logo_mts192
0%
Loading ...
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Rapat Pleno Pengesahan Kelulusan MTs Se-Kabupaten Lumajang
0
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Gelar Asesmen Sumatif Akhir Tahun 2025/2026
0
Membumikan Pancasila dalam Tindakan Nyata: Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026
0
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia : Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026
0
Kado Harlah Ke-7, Guru MTs Miftahul Ulum 2 Terbitkan 2 Buku di Yogyakarta
0
Maju Bersama, Berprestasi Nyata: Dari Literasi Menuju Prestasi
0
Kado Harlah Ke-7, Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Berhasil Terbitkan Buku Ke-14
0
Peringati Harlah Ke-7, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Tasyakuran dan Istighatsah
0
Maju Bersama Berprestasi Nyata: Refleksi Harlah ke-7 MTs Miftahul Ulum 2 Bakid
0
Konstruksi Makna Pengorbanan dan Kesalehan Sosial pada Masyarakat Sub-Urban Saat Hari Raya Kurban
0
Merobohkan “Ego Binatang” dalam Diri: Esensi Hakiki di Balik Filosofi Kurban
0
Makna dan Hikmah Puasa Arafah
0

Category: Puisi

Ustadz

Karya: Serly Adilia Agustin *) Apakah kau masih ingat pada kamiApakah kau masih menyimpan kenanganmu dengan kamiMeskipun kau sudah tak

Dear Santri

Karya: Serli Adilia Agustin *) Kau tak kerasan berada di pondok?Kau merasa tak bebas berada di pondok?Kau merasa dirimu terkekang?Tak

Perjuangan Seorang Ayah

Karya : Riski Amelia *) Ayah….Kau selalu membantingkan tulang pada kuKau selalu menafkahi ku Ayah….Terima kasih atas semua jasamuYang telah

Cepat Pulang ya bu?

Karya : Vira Virnanda Ayu L *) Ibu kapan pulangApakah ibu tak rindu pada anak mu ini ?Bu sampai kapan

Pretty Always Win?

Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Jika fisik menjadi patokan untuk segalanyaLantas untuk apa hati tercipta?Belakangan ini dunia mulai

Missing More

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Biarkanlah aku mengabadikan kisahmuDalam sajak yang kutulis atas nama rinduJasadmu boleh saja bersemayam tenang

Kerikil di Atas Tanah

Karya: Sely Holiana S.*) Mata ini tak ingin melihat,Tak ingin melihat tatapan kecewanyaTak ingin melihat ke putus asaan nyaKarena hati

Jerit Luka

Karya: Iecha Nayla Maulidyans *) Awal di mana aku menemukan BahagiaHingga akhir dari segala luka yang ku deritaBerasama waktu yang

Terserah, Aku Menyerah

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Titik terhebat ingin menyerah itu ketika kau benar benar sendiriTak ada sandaran, sang

Arunika

Karya: Nur Thalita Safa *) Teruntuk Arunika yang menyinari cakrawalaTerima kasih telah menerangi bagaskaraMemberi kehangatan pada bantalaJuga, ketenangan kepada sebuah