Oleh : Lukman Hakim, SH *)
Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Selain memiliki nilai sejarah yang panjang sejak masa para nabi terdahulu, puasa Asyura juga memiliki keutamaan yang besar, yaitu sebagai penghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu.
Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus terhadap puasa ini dan menganjurkan umat Islam untuk mengerjakannya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Sejarah Puasa Asyura
Sebelum Islam datang, masyarakat Quraisy di Makkah telah mengenal puasa pada hari Asyura. Setelah Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi juga berpuasa pada hari tersebut.
Ketika ditanya alasan mereka berpuasa, mereka menjelaskan bahwa hari itu merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun dengan membelah Laut Merah. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa daripada kaum Yahudi.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، فَقَالَ: فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ.
“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi ﷺ datang ke Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah hari yang agung. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka sehingga Musa berpuasa pada hari itu.’ Maka Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.” (HR. Bukhari)
Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa puasa ini menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun yang telah lalu.‘” (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah penghapusan dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.
Baca Juga
Anjuran Berpuasa Tanggal 9 dan 10 Muharram
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan agar umat Islam tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja, tetapi juga menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa, para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Maka Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Jika aku masih hidup hingga tahun depan, insya Allah aku akan berpuasa pada hari kesembilan.'” (HR. Muslim)
Hikmah Puasa Asyura
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari pelaksanaan puasa Asyura antara lain:
- Meneladani para nabi, khususnya Nabi Musa AS dan Rasulullah ﷺ dalam mensyukuri nikmat Allah SWT.
- Meningkatkan ketakwaan melalui ibadah puasa sunnah.
- Menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu dengan izin Allah SWT.
- Menumbuhkan rasa syukur atas pertolongan dan rahmat Allah kepada hamba-Nya.
- Membedakan syariat Islam dari tradisi agama lain dengan menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram.
Puasa Asyura merupakan amalan sunnah yang memiliki dasar kuat dari hadis-hadis sahih serta mengandung sejarah penting dalam perjalanan dakwah para nabi. Melalui puasa ini, umat Islam diajak untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, memperbanyak amal saleh, serta berharap memperoleh ampunan atas dosa-dosa kecil yang telah lalu.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ dengan melaksanakan puasa Tasu’a dan Asyura serta menerima seluruh amal ibadah kita.
Wallāhu a’lam biṣ-ṣawāb.
*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid


