Focus Group Discussion (FGD) September 2021 : Gathering Idea

Rabu (29/09/2021), MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid sedianya melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun Ke-2 kepemimpinan Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I, M.Pd namun urung dilaksanakan dikarenakan adanya kegiatan PP. Miftahul Ulum kemudian diusulkan jadwal agenda PKKM diundur. Kendati demikian, Kamad mengusulkan kepada internal guru dan staf untuk melangsungkan Focus Group Discussion (FGD) Edisi September di hari itu juga, akan tetapi FGD yang biasa dilangsungkan di lingkungan madrasah kini terpaksa dialihkan di kediaman Kepala Tata Usaha Mochammad Fathur Rosi, S.H yang tidak jauh dari madrasah.

Menurut surat bernomor MU-F2/314/A.II/IX/2021 ini, FGD edisi kali ini mengagendakan pembahasan terkait pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM), dan hal-hal yang menyangkut akreditasi di tahun mendatang, serta agenda wajib bulan, yaitu: evaluasi kinerja sebulan sebelumnya, rencana kerja sebulan kedepan, dan sesi penyampaian ide/gagasan baik itu dari dewan guru maupun staf.

Baca Juga :

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) AGUSTUS 2021

Terkait ANBK, Abdul Rozaq, S.Sos selaku Proktor ANBK menyampaikan segala hal yang sifatnya teknis mulai dari sarpras, jaringan, hingga daftar siswa yang sesuai dengan sistem sudah fix dan MTs. Miftahul Ulum 2 siap menyukseskan ANBK.

Agenda kedua menyangkut PKKM, seperti informasi di awal bahwa kegiatan PKKM diundur, Amang Philips Dayeng P, S.Sos menyampaikan walaupun seluruh dokumen dirasa sudah lengkap bukan berarti tanggung jawab Tim PKKM selesai.
“Dengan diundurnya jadwal pelaksanaan bukan berarti tugas kita selesai, bahwa dengan adanya perubahan jadwal ini sebaiknya kita manfaatkan waktu untuk kembali mereview bahkan jika perlu merevisi kelengkapan-kelengkapan dokumen yang dibutuhkan dalam PKKM” usul dari Amang yang dalam hal ini menjadi Ketua Tim PKKM MTs. Miftahul Ulum 2. Lebih lanjut, Husen, S. Pd yang menjadi Sekretaris Tim PKKM kembali menanyakan kepada masing-masing koordinator dari kelengkapan komponen PKKM tentang hal-hal yang mungkin masih ada yang kurang entah itu bukti fisik maupun sekedar format, “jika memang yang sudah dilengkapi oleh rekan-rekan itu cukup untuk disajikan maka yang perlu dilakukan saat ini yaitu review kembali dan jikalau menemukan ketidak-sinkronan antara indikator dengan bukti fisik misalnya – agar segera diperbaiki kembali” ungkap Husen yang juga pengurus LKSA Miftahul Ulum.

Berlanjut pembahasan akreditasi yang meskipun tahun 2022 nanti dilaksanakan namun kepala madrasah menginginkan Tim Akreditasi tetap memiliki progres tiap bulannya. Tim yang sudah dibagi tugasnya ini diminta memaparkan hasil apa yang sudah dikerjakan selama sebulan terakhir – berikut kendala yang ditemukan selama proses tersebut kemudian forum seketika mendiskusikan agar secepatnya menemukan solusi dari kendala yang ada.

FGD Edisi September kali ini lebih tampak seperti acara gathering, senda-gurau mewarnai sesi penyampaian ide/gagasan. Diawali kepala madrasah yang menyampaikan gagasan tentang pengamanan dokumen madrasah yang harus segera ditata sedemikian rupa di sebuah server (big data/ledger, lebih populer dengan istilah sistem cloud). Ide beliau ini berangkat dari hasil diskusi dengan guru-staf yang sering mengikuti webinar-webinar yang bertajuk madrasah digital (tema pemanfaatan teknologi digital) dan melihat jumlah siswa yang kini mencapai seribuan (asumsi jumlah rata-rata siswa baru tiap tahunnya 300-400 siswa baru) kemungkinan jika tetap berpegang teguh pada cara lama yang menggunakan basis dokumen hardcopy akan menyita banyak ruang dan memakan anggaran besar untuk perawatan dokumen-dokumen tersebut, solusi dari itu dengan memanfaatkan teknologi big data/ledger. Ide ini pula yang mendorong Akh. Farid, S.Kom (pembina ekskul robotika) mengikuti pelatihan Web Developer yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI beberapa minggu terakhir dan beberapa staf pun turut memperkaya pengetahuan di bidang optimalisasi website..

Gagasan berikutnya diutarakan oleh Muhammad Ro’uf, S.Pd yang mengharapkan civitas madrasah ini membudayakan penggunaan bahasa asing yang dalam hal ini Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ide dasarnya berangkat, berangkat dari pengalaman presentasi MYRES 50 besar yang beberapa peserta menggunakan bahasa asing dan yang utama mempersiapkan peserta didik agar tidak canggung untuk berkomunikasi atau menggali ilmu dengan penggunaan bahasa asing. Langkah kecilnya, ada satu hari dalam sepekan semua dewan guru-staf-murid wajib menggunakan bahasa asing. Gayung bersambut, kepala madrasah menyetujui ide ini dengan mempertimbangkan bahwa dunia bergerak dinamis dan teramat cepat dengan adanya teknologi informasi. “Anak-anak sangat perlu dibiasakan mendengar, mengucap, dan menulis bahasa asing karena dengan adanya internet ini dunia tiada sekat lagi, semua dapat saling berkomunikasi dan berkontribusi dalam komunitas global” terang Sahroni yang hobi membaca kitab-kitab berbahasa Arab.

Sebelum berakhirnya FGD, kepala madrasah kembali menuangkan gagasan agar bidang kehumasan proaktif dalam pengelolaan website terutama tentang layanan informasi, kemudian di sana juga menyediakan semacam form saran dan pengaduan. Menurut beliau, layanan informasi ini penting bagi lembaga pendidikan karena sejatinya pendidikan itu menyediakan informasi (red: ilmu, petunjuk) dan melayani – agar tercerahkan. Setelah terjadi diskusi ringan, beberapa administrator website madrasah menambahkan menu dan sub-menu di bagian interface sesuai dengan ide dari kepala madrasah namun untuk isiannya bertahap dilengkapi.

Catatan reportase:
“Mendiskusikan ide, menyamakan persepsi, dan mengkombinasikan langkah strategis yang kita kerjakan tidak selamanya sempurna namun hal itu bagian dari ikhtiar perjuangan – Tiada yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah Al Mu’izzu

One Reply to “Focus Group Discussion (FGD) September 2021 : Gathering Idea”

Leave a Reply

Your email address will not be published.