Magister UIN SUKA dan UIN Malang Jadi Narasumber MATSAMA Hari Kelima

Rabu, (13/07) adalah pelaksanaan Matsama hari ke-5. Agak sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya yang hanya diisi satu pemateri. Hari ini terdapat dua narasumber dengan materi pembahasan berbeda.

Materi pertama adalah masalah Moderasi Beragama dengan Narasumber Sahrul Hidayatullah S.H., M.H. Sosok lulusan UIN Sunan Kalijaga ini memulai materinya dengan mengenalkan Indonesia yang beraneka ragam suku, bahasa, agama dan budayanya.

“Dari sekian banyak agama yang ada di Indonesia itu mengharuskan adanya toleransi dan penguatan moderasi beragama. Supaya tercipta Indonesia moderat yang damai dengan aneka ragam agamanya”. Kata Sahrul.

Materi pertama ini cukup membuat peserta antusias. Membuat mereka lebih mengerti secara mendalam apa maksud moderat tersebut. Supaya benar-benar terwujud generasi moderat seperti yang diusung sebagai tema Matsama tahun ini.

Narasumber kedua pada hari ini adalah H. M. Aminuddin Shofi M.H. yang menyampaikan materi tentang kesetaraan. “Penjelasan tentang kesetaraan ini sangat penting adanya supaya tidak ada kesenjangan. Karena di Madrasah itu pasti ada banyak perbedaan, baik bahasa, asal daerah, bahkan kelas. Sehingga pemahaman masalah kesetaraan itu sangat penting supaya tidak ada kesenjangan antara kakak kelas dan adik kelas, antara yang berbahasa jawa dan bahasa madura dan lain sebagainya”. Ucap Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN) Yayasan Miftahul Ulum yang akrab disapa Ust. Shofi tersebut.

Salah seorang dosen Stismu ini juga menjelaskan betapa pentingnya kemampuan beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan. Siswi baru yang keseluruhannya mukim di pesantren harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Dan siswi yang lama juga harus mampu beradaptasi dengan siswi baru sehingga mampu menciptakan kesetaraan dan mampu menghapus kesenjangan antara setiap perbedaan di lingkungan madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.