalam konteks globalisasi.

Seiring perkembangan zaman yang mengedepankan pemanfaatan teknologi sebagai buah dari terapan ilmu pengetahuan, aspek kehidupan terutama bidang pendidikan dituntut untuk memberikan pelayanan kependidikan berbasis teknologi baik itu manajemen, administratif, dan proses pembelajaran.

Keterlibatan teknologi informasi di dunia pendidikan dewasa ini kedepannya akan semakin berkembang dan semakin interaktif. Madrasah Tsanawiyah sebagai jenjang pendidikan lanjutan perlu menyediakan sarana penunjang, bidang pengelolaan dan sumberdaya manusia sebagai pengelola sekaligus penggunanya, serta pengkayaan literasi digital guna mempersiapkan generasi penerus bangsa yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga

MTS. MIFTAHUL ULUM 2 LAUNCHING LAB. MULTIMEDIA M2M

Melalui skema digitalisasi pemanfaatan teknologi informasi, civitas MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid akan mampu menyimpan dan menyajikan data proses pembelajaran, mengambil keputusan managerial, serta memperluas aksesibilitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja kelembagaan secara umum.

Secara garis besar, teknologi informasi (information technology) mulai diperkenalkan pada dekade ’80-an. Istilah ini merujuk pada pengembangan teknologi komputerisasi yang dipadukan dengan teknologi komunikasi. Dapat didefinisikan bahwa informasi merupakan hasil dari pengolahan data. Sementara teknologi adalah alat, mesin, material, serta proses yang terus dikembangkan dan diaplikasikan untuk membantu memudahkan manusia dalam memecahkan berbagai permasalahan. Dengan demikian, teknologi informasi meliputi segala hal yang berhubungan dengan pengolahan data (tulisan, audio, dan visual), proses distribusi data informasi, hingga manipulasi.

Adapun fungsi-fungsi teknologi informasi yang hendak dilakukan oleh bidang multimedia madrasah (M2M), antara lain mencakup:

  1. Creating, yaitu menciptakan suatu data maupun karya.
  2. Capturing, berfungsi sebagai masukan/penangkap data (input). Misalnya: menerima input dari keyboard, scanner, microphone, kamera, dan teknologi penginput lainnya.
  3. Processing, berfungsi sebagai pengolah data yakni mengkompilasikan catatan rinci aktivitas sehingga memudahkan pengolahan data yang diinput.
  4. Generating, difungsikan untuk menghasilkan bentuk informasi data yang lebih terarah dari hasil processing. Misalnya grafik, tabel, dan sebagainya.
  5. Storage, adalah penyimpanan data informasi. Misalnya pada penggunaan harddisk, flashdisk, cloud storage, dan sebagainya.
  6. Retrieval, yaitu untuk menelusuri, mendapatkan kembali data yang sebelumnya telah tersimpan.
  7. Transmission, yang berfungsi mengirim informasi data dari satu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer maupun jaringan internet.

***

Di era globalisasi, kami menyadari betul bahwa pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan pola pikir dan kebutuhan yang serba cepat, praktis, dan tepat guna. Kehadiran laboratorium komputer dengan intervensi teknologi informasi yang dikelola oleh M2M kami harap mampu melayani kebutuhan tersebut. Dengan hal itu, MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid berusaha memberikan model pendidikan modern yang perencanaannya dilakukan secara bertahap dan terukur.

Di sisi administratif, kehadiran teknologi informasi dan jaringan internet khususnya turut membuat implementasi sistem pendidikan menjadi lebih efektif dan praktis. Di ranah manajemen, data-data yang telah terindeks di database mampu membantu membuat keputusan dengan analisa-analisa relevan. Sedangkan di dalam proses pembelajaran, teknologi ini dapat sebagai sarana yang membantu dan melengkapi proses belajar-mengajar secara praktis dan interaktif; Sebagai wahana pembelajaran untuk memberikan materi pembelajaran secara cepat, tepat, serta efisien; Sarana yang membantu mengambil, mengolah, menyimpan, hingga menyajikan data dengan cepat, tepat, dan efisien untuk menunjang kebutuhan pembelajaran.

