logo_mts192
0%
Loading ...
MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Rapat Penyusunan MoU Bersama Polres Lumajang
0
Cegah Bullying, MTs Miftahul Ulum 2 Bekali Siswi dengan Edukasi dan Praktik Pencegahan Kekerasan
0
Ciptakan Madrasah Aman dan Nyaman, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Edukasi Pencegahan Bullying bersama Satbinmas Polres Lumajang
0
9 Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Wakili Madrasah di OMI Tingkat Kab. Lumajang Tahun 2026
0
Tegakkan Kedisiplinan, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Sosialisasi Tata Tertib Madrasah dan Pesantren
0
Kasie Pendma Bekali Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dengan Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Serahkan Dua Buku Karya Guru dan Siswi kepada Kasie Pendma Kemenag Lumajang
0
Kasie Menyapa: Kasie Pendma Kemenag Lumajang Kunjungi MTs Miftahul Ulum 2 Bakid
0
MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Gelar Pembinaan dan Pendampingan Peserta OMI 2026
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Hadiri Rapat Persiapan OMI Tahun 2026
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Hadiri Tasyakuran Gedung Baru Asrama Santri
0
Ketika Cinta kepada Rasulullah saw Menjadi Ukuran Hati
0
Tidak ada postingan lainnya.

Category: Karya Siswa

Misteri Bola Pingpong

Karya: Niswatul Laili *) Di kala tahun 1992, ada anak bernama Vano yang tidak mempunyai ibu, ia sangat pintar sehingga

Ibu

Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Ibu…Trimakasih sudah menjadi perempuan terhebatYang pernah aku kenalSungguh terasa hangatnya genggamanmuDan mendengar langsung nasehatmuMungkin…Aku salah

Ungkapan Rindu

Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah

Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Nasehat Pria Paruh Baya Itu

Karya: Sely Holiana S.*)      Kini, adzan telah berkumandang dan menandakan jika sudah memasuki waktu isya’. Umat muslim berbondong-bondong menuju

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu

Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun