logo_mts192
0%
Loading ...
Lima Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Lumajang Ikuti Mini Drama Competition 2026, Angkat Legenda Minak Koncar
0
Hari Pertama Festival Karya dan Seni Diwarnai Lomba Puisi Kemerdekaan
0
MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Gelar Festival Karya dan Seni Meriahkan HUT RI ke-81
0
FGD Agustus 2026 : Evaluasi KBM dan Matangkan Persiapan Akreditasi
0
Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur : Refleksi di Usia 81 Tahun Kemerdekaan
0
Menjadi Pahlawan di Era Modern: Tugas Mulia Seorang Santri
0
Petani: Pejuang Bangsa yang Terlupakan
0
Hari Pramuka 2026: Memantapkan Langkah, Menjaga Pangan, Menuju Indonesia Emas 2045
0
Ketika Al-Qur’an Mengajarkan Cara Memperingati Kemerdekaan
0
Merdeka dari apa?
0
Ekstrakurikuler Seni Religi MTs Miftahul Ulum 2 Intensif Latihan Olah Vokal Shalawat
0
Lima Hari yang Mengubah Cara Pandang
0

Category: Karya Siswa

Rinduku Untukmu

Rinduku Untukmu

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Berandai angin mampu membawa kembali masa kita.Hari-hari terus berganti, menjauhkan kita hingga tak lagi bersama.Keinginan memeluk

Memulai Cerita Baru

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kenyataan tak selalu bisa ditutupi,air mata pun mengalir tanpa henti.Mengingat semua yang telah terjadi,meyakinkan diri bahwa

Harapan Berujung Duka

Harapan Berujung Duka

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Gadis itu selalu mengulang pertanyaan yang sama, pertanyaan yang seakan melekat dalam setiap helaan napasnya. “Di

Direy : Sahabat Tanpa Hati

Direy : Sahabat Tanpa Hati

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Dipaksa kuat oleh keadaan, kesepian di tengah kesunyian, tenggelam dalam kemandirian ketika sebaya dengannya masih berenang

Liburan Jadi Petaka

Liburan Jadi Petaka

Karya: Abelliatus Zahra *) “Eh, besok jadi nggak ngerayain ultah Candy?” tanya Tasya.“Iya, gue kira Candy ultah di pondok,” jawab

Black White Dragon

Black White Dragon

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kicauan merdu burung selalu terdengar setiap pagi. Suara ramai penduduk Negeri Fireland tak pernah berhenti menghiasi

Mampukah Aku?

Mampukah Aku?

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Hidup terus berjalan tanpa kutahu ujungnya,gelisah di hati kian bergelora.Apa yang akan tercipta di masa depan

Tembok Kita Terlalu Tinggi

Tembok Kita Terlalu Tinggi

Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kita tak akan pernah bisa bersatu.Masjid dan katedral — sampai kapan pun —

Hati yang Penuh dengan Kerinduan

Hati yang Penuh dengan Kerinduan

Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kisah ini mungkin terdengar kekanak-kanakan.Namun jujur, aku merindukanmu.Aku benar-benar merindukanmu.Meski aku sadar, kau

Manusia Favoritku

Manusia Favoritku

Karya: Rizka Aulia Affarida *) Untukmu, wahai manusia favoritku,yang telah melakukan banyak hal bersamaku,yang telah mengukir senyum di bibirku,dan membuat