Baca Juga

FGD OKTOBER: KEMBANGKAN SARANA MULTIMEDIA DENGAN M2M

Sekali lagi, modernisasi menuntut dunia pendidikan untuk turut berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan. Implementasi teknologi informasi dalam sistem pendidikan adalah salah satu upaya agar proses pendidikan paralel dengan kemajuan zaman. Secara khusus dapat kami uraikan lebih lanjut beberapa manfaat teknologi informasi sebagai implementasi laboratorium komputer dalam proses pembelajaran, yaitu:

  • Menyediakan Media Pembelajaran Bervariasi

Pemanfaatan teknologi mampu melayani kegiatan belajar mengajar secara lebih interaktif melalui media pembelajaran yang variatif. Pemanfaatan yang dimaksud berupa ilustrasi multimedia yang membantu memudahkan siswa dalam menelaah penjelasan guru. Di saat yang sama, guru terbantu dalam prosesnya mengajar berkat adanya visualisasi yang mencakup teks, audio, dan video. Sudah pasti ini memudahkan guru memberi penjelasan materi yang rumit untuk dideskripsikan. Contohnya penggunaan media audio-video yang ditampilkan melalui proyektor maupun komputer.

  • Materi Pembelajaran Lebih Menarik

Variasi media pembelajaran perlu didukung oleh penyajian materi yang menarik. Peserta didik ada kalanya mengalami kejenuhan dengan materi yang terlalu teoritis, sehingga mereka tidak mendapatkan pemahaman yang utuh. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, guru dapat menyajikan materi-materi yang lebih menarik menurut persepsi mereka. Misalnya, memberikan konteks yang jelas dan relevan sehingga peserta didik mendapatkan pemahaman secara komprehensif. Model pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan guru kembali ke peran utamanya sebagai fasilitator dan koordinator. Dengan kata lain, proses dan aktivitas pembelajaran yang terjadi tidak lagi berfokus pada guru tetapi lebih mengedepankan peserta didik untuk aktif.

  • Mengakses Materi Tanpa Batas

Jaringan internet membantu memberikan akses tidak terbatas kepada siswa dan guru untuk menggali materi dari berbagai sumber yang tak terbatas. Aksesibilitas yang luas itu dukungan penting untuk pemenuhan rasa ingin tahu civitas madrasah agar dapat mengembangkan pengetahuan yang telah dipelajari. Sementara itu, guru sebagai pengajar tidak hanya berpegangan pada materi dari buku terbitan lama. Akan tetapi, dapat menyajikan data dan informasi terbaru sekaligus real-time sehingga terhubung dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini dan up to date.

  • Meningkatkan Minat Belajar

Penyajian materi yang beragam sejalan dengan metode pembelajaran variatif dan interaktif merupakan modal penting untuk menunjang peningkatan minat belajar pada peserta didik. Dengan kegiatan belajar menyenangkan dan bermakna, diharapkan peserta didik lebih menikmati proses pembelajaran.

  • Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Teknologi informasi menjadi sarana penting untuk menunjang faktor-faktor pendidikan dari hulu ke hilir. Mulai dari metode pembelajaran, media pembelajaran, kualitas sumber daya manusia, hingga menciptakan lingkungan dan suasana akademik yang mendukung. Pemanfaatan laboratorium komputer dalam hal ini diharapkan secara optimal dan strategis menjadi faktor penting meningkatnya kualitas pendidikan civitas MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid di era digital dan globalisasi.

  • Fleksibilitas Aktivitas Belajar

Pemanfaatan komputer maupun smartphone yang dibekali dengan jaringan internet memungkinkan aktivitas belajar dapat berlangsung secara fleksibel. Pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara online dan real time dari mana saja tanpa terikat waktu, terutama bagi mereka yang terhalang karena sakit atau karena sebab lainnya tetapi masih memungkinkan untuk melakukan proses KBM.

