logo_mts192
0%
Loading ...
Belajar Kurikulum Cinta dari Keluarga Nabi Ibrahim dalam Pendidikan Karakter
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Pertemuan Rutin KKMTs di MTs Nahdlotut Tholibin
0
Teologi Cinta menuju Aktualisasi Karakter: Relevansi Pengorbanan Iduladha terhadap Kurikulum Berbasis Cinta di Indonesia
0
Puasa Asyura: Ibadah Sunnah yang Sarat Sejarah dan Keutamaan
0
Operator dan Kabag TU MTs. Miftahul Ulum 2 Hadiri Sosialisasi Juknis Penerbitan Ijazah Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Hijrah di Era Digital
0
MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Rapat Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Membangun Ekosistem Pendidikan Rumah: Belajar Ketabahan dan Komunikasi Edukatif dari Keluarga Khalilullah
0
MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Rapat Triwulan KKMTs Kab. Lumajang di Senduro
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Jalani Ujian Disertasi Tertutup Program Doktor di UINSA Surabaya
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Akan Jalani Ujian Disertasi Tertutup Program Doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya
0
Maju Bersama, Berprestasi Nyata: Refleksi Filosofis dan Transformasi Kolektif dalam Pendidikan Madrasah
0

Category: Puisi

Cerita Subuh

Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan)* Kau takkan tahu banyaknya malam yang ku jenuhiKarena bintang selalu bersembunyi Kau takkan tahu banyaknya

Entah lah

Karya: Zahra Maulia*) Entah, sampai kapan singgah ini menjadi sungguhEntah, apa lagi yang akan disuguhSungguh, mereka hanya tertawa!Tanpa sadar mereka

Kenangan dalam Genangan

Karya : Nur Thalita Safa *) Entah mengapa kali ini rasanya berbedaKali tangisnya seolah membawa duka langitseakan memberitahu tentang sebuah

Ibu

Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Ibu…Trimakasih sudah menjadi perempuan terhebatYang pernah aku kenalSungguh terasa hangatnya genggamanmuDan mendengar langsung nasehatmuMungkin…Aku salah

Ungkapan Rindu

Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah

Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu