3 Hari Tatap Muka, Guru MTs. MU 2 BAKID Ikuti Pelatihan TIK MTs di Aula MAN Lumajang

Setelah tiga hari mengikuti Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (MTs) Balai Diklat Keagamaan Surabaya secara Daring, Zainuddin, S.Pd.I., M.Pd Salah satu guru MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang yang ditunjuk bersama 30 Guru MTs Se Kabupaten Lumajang kemudian melanjutkan kegiatan pelatihan TIK tersebut secara tatap muka.

Baca Juga :

GURU MTS. MU 2 BAKID DITUNJUK IKUTI PELATIHAN TIK MTS BDK SURABAYA

Pelatihan tatap muka yang ditempatkan di Lantai 2 Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tersebut dimulai pada jam 07.30 hingga jam 18.00 wib. Selama tiga hari berturut-turut 27-29 September 2021 para peserta harus berjibaku dengan beberapa materi dan tugas disampaikan oleh narasumber dari BDK Surabaya dan Kemenag Lumajang.

Kepala Kemenag Lumajang

Beberapa materi yang diberikan selama pelatihan antara lain : Pembuatan Kelas Online menggunakan aplikasi populer yang disampaikan oleh Drs. Jarot Iswanto, M.Pd.I;  Pembuatan Blog  sebagai portofolio menggunakan aplikasi populer dengan Pemateri Dr. H. Widayanto, M.Pd keduanya merupakan narasumber dari BDK Surabaya yang ditugaskan untuk memberikan materi pelatihan di Kementerian Agama Kabupaten Lumajang

Sementara itu, narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Lumajang adalah Kepala Kemenag Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy yang menyampaikan materi Pembangunan Bidang Agama. Selanjutnya, Kasie. Pendma H. Hasanuddin, M.Pd.I. menyampaikan materi Nilai-nilai Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) k
Kementerian Agama.

Peserta Pelatihan TIK MTs

Dalam paparannya di hari kedua, Kepala Kemenag Lumajang menyampaikan pentingnya gerakan dan pembangunan moderasi beragama di Indonesia saat ini dalam rangka mewujudkan Indonesia damai. Mengingat saat ini semakin banyak muncul aliran-aliran dan organisasi berfaham radikal dan intoleran. Karenanya pihaknya berharap guru madrasah harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan moderasi beragama di lingkungan masing-masing.

Saat dihubungi tim redaksi mtsmu2bakid.sch.id, Zainuddin menuturkan bahwa dalam pelatihan tersebut para peserta tidak hanya diberikan materi dan teori saja. Setiap hari, sesi para peserta juga dituntut untuk praktik belajar mandiri dalam penerapan materi yang diterima. Walaupun kegiatan begitu padat, namun para peserta sesekali diajak untuk merefresh otot-otot dan otak yang sudah begitu tegang dengan game-game edukasi yang menyenangkan sehingga membuat para peserta tidak merasa jenuh dan bosan.

Di akhir pertemuan, para peserta diajak melakukan refleksi diri atas kegiatan dan materi yang disampaikan pada hari itu. Dengan demikian para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmunya di madrasah masing-masing pasca mengikuti pelatihan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.