logo_mts192
0%
Loading ...

Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pelatihan Penulisan Cerpen dan Novel

Share the Post:

Semangat meningkatkan kompetensi literasi terus dilakukan oleh keluarga besar MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul. Salah satunya melalui keikutsertaan Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd., dalam Pelatihan Penulisan Cerpen dan Novel dalam rangka Bulan Bahasa 2026 yang digelar secara daring, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama MAN 4 Sleman dengan Forcemi. Pelatihan menghadirkan Drs. Ahmad Arif Ma’ruf, M.A., M.Si., Kepala MAN 4 Sleman sekaligus penulis yang telah menghasilkan karya-karya populer. Dua novelnya bahkan telah dicetak hingga mencapai 140 ribu eksemplar.

Baca Juga

Perkuat Spiritual dan Profesionalisme Pendidik, Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti PTSB di Islamic Center MAN Lumajang

Pelatihan menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis karya sastra, khususnya cerpen dan novel. Selain memperkenalkan teknik kepenulisan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun keberanian dalam menuangkan gagasan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan melalui karya fiksi.

Keikutsertaan Fathur Rahman menjadi bagian dari ikhtiar MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul dalam memperkuat budaya literasi, kreativitas, dan pengembangan kompetensi guru.

Kemampuan menulis bagi seorang pendidik tidak hanya bermanfaat untuk menghasilkan karya, tetapi juga dapat menjadi sarana refleksi, dokumentasi pengalaman, serta media menyampaikan pesan pendidikan dengan cara yang lebih kreatif dan menyentuh.

Keikutsertaan Fathur Rahman mendapat apresiasi dari Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I. Menurutnya, pengembangan kompetensi guru melalui kegiatan literasi merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang terus bertumbuh.

“Kami mengapresiasi keikutsertaan Pak Fathur dalam pelatihan ini. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga perlu terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri sekaligus bagi kemajuan madrasah,” ujar Husen.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan dengan menghasilkan karya nyata. Menurutnya, karya guru dapat menjadi inspirasi sekaligus contoh bagi peserta didik bahwa budaya membaca dan menulis merupakan bagian penting dari proses belajar.

“Harapan kami, dari kegiatan ini lahir karya-karya baru dari guru MTs Miftahul Ulum 2. Semoga Pak Fathur dapat menularkan semangat literasi kepada guru lainnya dan terutama kepada para siswa, sehingga budaya membaca dan menulis semakin tumbuh di madrasah,” harapnya.

Melalui kegiatan Bulan Bahasa 2026 ini, diharapkan semangat literasi semakin tumbuh di kalangan pendidik dan dapat ditularkan kepada peserta didik.

Dari guru yang gemar membaca dan menulis, tumbuh budaya literasi; dari budaya literasi, lahir generasi yang mampu berpikir, berkarya, dan menyampaikan gagasan.

Join Our Newsletter