logo_mts192
0%
Loading ...
Waka Kurikulum MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Rapat Persiapan Teknis TKA
0
Uang Terakhir dari Ibu
0
Musyawarah Kerja XII Yayasan Miftahul Ulum Tekankan Inovasi, Evaluasi, dan Peningkatan Pelayanan
0
Untuk Para Pejuang Pendidikan
0
Cermin Kedalaman
0
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0

Category: Karya Siswa

Ibu

Karya: Kaisya Luna Fara Aisa *) Sungguhku berterima kasih kepadamuYang sudah membesarkanku dari aku kecil sampai besarSungguh banyak pengorbananmu kepada

Rindu Ayah

Karya: Putri Evita Muhajir *) Ayah ku….Kaulah pahlawankuKaulah pria pertama yang memelukkuHanya kaulah yang mengerti perasaanku Ayah ku…..Kau adalah mataharikuYang

Kaylara dan Pintu Hidayah-Nya

Karya: Fitroh Nur Aini *) “Brumm…..brumm…” Suara deru motor yang saling bersatuan berhasil memenuhi arena balap liar pada malam ini

Bunda Anakmu Rindu

Karya: Aira Qurota A’yun *) Ku pegang engkau erat-eratTatapanmu begitu indahWaktu telah menjadikan harapanNamun, bagiku tatapanmuMasih semanis cokelat Biar saja

Kado untuk Ibu

Karya : Nayla Inayatus Sholihah *) Di pagi yang cerah, seorang remaja yang baru saja bangun dari tidur dengan pakaian

Asa Ganda

Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku

Guruku

Karya: Humairatun Nisa’ *) GurukuEngkaulah yang mengajari kamiEngkau memberikan kami ilmuTidak pernah marahWalaupun kami tidak mendengarkanmu GurukuMaafkan kami bila kadangkala

Aku Menjadi Duri

Karya: Eka Ramadani Wahyu Ningsih *) Jika aku menjadi merpatiKan kusampaikan pesan tentang isi hatiJika aku menjadi pelangiKan kutampakkan keindahan

Peluh Prestasi

Karya: Solihin *) Hujan sore ini tak lagi berwujud airHanya gerimis keringat yang bercucuranDiusapnya peluh, menyisakan noda-noda lesuKupandang bapak, dari

Harapan

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Gemuruh rintikan hujanGuntur yang tak berhenti menyambarDinginnya malam menambah cekamnya keadaanMenemani jiwa yang tengah