logo_mts192
0%
Loading ...
Waka Kesiswaan Hadiri Pertemuan KKMTs-2 di MTs Darun Sholah
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Ikuti Sidang Proposal Tesis di UAS Jember
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru MTs Kabupaten Lumajang
0
Emansipasi Perempuan Di Era Digital : Refleksi atas Perempuan Generasi Milenial dan Gen Z
0
Kasie Pendma Tekankan Peran Strategis Kepala Madrasah
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pelatihan Manajerial dan Kewirausahaan Kepala Madrasah Se Lumajang
0
Langkah Sederhana Membangun Anak yang Berilmu
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Raih Hibah Internal Disertasi 2026 dari Universitas Negeri Malang
0
Keputusanku
0
Kunci Sukses Santri
0
Halal Bihalal KKMTs Kabupaten Lumajang, Pererat Silaturrahim dan Perkuat Program Madrasah
0
Hari Kedua TKA Gelombang 3 MTs Miftahul Ulum 2 Berlangsung Kondusif
0

Category: Puisi

My Character Wibu

Karya : Almisa*) Satu putaran waktuSeribu kenangan di masa laluAbout me?Aku tak ingin menjadi TanjirouYang hanya Bahagia sesaatLalu kebahagiaannya hilang

Tangisan Doa Ibu

Doa Ibu

Karya : Muhammad Dafa Sodikin*) Sendu di kelopak matanyaMenghitam di kantung matanyaUcapan lirih dari mulutnyaTangan menengadahUjung mukena basah oleh air

Esai Santri

Esai yang Tak Usai

Karya : Nur Thalita Safa*) Hidup ini sedang tidak baik-baik sajaJangan pernah tanya mengapaNamun siapa yang mau bertanya??Tegur sapa saja

Guruku

Guru

Oleh : Ubaidillah Hasby*) Kami datang untuk tahuEngkau memberi kami ilmuKami datang dengan anganEngkau memberi kami masa depan Segala yang

Darurat

Mendesak

Karya : Nur Thalita Safa*) Luka-luka yang ku jadikan frasaTakan pudar seiring berjalannya masaMenyimpan kenangan dalam setiap perjalannya Biarlah ia

Doa dan Harapan

Harapan

Karya : Putri Evita Muhajir*) Hati akan tersakitiKarma kita sediriSudah tahu dia hanya pemberi harapanMasih saja dipertahankan Kalau sudah terluka

Kebersamaan Kita

Karya: Ahmad Aldian Syaputra*) Dimulai dari kebersamaanYang harus kita jalankanWalaupun banyak cobaanYang harus kita lewatkan Di saat aku sendiriEngkaulah yang

Ayah dan Ibu

Karya : Zahrotul Azizah*) Ibu…Kau adalah wanit yang kuatKau rela berkorban demi anak muMeski harus bangun karna mendengar tangisan kuWahai

Pergi, Kemana?

Karya: Rifatul Aulia Riskia *) Dikala itu aku terpojokkanMenanayakan kenyataanMenelan semua kepahitanMerasakan arti kehidupanMasih menjadi tanda tanyaApa yang telah terjadi

Dia Cakap

Karya : Sely Holiana Santi*) Duduk termenungSembari mencerna nasehat penuh akan hasratNasehat tentang menghadapi kehidupan Dia cakap,Kamu harus menguasai bahasa