logo_mts192
0%
Loading ...
Belajar Kurikulum Cinta dari Keluarga Nabi Ibrahim dalam Pendidikan Karakter
0
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Pertemuan Rutin KKMTs di MTs Nahdlotut Tholibin
0
Teologi Cinta menuju Aktualisasi Karakter: Relevansi Pengorbanan Iduladha terhadap Kurikulum Berbasis Cinta di Indonesia
0
Puasa Asyura: Ibadah Sunnah yang Sarat Sejarah dan Keutamaan
0
Operator dan Kabag TU MTs. Miftahul Ulum 2 Hadiri Sosialisasi Juknis Penerbitan Ijazah Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Hijrah di Era Digital
0
MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Rapat Kenaikan Kelas Tahun Pelajaran 2025/2026
0
Membangun Ekosistem Pendidikan Rumah: Belajar Ketabahan dan Komunikasi Edukatif dari Keluarga Khalilullah
0
MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Rapat Triwulan KKMTs Kab. Lumajang di Senduro
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Sukses Jalani Ujian Disertasi Tertutup Program Doktor di UINSA Surabaya
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Akan Jalani Ujian Disertasi Tertutup Program Doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya
0
Maju Bersama, Berprestasi Nyata: Refleksi Filosofis dan Transformasi Kolektif dalam Pendidikan Madrasah
0

Category: Puisi

Kebersamaan Kita

Karya: Ahmad Aldian Syaputra*) Dimulai dari kebersamaanYang harus kita jalankanWalaupun banyak cobaanYang harus kita lewatkan Di saat aku sendiriEngkaulah yang

Ayah dan Ibu

Karya : Zahrotul Azizah*) Ibu…Kau adalah wanit yang kuatKau rela berkorban demi anak muMeski harus bangun karna mendengar tangisan kuWahai

Pergi, Kemana?

Karya: Rifatul Aulia Riskia *) Dikala itu aku terpojokkanMenanayakan kenyataanMenelan semua kepahitanMerasakan arti kehidupanMasih menjadi tanda tanyaApa yang telah terjadi

Dia Cakap

Karya : Sely Holiana Santi*) Duduk termenungSembari mencerna nasehat penuh akan hasratNasehat tentang menghadapi kehidupan Dia cakap,Kamu harus menguasai bahasa

Jihad Santri

Karya : Nur Thalita Safa*) Sebuah perjuangan yang mememilukanBukti nyata pada masa yang silamResolusi jihad para pejuangMerebut kembali sebuah perdamaian

Santri

Karya : Abdul Ghofur Ar-Rozi, S.E. *) Dikatanya aku hanya berdiam diri sajaSepi, tanpa warna nan tak bersahajaBagai ayam dalam

Anugerah

Karya : Nur Thalita Safa*) Satu hal yang pastiTak pernah terpungkiriMaupun bersarang dalam naluri dan hatiSebuah ketetapan oleh sang PenciptaMembawa

Fondasi

Karya : Nur Thalita Safa*) Langit menatap senduMenatap wajah penuh kesedihan ituWajah Lelah dengan guratan rinduMata kecilnya menatap sayuMeratap menyendiri

Tak Ada yang Tak Bisa

Karya : Nur Thalita Safa*) Ada kalanya semua lelucon tak lagi dapat mengundang tawaAda kalanya sisi berbeda kita tunjukan pada

Terlalu Larut

Karya: Sely Hoiana S.*) Laksana angin tanpa tujuanMengurung jiwa dalam relung kehampaanMenatap langit malam nan begitu gelap bagai kehidupanItu mengekspresikan