logo_mts192
0%
Loading ...

Perkuat Kepemimpinan Pendidikan, Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah

Share the Post:

Upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan madrasah terus diperkuat. Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menggelar Diklat Substantif Kepala Madrasah Angkatan VII–XI Tahun 2026 yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 di Aby Hotel Lumajang.

Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari tersebut diikuti oleh para kepala madrasah tsanawiyah se-Kabupaten Lumajang. Diklat ini menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi kepemimpinan untuk memperkuat kapasitas kepala madrasah dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Pembukaan diklat dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H. Achmad Faisol Syaifullah, didampingi Kasubbag Tata Usaha serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma). Sementara itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar.

Baca Juga

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pelatihan Manajerial dan Kewirausahaan Kepala Madrasah Se Lumajang

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan humanis dan keteladanan.

“Sentuh hatinya dengan baik, pasti semuanya akan baik. Karena pola pikirnya sudah baik, maka semua tindakannya akan baik dan menjadi optimis,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin berarti siap menghadapi berbagai konsekuensi.

“Pimpinan harus siap dimarahi, siap dihina. Kalau tidak siap dengan itu semua, jangan menjadi pimpinan,” tegasnya di hadapan para peserta.

Ketua KKMTs Kabupaten Lumajang, Dr. Mohammad Safik, M.Pd., mengatakan bahwa diklat ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kompetensi kepala madrasah sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader).

“Kepala madrasah dituntut tidak hanya mampu mengelola administrasi lembaga, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, membangun budaya akademik, serta meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan. Melalui diklat ini kami berharap lahir kepala madrasah yang profesional, adaptif, inovatif, dan memiliki kepemimpinan yang kuat,” ungkapnya.

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, serta penguatan budaya mutu.

Menurut Husen, pelatihan ini memberikan ruang bagi para kepala madrasah untuk memperkaya wawasan sekaligus bertukar pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan.

“Diklat ini menjadi momentum yang sangat berharga untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan sekaligus berbagi praktik baik antar kepala madrasah. Materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan mutu pendidikan di MTs Miftahul Ulum 2,” ujarnya.

Selama pelaksanaan diklat, peserta akan memperoleh penguatan materi mengenai kepemimpinan substantif, supervisi akademik, manajemen kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan budaya mutu, serta strategi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Selain menjadi forum peningkatan kompetensi, diklat ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para kepala madrasah untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan yang dihadapi, serta merumuskan berbagai inovasi dalam pengelolaan madrasah.

Melalui sinergi antara KKMTs Kabupaten Lumajang dan Balai Diklat Keagamaan Surabaya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin madrasah yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap perubahan, sehingga mampu mendorong terwujudnya madrasah yang semakin maju, unggul, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Join Our Newsletter