logo_mts192
0%
Loading ...
Raih Juara II Lomba Resensi Buku Tingkat Kabupaten, M. Riduwan Ali Harumkan MTs Miftahul Ulum 2
0
Praktikum Perkecambahan, MTs Miftahul Ulum 2 Ajak Siswa Belajar Pertumbuhan Tanaman Secara Langsung
0
MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Pembinaan dan Sosialisasi Integrasi Kegiatan Keagamaan dengan Pesantren
0
Rabiul Akhir dalam Catatan Sejarah: Menelusuri Peristiwa dan Pelajaran dari Zaman Rasulullah saw
0
MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Rapat Penyusunan MoU Bersama Polres Lumajang
0
Cegah Bullying, MTs Miftahul Ulum 2 Bekali Siswi dengan Edukasi dan Praktik Pencegahan Kekerasan
0
Ciptakan Madrasah Aman dan Nyaman, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Edukasi Pencegahan Bullying bersama Satbinmas Polres Lumajang
0
9 Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Wakili Madrasah di OMI Tingkat Kab. Lumajang Tahun 2026
0
Tegakkan Kedisiplinan, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Sosialisasi Tata Tertib Madrasah dan Pesantren
0
Kasie Pendma Bekali Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dengan Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Serahkan Dua Buku Karya Guru dan Siswi kepada Kasie Pendma Kemenag Lumajang
0
Kasie Menyapa: Kasie Pendma Kemenag Lumajang Kunjungi MTs Miftahul Ulum 2 Bakid
0
Tidak ada postingan lainnya.

Category: Puisi

Terlalu Larut

Karya: Sely Hoiana S.*) Laksana angin tanpa tujuanMengurung jiwa dalam relung kehampaanMenatap langit malam nan begitu gelap bagai kehidupanItu mengekspresikan

Cerita Subuh

Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan)* Kau takkan tahu banyaknya malam yang ku jenuhiKarena bintang selalu bersembunyi Kau takkan tahu banyaknya

Entah lah

Karya: Zahra Maulia*) Entah, sampai kapan singgah ini menjadi sungguhEntah, apa lagi yang akan disuguhSungguh, mereka hanya tertawa!Tanpa sadar mereka

Kenangan dalam Genangan

Karya : Nur Thalita Safa *) Entah mengapa kali ini rasanya berbedaKali tangisnya seolah membawa duka langitseakan memberitahu tentang sebuah

Ibu

Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Ibu…Trimakasih sudah menjadi perempuan terhebatYang pernah aku kenalSungguh terasa hangatnya genggamanmuDan mendengar langsung nasehatmuMungkin…Aku salah

Ungkapan Rindu

Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah

Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada