Pembinaan Supervisi Pembelajaran dan Supervisi Guru BK oleh Drs. Achmad Junaedi, M.M

Ssbagaimana diberitakan sebelumnya terkait dengan rapat koordinasi Persiapan Sosialisasi Supervisi Pembelajaran dan Supervisi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Wilayah Bina : Drs. Achmad Junaedi, M.M. Hari ini, Rabu (12/01/21) merupakan merupakan pelaksanaan agenda tersebut.

Kegiatan pembinaan dimulai mulai pukul 08.00 wib di Aula MTs. Nurul Amin Jatiroto lantai. 2 tepat di atas perkantoran madrasah. Sebanyak 42 peserta dari 14 lembaga dari 4 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta antusias dan penuh dengan khidmat mengikuti acara perdana yang diikuti oleh madrasah binaan salah satu asesor BAN S/M Provinsi Jawa Timur tersebut. Masing-masing lembaga terdiri dari kepala, operator dan guru bimbingan dan konseling (BK).

“Ini adalah kegiatan perdana yang diikuti oleh seluruh madrasah binaan saya dalam satu forum.” ujar pria yang akrab disapa Abah Jun ini.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat berjalan efektif dan bermanfaat bagi madrasah binaannya. Dia juga menuturkan bahwa sesuai dengan kesepakatan bersama para kepala madrasah, pembinaan semacam ini akan terus dilakukan secara rutin setiap triwulan dengan materi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kesempatan tersebut ada 3 materi yang disampaikan yaitu

  1. Supervisi Pembelajaran

Berbicara kualitas satuan pendidikan, sudah barang tentu akan mengarah pada bagaimana kualitas proses pembelajaran yang dilakukan para guru di kelas. Kompetensi dan profesionalisme guru menjadi kata kunci akan keberhasilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Karena itu, seorang kepala madrasah harus melakukan supervisi terhadap para guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Karena posisi guru merupakan ujung tombak keberhasilan dalam pencapaian visi dan misi madrasah.

Baca juga

PERTEMUAN TRIWULAN KKMTS. KABUPATEN DAN PEMBINAAN OLEH KEPALA KEMENAG LUMAJANG

Dengan demikian, kepala madrasah akan tahu betul bagaimana potensi guru-gurunya sehingga juga mengetahui pembinaan apa yang dibutuhkan oleh guru-gurunya. Catatan hasil supervisi menjadi modal seorang kepala sekolah menyusun program pembinaan guru.

Usai memaparkan pentingnya supervisi pembelajaran, pengawas senior di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tersebut mempraktikkan penggunaan aplikasi Supervisi Pembelajaran yang telah dishare sehari sebelum pelaksanaan kegiatan. Tidak hanya itu, lembaga yang hadir khususnya para kepala juga diminta untuk melakukan supervisi mulai bulan Januari hingga April mendatang serta membuat laporan hasil supervisi dengan menggunakan aplikasi yang sudah diberikan.

  1. Supervisi Guru BK

Selama ini madrasah kurang perhatian terhadap pentingnya guru BK di madrasah. Guru BK dipandang hanya sebagai polisi madrasah yang berurusan dengan siswa nakal. Padahal lebih dari itu, guru BK memiliki banyak fungsi dan peran antara lain : membantu untuk mengatasi dan menemukan jalan keluar suatu permasalahan dari seorang anak didik, memberikan bimbingan kepada anak agar senantiasa bisa belajar dengan baik; memberikan bimbingan kepada anak didik untuk menempuh karier atau menata kehidupan yang lebih baik.

Karenanya ke depan beliau mengharap madrasah binaannya agar mengaktifkan guru BK lebih-lebih guru yang memang memiliki latar belakang pendidikan jurusan BK. Menurut pengalaman selama menjadi pengawas madrasah, guru BK hanya ada saat menghadapi akreditasi.

Baca juga

RAPAT KOORDINASI OPERATOR DAN BENDAHARA MADRASAH DI LINGKUNGAN YAYASAN MIFTAHUL ULUM

“Yang saya tahu madrasah di wilayah binaan saya yang punya Guru BK asli hanya dua madrasah yaitu MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dan MTs. Miftahul Ulum 1 Bakid.” ujarnya

  1. Akreditasi

Akreditasi memiliki peranan penting baik bagi pemerintah, sekolah alumni maupun masyarakat merupakan salah satu indikator kualitas madrasah. Tujuan utama akreditasi adalah untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan. Pendidikan bermutu diharapkan melahirkan generasi dan pemimpin masa depan yang berkulitas.

Menurut pandangan pengurus Masjid Al-Huda Lumajang ini Kriteria Madrasah Maju diukur dengan dua hal : Pertama Berani menolak murid saat PPDB berdasarkan hasil seleksi dan yang kedua nilai akreditasi madrasah adalah A (unggul).

Leave a Reply

Your email address will not be published.