  • Memberdayakan Civitas Madrasah

Penting sekali bagi tenaga kependidikan (guru-staf) dan peserta didik untuk beradaptasi agar mampu menghadapi kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan mempertahankan daya saing yang dimiliki. Berbekal literasi digital, pemanfaatan jaringan internet memberi peluang bagi civitas madrasah karena memberikan akses terhadap pembaruan-pembaruan khususnya di bidang ilmu pengetahuan yang dipelajari.

Baca juga

IKHTIAR MENUJU DIGITALISASI MADRASAH, STRUKTUR MADRASAH ADAKAN ZOOM MEETING

Civitas madrasah dimungkinkan untuk memberdayakan dirinya dengan memanfaatkan situs-situs di internet yang menyediakan berbagai jenis sumber data maupun referensi ilmiah. Karena internet tidak hanya menyediakan sumber-sumber dalam format teks. Ada banyak referensi pengetahuan yang dikemas menggunakan format multimedia secara menarik, diantaranya: Rekaman audio-video berisi pembelajaran yang disampaikan oleh pemateri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu (pendapat ahli), hasil penelitian, maupun debat akademik dari seluruh dunia. Ini memungkinkan civitas madrasah mempelajari materi berkualitas melalui webinar tanpa batasan ruang dan waktu; video olahan (format 2D/3D) mengenai fenomena ilmu pengetahuan dan proses hingga hasil penelitian yang mempermudah civitas madrasah mendapatkan pemahaman yang lebih konkret dari suatu konsep materi pelajaran.

  • Mengelola Aset Intelektual

Aset intelektual dikumpulkan secara kolektif dari masa ke masa melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagaimana prinsip Tri dharma pendidikan. Mengingat pentingnya aset intelektual bagi civitas MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid, maka urgensi dalam penyimpanan dan pengelolaannya tidak dapat ditunda. Oleh karena itu, penting sekali untuk mempresentasikan dan menyimpan aset-aset intelektual tersebut dalam format digital.

Salah satu aset intelektual yang dimiliki selain foto dan video aktivitas pembelajaran, yaitu penelitian siswa dalam ajang MYRES juga karya tulis guru-staf dan karya-karya sastra buah pemikiran siswa. Digitalisasi aset ini secara teknis dapat kami lakukan dengan menerbitkan e-book dan e-bulletin. Pun untuk melindungi aset intelektual tersebut memerlukan infrastruktur server yang terhubung ke database berisi koleksi aset tersebut. Sehingga nantinya dapat diakses dan dimanfaatkan oleh publik. Dengan konsep knowledge sharing terhadap data-data digital sebagai aset intelektual ini kami berkeyakinan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.

  • Menunjang Proses Penelitian

Tugas dan fungsi lembaga pendidikan bukan sekedar melaksanakan kegiatan belajar-mengajar saja. Melainkan juga menyelenggarakan serangkaian riset atau penelitian di berbagai disiplin ilmu. Bagaimanapun, melaksanakan riset dari awal hingga akhir membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, baik waktu maupun biaya. Namun, keberadaan teknologi informasi yang semakin berkembang ini menyediakan kemudahan baru. Sehingga penyelenggaraan beragam riset dapat dilakukan secara efektif dan efisien terutama untuk kalangan peserta didik.

Dalam proses penelitian, teknologi informasi menunjang banyak hal, antara lain: sumberdaya referensi, komunikasi, implementasi e-laboratory, dan publikasi.

  • Mengembangkan Berbagai Produk Pendidikan

Internet membuka cakrawala informasi bagi semua penggunanya. Ini juga berlaku bagi lembaga pendidikan yang menghubungkan dirinya ke jaringan internet melalui media sosial sehingga siapapun dapat berinteraksi secara langsung.

Fenomena itu memungkinkan terciptanya inovasi baru yang dapat dilakukan oleh manajemen madrasah dalam mengembangkan produk pendidikan. Misalnya MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid yang menampilkan bakat dan minat peserta didiknya di kanal-kanal media sosial resminya atau menampilkan proses pembelajaran di kelas-kelas.

Selain itu dengan pemanfaatan teknologi informasi, program pendidikan melalui mekanisme e-learning membuka kesempatan bagi siapa saja di lingkungan madrasah yang berminat dapat mengikuti program pendidikan lanjutan maupun khusus peminatan secara online dan jarak jauh. Pengembangan produk pendidikan tersebut dapat memanfaatkan aset fisik maupun aset intelektual milik lembaga pendidikan. Penawaran dari pihak eksternal misalnya, mengenai berbagai pengembangan produk tersebut memberikan manfaat lebih bagi institusi.

***

Kenyataannya, aktivitas yang berlangsung di lingkungan madrasah tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran. Lembaga pendidikan madrasah juga terdiri dari manajemen yang melaksanakan penyelenggaraan serta pengelolaan lembaga. Secara garis besar peran teknologi informasi dalam konteks bidang multimedia madrasah (M2M), yaitu:

Mendukung Aktivitas Operasional dan Administrasi

Untuk mendukung aktivitas operasional dan administrasi, aplikasi teknologi informasi diperlukan untuk mengelola front office dan back office.

Hal-hal yang termasuk dalam bagian front office, antara lain:

  1. Informasi portofolio mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler
  2. Tata kelola penerimaan siswa baru hingga dinyatakan lulus
  3. Mengatur jadwal pelajaran, ruang kelas, dan jam mengajar guru
  4. Tata kelola proses kegiatan ekstrakurikuler
  5. Merekam seluruh kegiatan kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang mencakup absensi, jurnal kelas, tes dan ujian, hasil evaluasi studi, dan lainnya
  6. Tata kelola proses pencetakan dan distribusi hasil studi siswa, dan lain sebagainya.

Sedangkan back office adalah aplikasi yang berkaitan dengan:

  1. Pengelolaan aset keuangan lembaga madrasah
  2. Pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan madrasah
  3. Pengelolaan sarana dan prasarana yang dimiliki madrasah
  4. Pengelolaan proses pengadaan dan logistik
  5. Pengelolaan berbagai data serta dokumen administrasi digital
  6. Keperluan pemasaran, komunikasi publik, serta penciptaan citra madrasah
  7. Pengelolaan unit-unit kewirausahaan madrasah
  8. Pembuatan laporan-laporan yang sifatnya rutin kepada internal maupun eksternal madrasah.

Membantu Proses Pengambilan Keputusan

Keputusan strategis perlu diambil oleh kepala madrasah, wakil kepala, kabag tata usaha beserta jajaran staf, dewan wali kelas beserta guru, dan konselor madrasah dalam memecahkan berbagai persoalan civitas madrasah.

Untuk mengambil keputusan secara tepat, diperlukan data dan informasi yang sesuai dan relevan dalam waktu cepat. Dengan aplikasi teknologi informasi, data yang sangat banyak dapat diolah secara cepat sehingga mempermudah manajemen dalam proses pengambilan keputusan.

Untuk menyediakan infrastruktur yang memadai sebagai penunjang pengambilan keputusan, diperlukan tiga komponen sistem yang saling mendukung, yaitu:

  1. sistem penyimpanan data dan informasi
  2. sistem pengolahan data dan informasi menjadi pengetahuan yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan
  3. sistem untuk menyajikan hasil pengolahan data dan informasi ke dalam format yang mudah dipelajari untuk mempermudah menyamakan persepsi.

Menunjang Komunikasi Antar Stakeholder

Madrasah terdiri dari berbagai macam pemangku kepentingan (stakeholder) yang wajib melakukan komunikasi secara intensif setiap harinya. Agar komunikatif, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi perlu dilibatkan. Hal ini telah kami terapkan ke dalam bentuk pemberitaan dengan memanfaatkan website madrasah dan media sosial madrasah.

Menjalin Kemitraan Strategis & Aktif Mengikuti Event

Membangun kapabilitas madrasah salahsatu upayanya dengan menjalin kemitraan/kerjasama dengan pihak eksternal dan mengikuti event perlombaan yang diselenggarakan oleh pihak eksternal. Jika ternyata kerjasama maupun perlombaan dirasa terhambat oleh jarak, maka solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan media teleconference yang kini sudah umum dilakukan instansi/lembaga.

