logo_mts192
0%
Loading ...
Logo MATAMUDA 2026, Usung Tema : Cerdas Literasi, Luhur Budi Pekerti
0
KMA Nomor 736 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemenuhan Beban Guru Madrasah yang Bersertifikat Pendidik
0
MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Verifikasi LPJ BOS Madrasah Tahun 2026 di Kemenag Lumajang
0
MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Review Kurikulum Dokumen 1 Bersama Pengawas Bina
0
Template Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) Tahun Pelajaran 2026/2027 Siap Diunduh
0
Pimpinan MTs Miftahul Ulum 2 Ziarah Haji ke Pengawas Bina
0
Inilah Karya Ilmiah dan Publikasi Bereputasi Nasional dan Internasional Dr. Zainuddin, M.Pd.
0
Merawat Bumi: Refleksi Hari Bebas Kantong Plastik Internasional
0
Juknis MATAMUDA Tahun Pelajaran: 2026/2027
0
Kemenag Perkenalkan Istilah Baru MATAMUDA, Gantikan MATSAMA
0
Guru Doktor, Kado Indah di Pengujung Harlah Ke-7 MTs Miftahul Ulum 2
0
Membangun Madrasah Dimulai dari Membangun Guru
0

Category: Karya Siswa

Nasehat Pria Paruh Baya Itu

Karya: Sely Holiana S.*)      Kini, adzan telah berkumandang dan menandakan jika sudah memasuki waktu isya’. Umat muslim berbondong-bondong menuju

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu

Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Fokus

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?

Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal

Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata