PAS Hari Ketiga : Qurdis dan Bahasa Indonesia

PAS Semester Ganjil 2022-2023 memasuki hari ketiga (Rabu, 30/11/2022). Sebelum bel masuk ruang ujian berdering, terlihat Waka Kesiswaan Zainul Arifin, S.H berdiri tepat di tengah gerbang gedung madrasah memeriksa satu per satu siswa terkait kedisiplinan.

Penegakan kedisiplinan siswa menurut alumni STIS Miftahul Ulum Lumajang ini harus lebih serius terutama di saat ujian, “Pengkondisian dalam hal kedisiplinan bagi saya sangat penting terutama agar mereka mengetahui apa yang harus diprioritaskan, terlebih ini momentum ujian. Selain itu, pengetatan aturan selama ujian juga merupakan simulasi agar mereka memiliki kesiapan di masa depan terutama saat mereka menjalani ujian-ujian kedinasan dan semacamnya”.

Baca Juga

PAS HARI KEDUA, MAPEL AKIDAH AKHLAK & IPA DIUJIKAN

Ujian hari ketiga ini giliran Mapel Al-Qur’an Hadits dan Mapel Bahasa Indonesia. Saat ujian jam pertama berlangsung, pewarta madrasah menanyakan perihal materi soal dan suasana ruang ujian kepada M. Faisol Ali, S.H yang bertugas mengawasi salah satu ruang ujian. Desainer grafis sekaligus salah satu pembina ekskul seni gambar kaligrafi ini menyatakan bahwa materi dan jumlah soal sama halnya dengan ujian di hari kedua, yaitu Mapel Akidah Akhlak. Sedangkan terkait kondisi ruang ujian, untuk hari ini cuaca cukup cerah sehingga suhu di ruang ujian lantai 3 itu dirasa membuat gerah seisi ruangan.

Di gedung terpisah, di ruang ujian siswi, M. Kawakib Nurul J, S.H memberikan keterangan bahwa ujian di jadwal pertama berjalan lancar. Namun, ada siswi-siswi yang absen dikarenakan sakit demam. “Pengerjaan ujian jam pertama hari ini terbilang cepat, kemungkinan mapel yang diujikan sudah dikuasai atau mungkin karena status mereka ini santri pondok jadi mudah saja mengerjakan soal-soal dari Al-Qur’an Hadits”, terang bendahara madrasah.

Untuk Mapel Bahasa Indonesia, dari pantauan tim redaksi madrasah, banyak siswa-siswi yang tidak tenang dalam mengerjakan soal. Tampak raut wajah kebingungan dan posisi duduk yang tak nyaman. Menanggapi situasi tersebut, Fathurrahman, S.Pd berkomentar di WAG Madrasah, menyampaikan keluhan siswa yang menyatakan bahwa banyak soal yang menggunakan narasi panjang sehingga membutuhkan waktu untuk mencernanya.

“Mereka ini merasa waktu yang diberikan tidak cukup untuk mengerjakan soal, karena soal-soal itu selalu diawali dengan narasi yang panjang, bahkan ada beberapa soal yang menyertakan angka-angka seperti soal matematika. Banyak yang mengeluh tadi di saat mengerjakan”, tulis Guru Bahasa Arab yang juga menjabat sebagai Direktur Kopontren PP. Miftahul Ulum Bakid Lumajang.

Soleh, S.Pd salah satu guru penyusun soal Mapel Bahasa Indonesia menyebut bahwa soal-soal itu dibuat sesuai dengan MOTS dan HOTS juga berpijak pada literasi-numerasi, “sebetulnya memang seperti itu kaidah yang kita terapkan di soal ujian PAS kali ini, yaitu berpijak pada literasi-numerasi dan level kesulitan soal pun di tataran middle sampai high”.

Syahrul Rhomadhona S.H yang jadwal tugasnya hari ini menjaga lorong-lorong gedung madrasah agar tetap tenang merasakan adanya perbedaan antara jam pertama dan jam kedua ujian. Menurutnya, di jam pertama banyak siswa yang sudah keluar ruangan -padahal waktu ujian dirasa masih panjang- sehingga banyak bergerombol di lorong gedung. Sedangkan di jam kedua, kebanyakan siswa serentak keluar ruangan setelah bel berbunyi, tentu saja hal yang demikian itu memudahkan tugasnya.

One Reply to “PAS Hari Ketiga : Qurdis dan Bahasa Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *