logo_mts192
0%
Loading ...
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Rapat Pleno Pengesahan Kelulusan MTs Se-Kabupaten Lumajang
0
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Gelar Asesmen Sumatif Akhir Tahun 2025/2026
0
Membumikan Pancasila dalam Tindakan Nyata: Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026
0
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia : Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026
0
Kado Harlah Ke-7, Guru MTs Miftahul Ulum 2 Terbitkan 2 Buku di Yogyakarta
0
Maju Bersama, Berprestasi Nyata: Dari Literasi Menuju Prestasi
0
Kado Harlah Ke-7, Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Berhasil Terbitkan Buku Ke-14
0
Peringati Harlah Ke-7, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Tasyakuran dan Istighatsah
0
Maju Bersama Berprestasi Nyata: Refleksi Harlah ke-7 MTs Miftahul Ulum 2 Bakid
0
Konstruksi Makna Pengorbanan dan Kesalehan Sosial pada Masyarakat Sub-Urban Saat Hari Raya Kurban
0
Merobohkan “Ego Binatang” dalam Diri: Esensi Hakiki di Balik Filosofi Kurban
0
Makna dan Hikmah Puasa Arafah
0

Category: Puisi

Ayah Ibu

Kenangan Bersama Orang Tua

Karya : Vito Fabian Kristianto*) Di saat aku sendirianEngkaulah yang membawakanSesuatu yang aku inginkanDi saat aku gelisahEngkau lah yang melangkahTerlebih

Rakyat Jelata

Rakyat Jelata

Karya : M.Fahri Nur Fadoli *) Hanya jelata…Bagaimana merajut asa?Sedang mereka sibuk dengan dunianyaMereka pikir baik-baik saja? Perfect,Sama sekali tak

Perbedaan

Beda

Karya : Fina Nailul ihza*) Beda! Aku berbeda.Memang! tapi mengapa?Mengapa harus dibeda-bedakan?Kenapa harus berprilaku berbeda?They say “yang beda itu spesial”

Udata Sejuk

Atma yang Sejuk

Karya : Ieca Nayla Maulidyans *) Bukankah dia Atma?Yang membuat sejuk rasa cinta?Jika ia membaraIa akan membuat dunia serasa milik

My Character Wibu

Karya : Almisa*) Satu putaran waktuSeribu kenangan di masa laluAbout me?Aku tak ingin menjadi TanjirouYang hanya Bahagia sesaatLalu kebahagiaannya hilang

Tangisan Doa Ibu

Doa Ibu

Karya : Muhammad Dafa Sodikin*) Sendu di kelopak matanyaMenghitam di kantung matanyaUcapan lirih dari mulutnyaTangan menengadahUjung mukena basah oleh air

Esai Santri

Esai yang Tak Usai

Karya : Nur Thalita Safa*) Hidup ini sedang tidak baik-baik sajaJangan pernah tanya mengapaNamun siapa yang mau bertanya??Tegur sapa saja

Guruku

Guru

Oleh : Ubaidillah Hasby*) Kami datang untuk tahuEngkau memberi kami ilmuKami datang dengan anganEngkau memberi kami masa depan Segala yang

Darurat

Mendesak

Karya : Nur Thalita Safa*) Luka-luka yang ku jadikan frasaTakan pudar seiring berjalannya masaMenyimpan kenangan dalam setiap perjalannya Biarlah ia

Doa dan Harapan

Harapan

Karya : Putri Evita Muhajir*) Hati akan tersakitiKarma kita sediriSudah tahu dia hanya pemberi harapanMasih saja dipertahankan Kalau sudah terluka