logo_mts192
0%
Loading ...
Civitas MTs Miftahul Ulum 2 Ikut Berbagi dalam Santunan 10 Muharram 1448 H
0
Menjemput Kemabruran: Perjalanan Haji yang Mengubah Jiwa
0
Belajar Kurikulum Cinta dari Keluarga Nabi Ibrahim dalam Pendidikan Karakter
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Pertemuan Rutin KKMTs di MTs Nahdlotut Tholibin
0
Teologi Cinta menuju Aktualisasi Karakter: Relevansi Pengorbanan Iduladha terhadap Kurikulum Berbasis Cinta di Indonesia
0
Puasa Asyura: Ibadah Sunnah yang Sarat Sejarah dan Keutamaan
0
Operator dan Kabag TU MTs. Miftahul Ulum 2 Hadiri Sosialisasi Juknis Penerbitan Ijazah Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Hijrah di Era Digital
0
MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Rapat Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Membangun Ekosistem Pendidikan Rumah: Belajar Ketabahan dan Komunikasi Edukatif dari Keluarga Khalilullah
0
MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Rapat Triwulan KKMTs Kab. Lumajang di Senduro
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Jalani Ujian Disertasi Tertutup Program Doktor di UINSA Surabaya
0

Category: Puisi

Bunda

Karya : Khoyriyah Basich *) Maaf, maaf dan maafMaafkan anakmu iniAku tak bisa membuatmu bahagiaDan sering membuatmu gelisah Maaf bun…..Kata

Inginku

Karya : Huzaimatul Jannah Ramadhani *) Kian larut mata memandangtak seorangpun di depan matakuHati yang linglung entah mau apaMulut membisu

Permata Hati

Karya: Khumairotun Nisak*) Lantunan doa yang sangat menenangkanBalikkan dapat menghilangkan kegelisahanSemua rasa rindu ini, yang terus bertambah dan bergejolakseiring dengan

Setangkai Bunga Mawar

Karya: Putri Evita Muhajir *) Bunga mawar begitu indah dirimuBegitu harum bungamuBegitu indah warna bungamuDaunnya yang bewarna hijauYang menghias cantik

My Self

Karya: Nur Thalita Safa *) Ini aku!Ada saat dibutuhkanDianggap saat berkepunyaanDan dibuang saat ada yang menggantikan Ini aku!Bersama senyum penuh

Ibu

Karya: Kaisya Luna Fara Aisa *) Sungguhku berterima kasih kepadamuYang sudah membesarkanku dari aku kecil sampai besarSungguh banyak pengorbananmu kepada

Rindu Ayah

Karya: Putri Evita Muhajir *) Ayah ku….Kaulah pahlawankuKaulah pria pertama yang memelukkuHanya kaulah yang mengerti perasaanku Ayah ku…..Kau adalah mataharikuYang

Bunda Anakmu Rindu

Karya: Aira Qurota A’yun *) Ku pegang engkau erat-eratTatapanmu begitu indahWaktu telah menjadikan harapanNamun, bagiku tatapanmuMasih semanis cokelat Biar saja

Asa Ganda

Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku

Guruku

Karya: Humairatun Nisa’ *) GurukuEngkaulah yang mengajari kamiEngkau memberikan kami ilmuTidak pernah marahWalaupun kami tidak mendengarkanmu GurukuMaafkan kami bila kadangkala