logo_mts192
0%
Loading ...

Diklat Kamad Sesi Kedua: Kupas Tuntas Tantangan Implementasi Kurikulum di Madrasah

Share the Post:

Setelah mengikuti sesi pembukaan dan materi Model Kompetensi Kepala Madrasah, peserta Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Angkatan VII Tahun 2026 melanjutkan pembelajaran pada sesi kedua dengan tema “Analisis Implementasi Kurikulum di Madrasah: Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)” di Aby Hotel Lumajang, Senin (3/8/2026).

Materi disampaikan oleh Dr. H. Makmum Hidayat, M.Pd., yang mengajak para kepala madrasah untuk mengkaji implementasi tiga pendekatan kurikulum tersebut, mulai dari aspek konsep, tantangan, problematika, hingga berbagai gagasan strategis dalam pelaksanaannya di satuan pendidikan.

Dalam pemaparannya, Dr. Makmum Hidayat menegaskan bahwa perubahan kurikulum tidak boleh dipahami sebatas pergantian dokumen administrasi, tetapi harus diikuti dengan transformasi pola pikir dan budaya belajar di madrasah.

Baca Juga

Hari Pertama Diklat Teknis Substantif, Perkuat Kompetensi Kepemimpinan Madrasah

“Keberhasilan implementasi kurikulum tidak ditentukan oleh kelengkapan administrasi semata, tetapi oleh sejauh mana kepala madrasah mampu menggerakkan guru untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik, dan menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) memiliki titik temu yang sama, yaitu menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kepala madrasah dituntut mampu membangun ekosistem belajar yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, reflektif, serta memiliki karakter yang kuat.

Menurutnya, implementasi kurikulum di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, perubahan paradigma pembelajaran, hingga penguatan budaya akademik di lingkungan madrasah.

“Tantangan terbesar bukan pada kurikulumnya, tetapi pada kesiapan kita untuk berubah. Kepala madrasah harus menjadi penggerak transformasi, membangun kolaborasi dengan guru, dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada peningkatan kualitas belajar peserta didik,” ujar Dr. Makmum.

Selain membahas tantangan, narasumber juga mengajak peserta berdiskusi mengenai berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sejumlah madrasah sebagai inspirasi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan.

Menanggapi materi tersebut, Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyampaikan bahwa materi tersebut sangat relevan dengan arah pengembangan madrasah yang saat ini tengah mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

“Materi ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa transformasi pembelajaran harus dimulai dari perubahan cara berpikir seluruh warga madrasah. Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar program, tetapi sebuah budaya belajar yang menghadirkan pembelajaran bermakna, menyenangkan, serta membentuk karakter peserta didik,” ungkap Husen.

Ia berharap hasil diklat ini dapat memperkaya strategi implementasi kurikulum di MTs Miftahul Ulum 2 sehingga mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang semakin efektif dan berdampak.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mengembangkan budaya belajar yang berpusat pada peserta didik. Harapannya, setiap proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, dan kecintaan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Melalui sesi kedua ini, para peserta memperoleh wawasan komprehensif mengenai arah kebijakan kurikulum madrasah sekaligus strategi implementasinya di lapangan. Diharapkan, para kepala madrasah mampu menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.

Join Our Newsletter