Selamat Jalan M. Zainun Yahya

Kamis, 4 November 2021, civitas MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid berduka. Saudara dan rekan sejawat yang bertanggung-jawab atas kebersihan madrasah ini pergi terlebih dahulu ke haribaan Allah SWT. Kabar duka ini mula-mula disampaikan Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I, M.Pd via WAG yang diterimanya dari pengurus PP. Miftahul Ulum Bakid.

Mendapati kabar duka tersebut, Waka Kesiswaan Zainul Arifin, S.H dan Zainuddin, S.Pd.I, M.Pd serta rombongan staf takziah ke rumah duka di Desa Tugusari Kec. Bangsalsari Kab. Jember. Di hari berikutnya, rombongan guru dan staf TU yang lain turut bertakziah. Waka Humas Danang Satrio P, S.Psi mewakili kepala madrasah yang tidak dapat ikut serta karena sedang berada di Pamekasan mendampingi Kafilah Lumajang di MFQ 2021, menyampaikan duka cita yang teramat dalam atas kepergian almarhum. Rombongan yang ditemui oleh Ayahanda dan Ibunda almarhum kemudian bersama-sama memanjatkan tahlil mendoakan almarhum.

Atas permintaan ayahanda, secara bergiliran rekan-rekan menceritakan kenangan bersama almarhum. Suasana mengharu-biru ini membuat yang hadir tak kuasa menitikkan air mata mengenang kebaikan almarhum semasa hidupnya, tak terkecuali ayahandanya yang dengan seksama mendengarkan kesan yang tersampaikan. Ibunda pun kembali menangis tatkala menonton penampilan almarhum Yahya di kanal You Tube Bakid Multimedia yang membawakan Sholawat Kun Anta.

M. Zainun Yahya selain aktif sebagai santri di pesantren juga mengabdikan dirinya kepada madrasah ini di bidang kebersihan dan sebagai pengampu ektra-kurikuler Miftahuna. Menurut keterangan rekan-rekan staf TU, Abdul Wafi, S.H misalnya, almarhum mengkoordinir grup Al-Banjari di asrama pesantren yang dinamainya Al-Fatih dan memiliki impian berdakwah melalui lantunan syair diiringi aransemen nada. Abdul Halim menyebut almarhum sebagai seorang kawan yang tak pernah mengeluh, “Tidak pernah saya temui almarhum mengeluh, Yahya ini setiap harinya senyum sumringah menghiasi parasnya, beliau seorang tahfidz yang giat dan mendalami kitab kuning walaupun banyak kegiatan yang dia geluti di pesantren”.

Sedangkan Misbahul Anwar mengatakan bahwa Yahya semenjak dia berkenalan adalah seorang kawan bertanggungjawab dan menyukai hal-hal baru, almarhum yang pendiam sejatinya seorang pelajar yang giat. Amir Maksum, S.H memberi kesaksian bahwa Yahya istiqomah dalam menjalani ibadah puasa sunnah dan puasa-puasa yang beliau kerjakan jarang ada yang mengetahuinya.

Aris Purnomo, S.Pd menambahkan, “Yahya adalah barista di kantor, tanpa kopi buatannya para guru akan mengeluh seharian”. Kabag TU Fathur Rosi, S.H merasakan kehilangan rekannya ini, karena berkat almarhum, kantor madrasah yang sederhana menjadi nyaman untuk beraktivitas dan melaksanakan pekerjaan operasional.

Teramat banyak kebaikan almarhum di civitas madrasah ini, semoga Allah SWT memberikan ganjaran pahala atas perjuangan dan ibadah yang almarhum kerjakan. Aamiin.

Yahya, engkau saudara dalam beribadah dan seorang kawan yang tulus berjuang untuk kemajuan pendidikan.

Humas MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published.