***

Mewujudkan transformasi digital secara total di lingkungan madrasah bukanlah hal mudah. Ada banyak tantangan yang perlu dihadapi. Diperlukan langkah-langkah strategis agar implementasi digitalisasi madrasah berjalan lancar dan optimal. Kami pun menyadari bahwa ini semua tidak dapat dilakukan secara cepat, butuh waktu bertahap dan penyesuaian. Namun, sekiranya yang dapat dilakukan oleh bidang multimedia madrasah, antara lain:

Sosialisasi

Sosialisasi mengenai perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan perlu dilakukan berulang-ulang. Sosialisasi dapat dilakukan dengan pendekatan top down (dari manajemen ke seluruh civitas madrasah). Tujuan utama sosialisasi ini untuk menanamkan kesadaran, kepedulian, serta keinginan civitas madrasah agar beradaptasi dengan perubahan pola pikir dan perilaku dunia pendidikan dewasa ini. Di samping itu, penting juga untuk membekali segenap civitas akademika dengan literasi digital untuk mewujudkan digitalisasi madrasah.

Membentuk Tim dan Menyusun Roadmap

Tim kerja yang solid perlu dibentuk dan ditugaskan untuk menyusun perencanaan, pengadaan, perancangan, pembangunan, penerapan, dan pengembangan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan madrasah. Tim kerja tersebut haruslah terdiri dari individu-individu yang memiliki kapasitas, kapabilitas, pengalaman dalam membangun maupun pengembangan teknologi informasi di lembaga pendidikan, dan memiliki ketertarikan dengan implementasi teknologi informasi di lembaga pendidikan, serta semangat juang untuk selalu belajar hal baru di bidang multimedia yang senantiasa cepat perubahannya.

Selanjutnya, diperlukan penyusunan roadmap (peta jalan) yang berisi uraian tahapan pelaksanaan digitalisasi di lingkungan madrasah untuk jangka pendek, menengah, dan panjang yang berkesuaian dengan visi-misi madrasah.

Mengembangkan Infrastruktur Teknologi Informasi

Mempersiapkan infrastruktur fisik maupun non fisik untuk mendukung percepatan implementasi transformasi digital di lingkungan madrasah juga satu hal yang sangat penting.

Adapun infrastruktur yang perlu disiapkan dan dikembangkan, yaitu:

  1. Menyediakan koneksi internet nirkabel
  2. Ruang server dan pusat data
  3. Lab. komputer (pusat akses komputasi)
  4. Pusat informasi akademik dan non akademik yang mudah diakses
  5. Aplikasi (software) sistem pendukung front office dan back office
  6. Website dan media sosial yang interaktif juga update setiap hari.

Selain itu, perlu pula mempersiapkan instrumen pendukung untuk menunjang percepatan transformasi digital, misalnya:

  1. Menyediakan program pelatihan seputar teknologi informasi bagi civitas madrasah sebagai bentuk penguatan kompetensi maupun literasi digital
  2. Mengembangkan model insentif yang tepat dan transparan, bisa menggunakan teknologi blockchain dan lain sebagainya
  3. Menyusun kebijakan madrasah terutama terkait mutu pembelajaran yang sejalan dengan transformasi digital.

Evaluasi

Evaluasi harus selalu dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan, hambatan, dan kesalahan apa yang terjadi dalam prosesnya. Sehingga dapat menjadi bahan masukan dan data penting untuk melakukan berbagai perbaikan sekaligus pengembangan lebih lanjut.

***

Multimedia MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid ini merupakan satu komponen penting yang akan menunjang segala bentuk kegiatan warga madrasah. Bidang ini sifatnya tidak independen dan berdiri sendiri, ia dapat memaksimalkan tugas dan fungsinya jika tim kerja di dalamnya mampu berkolaborasi serta menampung ide/gagasan dari seluruh civitas madrasah. Bahkan, jika kolaborasi dapat dicapai melalui bidang multimedia ini, MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dapat memiliki lebih banyak aset intelektual, produk pendidikan, dan bentuk kewirausahaan untuk menambah kesejahteraan warga madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *