logo_mts192
0%
Loading ...
Waka Kesiswaan Hadiri Pertemuan KKMTs-2 di MTs Darun Sholah
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Ikuti Sidang Proposal Tesis di UAS Jember
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru MTs Kabupaten Lumajang
0
Emansipasi Perempuan Di Era Digital : Refleksi atas Perempuan Generasi Milenial dan Gen Z
0
Kasie Pendma Tekankan Peran Strategis Kepala Madrasah
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pelatihan Manajerial dan Kewirausahaan Kepala Madrasah Se Lumajang
0
Langkah Sederhana Membangun Anak yang Berilmu
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Raih Hibah Internal Disertasi 2026 dari Universitas Negeri Malang
0
Keputusanku
0
Kunci Sukses Santri
0
Halal Bihalal KKMTs Kabupaten Lumajang, Pererat Silaturrahim dan Perkuat Program Madrasah
0
Hari Kedua TKA Gelombang 3 MTs Miftahul Ulum 2 Berlangsung Kondusif
0

Category: Puisi

Ungkapan Rindu

Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah

Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu

Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Fokus

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?

Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal

Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata