FGD Edisi November 2021, Sebelum Akhir Semester Ganjil

Kamis, 25 November 2021 Focus Group Discussion MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid digelar selain sebagai agenda bulanan, kali ini lebih banyak membahas hal-hal terkait sentralisasi sistem kelembagaan di bawah naungan Yayasan PP Miftahul Ulum. Dalam pembukaan FGD, kepala madrasah menyebut sentralisasi ini akan berimplikasi pada setiap agenda kegiatan di lingkungan madrasah. Meskipun demikian, civitas ini tetap memiliki otonomi dalam perencanaan dan managerial.

Baca Juga

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) OKTOBER 2021

Menyikapi perubahan itu, Sahroni, S.Pd.I, M.Pd mengintruksikan kepada jajarannya untuk segera membentuk kepanitiaan musyawarah kerja yang bertujuan menyusun agenda kegiatan selama setahun kedepan agar sejalan dengan agenda yayasan. Dalam musyawarah kerja itu nantinya setiap wakil kepala dan pengampu ekstrakurikuler diharapkan memiliki program-program kerja, bahkan jika ada gagasan visi/pandangan setahun kedepan dari para guru/staf dipersilahkan segera dibentuk kepanitiaan kecil untuk menyusun konsepnya.

Pembahasan berikutnya terkait kesiapan akreditasi, perkembangan penyiapan dokumen masing-masing dipaparkan oleh tiap-tiap panitia & Fathurrozi, S.H selaku Kabag TU lebih banyak memberi penjelasan tentang bukti fisik serta mengharapkan kepada panitia pelaksana untuk banyak berkomunikasi jikalau menemukan kesulitan. Dalam kesempatan ini, setiap wali kelas diwajibkan untuk lebih teliti mendata anak didiknya terkait absensi dan lain sebagainya agar data-data yang ada tidak tumpang tindih dengan data RDM yang dikelola oleh Hasyim Asy’ari, S.H.

Berbeda dengan tahun ajaran sebelumnya, class meeting semester ganjil 2021 diadakan sebelum Penilaian Akhir Semester Ganjil. Menurut panitia yang dipimpin Faisol Ali, S.H, class meeting kali ini dimaksudkan untuk refreshing sebelum siswa menghadapi ujian. Konsepnya dikemas dengan keceriaan namun tetap mengedepankan olah pikir, yang memungkinkan siswa peserta class meeting itu menambah jam terbangnya sebelum mengikuti kejuaraan di tingkat nasional. Dalam pelaksanaannya, konseptor perlombaan dari kalangan guru-staf dan pelaksananya adalah OSIM yang berkoordinasi dengan tiap-tiap wali kelas dan dibantu beberapa staf.

Forum ini kemudian mendengarkan pemaparan Panitia PAS Ganjil 2021/2022, ketua pelaksana Husen, S.Pd menjelaskan kesiapan dan teknis ujian berlangsung serta membagi juknis kepada para pengawas. Secara keseluruhan, panitia sudah siap dalam hal logistik dan tata laksana untuk melaksanakan ujian sesuai dengan kalender pendidikan.

Berikutnya terkait kedisplinan siswa, perlu kiranya madrasah ini menjalin kerjasama dengan pihak keamanan pesantren, terlebih bagi siswa-siswi yang bolos atau memanfaatkan jam kosong untuk bermain. Sinergi antara layanan bimbingan konseling dan divisi keamanan pesantren perlu ditindaklanjuti. Hal ini perlu dilakukan mengingat kedisiplinan adalah faktor kunci siswa untuk dapat fokus belajar dan meraih prestasi. Jika kesadaran kolektif masyarakat pesantren terkait kedisiplinan ini dapat terwujud, untuk meraih kesuksesan akan mudah sekali tercapai.

Pembahasan sarana-prasarana terkait penambahan ruang kelas putri untuk kelas VII dan kelas VIII, setelah pelaksanaan PAS akan difokuskan pemekaran kelas yang khusus ditujukan untuk siswi-siswi prestasi secara akademik. Terutama agar para siswi dapat lebih fokus mengikuti pelajaran, sedangkan bagi guru-guru dapat menjalankan program pembelajaran dengan lebih efektif.

Diakhir diskusi FGD, kepala madrasah kembali mengingatkan kepada semua guru untuk selalu membuat video pembelajaran yang didasarkan pada RPP sebagai bentuk respon civitas ini menjawab era internet dan belajar menggunakan media pembelajaran interaktif yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Selain audio-visual, kepala madrasah mengharapkan civitas ini istiqomah menulis, terutama bagi para guru dan staf. Menurutnya, apa yang sudah kita lakukan setahun belakangan ini dalam gerakan literasi akan kita tingkatkan ke ranah riset dan penulisan ilmiah, trial and error (coba dan gagal) tidak jadi soal jika ini demi pengabdian melawan kebodohan dan menciptakan Rahmatan Lil Allamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.