logo_mts192
0%
Loading ...
Festival Karya dan Memasuki Hari Keempat,  Lomba Paduan Suara Riuhkan Aula
0
MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Ikuti Sosialisasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026
0
Hari Ketiga Festival Karya dan Seni MTs Miftahul Ulum 2 Bakid: Siswa Presentasikan Karya Seni Mading
0
Hari Kedua Festival Karya dan Seni Diisi Lomba Pidato Kemerdekaan
0
Lima Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Lumajang Ikuti Mini Drama Competition 2026, Angkat Legenda Minak Koncar
0
Hari Pertama Festival Karya dan Seni Diwarnai Lomba Puisi Kemerdekaan
0
MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Gelar Festival Karya dan Seni Meriahkan HUT RI ke-81
0
FGD Agustus 2026 : Evaluasi KBM dan Matangkan Persiapan Akreditasi
0
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur : Refleksi di Usia 81 Tahun Kemerdekaan
0
Menjadi Pahlawan di Era Modern: Tugas Mulia Seorang Santri
0
Petani: Pejuang Bangsa yang Terlupakan
0
Hari Pramuka 2026: Memantapkan Langkah, Menjaga Pangan, Menuju Indonesia Emas 2045
0

Category: Puisi

Sahabat Kecilku

Karya : Maghfiroh *) Sahabatku……Sudah lama kita tak bertemuAku rindu akan canda tawamuKu rindu akan senyummuAku merindukan dengan apa yang

Bunda

Karya : Khoyriyah Basich *) Maaf, maaf dan maafMaafkan anakmu iniAku tak bisa membuatmu bahagiaDan sering membuatmu gelisah Maaf bun…..Kata

Inginku

Karya : Huzaimatul Jannah Ramadhani *) Kian larut mata memandangtak seorangpun di depan matakuHati yang linglung entah mau apaMulut membisu

Permata Hati

Karya: Khumairotun Nisak*) Lantunan doa yang sangat menenangkanBalikkan dapat menghilangkan kegelisahanSemua rasa rindu ini, yang terus bertambah dan bergejolakseiring dengan

Setangkai Bunga Mawar

Karya: Putri Evita Muhajir *) Bunga mawar begitu indah dirimuBegitu harum bungamuBegitu indah warna bungamuDaunnya yang bewarna hijauYang menghias cantik

My Self

Karya: Nur Thalita Safa *) Ini aku!Ada saat dibutuhkanDianggap saat berkepunyaanDan dibuang saat ada yang menggantikan Ini aku!Bersama senyum penuh

Ibu

Karya: Kaisya Luna Fara Aisa *) Sungguhku berterima kasih kepadamuYang sudah membesarkanku dari aku kecil sampai besarSungguh banyak pengorbananmu kepada

Rindu Ayah

Karya: Putri Evita Muhajir *) Ayah ku….Kaulah pahlawankuKaulah pria pertama yang memelukkuHanya kaulah yang mengerti perasaanku Ayah ku…..Kau adalah mataharikuYang

Bunda Anakmu Rindu

Karya: Aira Qurota A’yun *) Ku pegang engkau erat-eratTatapanmu begitu indahWaktu telah menjadikan harapanNamun, bagiku tatapanmuMasih semanis cokelat Biar saja

Asa Ganda

Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku