Upgrade Literasi : Guru Dan Staf dengan Ikuti Bimtek Penulisan dan Publikasi Karya Ilmiah

Rabu (10/03/2022) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bimbingan teknis (Bimtek) terkait publikasi dan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa dan masyarakat akademisi pada umumnya. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari (9-10 Maret 2022) secara hybrid ini mengupas agar sebuah karya tulis ilmiah mampu menembus publikasi nasional bahkan internasional.

Di hari pertama, Prof. Dr. H. Wahidmurni M.Pd (Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang) memaparkan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Dalam paparannya, penelitian kuantitatif cenderung menguji teori yang sudah ada atau bahkan menyanggah sebuah teori. Itu sebabnya penelitian kuantitatif berangkat dari sebuah teori. Berbeda dengan penelitian kualitatif yang berangkat dari data, sehingga peneliti kualitatif wajib melakukan studi lapangan pendahuluan.

Baca juga :

CIVITAS MADRASAH IKUTI WEBINAR MODERASI BERAGAMA UIN MALIKI MALANG

Drs. H. Basri Zain MA Ph.D (Wakil Direktur Pascasarjana UIN Maliki Malang) mengungkapkan bahwa publikasi merupakan suatu keharusan dalam konteks akademik. Publikasi karya ilmiah bagian dari transfer of knowledge dan pembentuk peradaban. Beliau juga mengingatkan etika dalam menulis, misalnya jangan asal menyadur karya milik orang lain. Menurutnya menulis itu harus melalui proses membaca, analisis, dan sintesis.

Pemateri berikutnya Dr. Hj. Samsul Susilawati M.Pd (ketua pelakasa), memaparkan, dalam menulis jurnal membutuhkan dukungan (ekosistem akademisi) dan pembiasaan membaca-menulis itu sendiri. Menurutnya, hasil skripsi, tesis dan disertasi tidak cukup sampai di sidang, namun harus bisa dipublish pada jurnal yang memiliki reputasi nasional maupun internasional.

Prof. Dr. H. Ahmad Taufiq M.Si (Kepala Pusat Publikasi Akademik LP2M Universitas Negeri Malang) menyampaikan terdapat dua hal yang krusial dalam tulisan ilmiah. Yakni konten dan konteks, baik jurnal nasional maupun internasional. Kedua hal tersebut harus berjalan seimbang supaya hasil tulisan ilmiah bisa maksimal. Artinya jika kontennya bagus, maka konteksnya juga harus bagus. Dua kemampuan tersebut yang harus dikuasai dalam menghasilkan karya ilmiah yang baik, kemampuan menganalisis data dan mengolah kata – di samping kebaruan riset.

Sedangkan Prof. Dr. H. Ahmad Sani Supriyanto M.Si (Guru Besar Bidang Manajemen SDM UIN Maliki Malang) publikasi tidak serta merta hadir dan keluar. Sebab tulisan ilmiah harus dimulai dengan ide/gagasan yang menarik dan up-to-date. Jadi dalam mengangkat sebuah permasalahan harus berhati-hati dan melihat permasalahan yang ada. Tidak perlu sampel yang besar, objek yang skala besar, yang terpenting memenuhi dari beberapa aspek. Berikutnya kita susun dengan tulisan yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *