logo_mts192
0%
Loading ...

Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bagi Guru Mapel Umum

Share the Post:
Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bagi Guru Mapel Umum

Sejumlah guru MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta bagi guru mata pelajaran umum yang diselenggarakan oleh KKMTS-2 Lumajang. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan guru Mapel Umum se KKMTs-2 ini dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 bertempat di MTs Syarifuddin Wonorejo.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ruli Widayadi dan Muhammad Hannan. Ruli Widayadi menyampaikan materi tentang Pancacinta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai nilai dasar dalam pendidikan, sedangkan Muhammad Hannan memaparkan implementasi KBC dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Baca Juga

Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru MTs Kabupaten Lumajang

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta, yang menekankan pendekatan pembelajaran humanis, berkarakter, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman.

Adapun guru MTs Miftahul Ulum 2 yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Muhammad Ismail, S.Pd (Guru Matematika sekaligus Waka Kurikulum), Aris Purnomo, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia & Waka Sarpras), Amang Phillips Dayeng Pasewang, S.Sos (Guru IPA) dan Abdul Hamid, S.Pd (Guru IPS)Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta partisipasi aktif para guru.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan bimtek ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru. Terima kasih kepada penyelenggara dan narasumber yang telah memberikan ilmu dan wawasan yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata di madrasah.

“Kami berharap para guru dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih humanis, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter siswa secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Ismail, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan penguatan dalam merancang pembelajaran yang lebih humanis dan menyenangkan.

“Kurikulum berbasis cinta menjadi pendekatan penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan hasil bimtek dalam proses pembelajaran di kelas serta meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.

Join Our Newsletter