logo_mts192
0%
Loading ...
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Hadiri Rapat Persiapan OMI Tahun 2026
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Hadiri Tasyakuran Gedung Baru Asrama Santri
0
Ketika Cinta kepada Rasulullah saw Menjadi Ukuran Hati
0
Nabi Isa Pun Mengabarkan Kelahiran Rasulullah saw
0
MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Webinar “Akreditasi Tanpa Panik” Bersama Pokjawas Madrasah Jatim
0
Ekstrakurikuler Seni Religi MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Shooting Video Clip Cover Shalawat di Gunung Gambir
0
Mengenal Ekoteologi Islam: Kemenag RI Dorong Kepedulian Lingkungan Berbasis Nilai Keislaman
0
Download Soal KSM/OMI: Bahan Persiapan OMI Tahun 2026
0
Nabi Ar-Rahmah: Rasulullah saw Sang Pembawa Kasih Sayang
0
Ketika Cinta Menjadi Jalan untuk Bersama Nabi Muhammad Saw
0
Drama Kemerdekaan Tutup Rangkaian Festival Karya dan Seni MTs Miftahul Ulum 2 Tahun 2026
0
Festival Karya dan Memasuki Hari Keempat,  Lomba Paduan Suara Riuhkan Aula
0

Category: Literasi

Nenek Gayung (Cerpen)

Karya : Fitroh Nuraini *) Malam itu gelap mencekam, suasananya yang begitu seram bercampur dengan udaradingin malam yang membuat badan

Perpisahan

Karya : Adifa Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Selama perpisahan ini terjadiHatiku tergores kesedihan,hatiku merasakan luka yang sangat dalamKetika terucap

Hujan

Karya: Lailatun Nafilah *) Rintikan air hujan membasahiHingga ke ulung hatiKarena aku yang bertemaSepi, bersama secangkir kopi Hujan……Izinkan sekali lagi

Tak Redup Semangat

Karya: Fitroh Nuraini *) Terpuruk dalam kenestapaanMenjadikan masalah sebagai pelajaranBersemangat dan tak pernah redupJati dirinya yang sering di rendahkan Namun……Kesabaran

Tanah Air Indonesia

Karya : Fitroh Nuraini *) Berkibarlah sang pusakaBuktikan kejayaan negaraKeelokan tanah air Indonesia Berjajar pulau di nusantara berbeda bahasa, suku

Rumit

Karya : Syarifatul Khoiriyah *) Haruskah serumit inibanyak kejanggalan hatiyang tak bisa ku pungkiriBanyak beban yang tengah ku hadapiHaruskah saat

Angin

Karya : Lailatun Nafilah *) Helaian rambutku bertebaranMenyisakan ketenanganMenepi, menyisakan dedaunanYang sekali bertebaran Di sini ku seorang diriDengan tinta hitam