logo_mts192
0%
Loading ...
Hari Santri 2026 : Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
0
Kelas Literasi, MTs Miftahul Ulum 2 Manfaatkan Laboratorium TIK untuk Kembangkan Kreativitas Siswa
0
Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Angkat Tradisi Pesantren dalam Lomba Video Edukasi Bulan Bahasa 2026
0
Angkat Kisah Asal Muasal Jatiroto, Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Lomba Bahasa Tingkat Kabupaten
0
Saring Potensi dan Tumbuhkan Kompetensi, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Seleksi Masuk Kelas Unggulan Berbasis Komputer
0
Tingkatkan Kualitas Evaluasi, Guru Bahasa Arab MTs Miftahul Ulum 2 Gabung Penyusunan Bank Soal di MGMP Wilker 2
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Pengurus Yayasan dan Pesantren
0
Jumat, Saatnya Memperbanyak Shalawat
0
Hadapi PKKM Perdana, Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Tekankan Dokumen yang Nyata dan Dapat Dipertanggungjawabkan
0
MTs Miftahul Ulum 2 Gelar FGD, Kepala Madrasah Ajak Guru Lakukan Refleksi dan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
0
Tak Harus Terlihat untuk Berarti : Belajar dari Garam
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Seleksi Beasiswa Moderasi Beragama 2026
0
Tidak ada postingan lainnya.

Karya Siswa

Tak Redup Semangat

Karya: Fitroh Nuraini *) Terpuruk dalam kenestapaanMenjadikan masalah sebagai pelajaranBersemangat dan tak pernah redupJati dirinya yang sering di rendahkan Namun……Kesabaran

Tanah Air Indonesia

Karya : Fitroh Nuraini *) Berkibarlah sang pusakaBuktikan kejayaan negaraKeelokan tanah air Indonesia Berjajar pulau di nusantara berbeda bahasa, suku

Rumit

Karya : Syarifatul Khoiriyah *) Haruskah serumit inibanyak kejanggalan hatiyang tak bisa ku pungkiriBanyak beban yang tengah ku hadapiHaruskah saat

Angin

Karya : Lailatun Nafilah *) Helaian rambutku bertebaranMenyisakan ketenanganMenepi, menyisakan dedaunanYang sekali bertebaran Di sini ku seorang diriDengan tinta hitam

Seorang Guru

Karya : Adifah Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Kau tembus dinginnya pagi dan pekatnya malamKau berkorban demi anak didik yang

Hijab Pertamaku

Karya: Lailiatun Nafilah *) Raquell mulai membuka kedua matanya perlahan, karena sinar matahari yang menembus indra penglihatannya,melalui sela-sela jendela. Setelah

Pisau Menusuk Pertemanan

Karya : Putri Evita Muhajir *) Hari ini yang kurang sempurna untukkuBukan tak mau bersamamuBukan tak mau melihat perjuanganmuHanya aku

Teman-temanku

Karya: Humairotun Nisak *) Teman – temanku….Engkaulah teman-temanku yang terbaikEngkaulah yang selalu menemanikuDan engkau juga ada di saat aku sedihDan

Guruku

Karya: Aira Qurota A’yun *) Guruku…….Terimakasih engkauh telah mengajarikuIlmu ilmu yang bermanfaatSampai diriku tauNahwu, sejarah itu apa Guru….Engkaulah orang keduaYang