Peranan Guru Akidah Akhlak dalam Mengembangkan Perilaku Afektif Siswa

Oleh : M. Hasyim As’ari, SH *)

Seiring dengan percepatan lajunya perkembangan zaman, pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimana ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Disamping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial. Bagaimanapun manusia tidak bisa terlepas dari individu yang lain, secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antara manusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk interaksi. Baik secara interaksi dengan alam, lingkungan dan interaksi dengan sesamanya, maupun interaksi dengan Tuhannya.

Akhlak memiliki fungsi yang sangat penting bagi siswa, dan tidak saja dirasakan oleh siswa-siswi tetapi juga dirasakan oleh semua manusia. Oleh karena itu, diajarkan mata pelajaran Akidah Akhlak. Dalam salah satu syair Ahmad Syauqi menyatakan : “Bahwa suatu bangsa akan bisa bertahan selama mereka masih memiliki Akhlak, bila Akhlak telah tiada mereka akan lenyap pula”

Guru wajib juga memiliki akhlakul karimah karena guru yang tidak berakhlak yang baik tidak mungkin dipercaya menjadi seorang pendidik. Yang dimaksud dengan akhlak baik dalam ilmu pendidikan Islam adalah akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti dicontohkan oleh pendidik utama Muhammad SAW. Di antara akhlak guru tersebut adalah:

  1. Mencintai jabatannya sebagai guru
  2. Berlaku sabar dan tenang
  3. Dapat berwibawa
  4. Harus bergembira Ketika mengajar
  5. Bersikap adil terhadap sesama muridnya.
  6. Bersifat manusiawi

Guru akidah akhlak yang tugasnya adalah menyajikan materi pelajaran akidah akhlak pada semua siswa. Oleh karena itu kemampuan guru akidah akhlak mengajarkan materi dihadapan siswa sangat dituntut kemampuannya untuk memberdayakan siswa-siswinya pada setiap menagajarkan materi pelajaran. Oleh karena itu guru dituntut semaksimal mungkin untuk memahami materi pelajaran yang akan diajarkan pada semua siswa.

Perilaku afektif siswa dalam mempraktikkan akidah akhlak lebih menekankan pada penggalian karakteristik peserta didik yang dapat menjadi sumber motivasi bagi siswa untuk bergerak, berbuat, berperilaku secara konkrit serta menjauhkan diri siswa dari penyimpangan perilaku yang tidak diharapkan utamanya masalah hukum yang berkaitan dengan syari’at.

*) Guru Akidah Akhlak MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Leave a Reply

Your email address will not be published.