Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *)
Bulan Ramadlan adalah kurikulum langit yang dirancang Allah SWT sebagai program pendidikan spiritual terlengkap bagi umat manusia. Seperti sekolah elit dari langit, ia menyatukan teori dari Al-Qur’an, praktik ibadah, dan ujian harian untuk membentuk insan kamil. Al-Qur’an diturunkan pada bulan ini sebagai buku pelajaran utama, sebagaimana firman Allah SWT:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Artinya:
“Ramadhan adalah (bulan) yang diturunkan padanya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan (penentu) perbedaan (antara kebenaran dan kebatilan).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Kurikulum ini mengajarkan pengendalian diri, ketakwaan, dan kepedulian sosial, dengan Idul Fitri sebagai hari kelulusan. Mari kita bedah mata pelajarannya satu per satu.
Mata Pelajaran 1: Pengendalian Diri Melalui Puasa (الصوم)
Puasa adalah fondasi kurikulum, melatih kita menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Ini bukan sekadar ritual, tapi pelajaran takwa—kesadaran akan Allah. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Rasulullah SAW menegaskan manfaatnya:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760).
Di sini kita belajar untuk berempati—lapar mengajarkan berbagi dengan yang kelaparan, menjadikan puasa sebagai perisai diri dari api neraka.
Mata Pelajaran 2: Perkuat Hubungan Vertikal Lewat Shalat dan Tadarus
Malam Ramadlan adalah waktu kelas intensif. Shalat tarawih 20 rakaat ditambah tahajud 2 rakaat dan diakhiri shalat witir 3 rakaat, kemudian dilanjutkan dengan tadarus membaca satu juz Al-Qur’an per malam, menyelesaikan 30 juz sepanjang bulan. Ini menguatkan ikatan dengan Rabbul Alam semesta. Allah SWT berjanji:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Hadits Nabi SAW menambahkan:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa yang ibadah malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari).
Tadarus dan tahajud melatih hati mendengar wahyu, membersihkan jiwa dari kerak duniawi.
Mata Pelajaran 3: Kepedulian Sosial dan Ekonomi (Zakat, Infaq, dan Sedekah)
Kurikulum langit menekankan tanggung jawab sosial. Zakat fitrah wajib dibayar sebelum Idul Fitri, menyucikan harta dan jiwa. Firman Allah:
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ
Artinya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Nabi SAW bersabda:
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: فَرَضَ رَسُولُ الله- صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ، مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ. أخرجه أبو داود وابن ماجه.
Artinya:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri sebagai pembersih bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor dan memberi makan kepada orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat maka ia adalah zakat yang diterima dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat maka ia adalah salah satu sedekah. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Dengan infaq dan sedekah akan membuka pintu rezeki, mengajarkan kita bahwa berbagi adalah sebuah investasi akhirat.
Mata Pelajaran 4: Silaturahmi dan Pengampunan
Ramadan melatih maaf-memaafkan melalui silaturahmi. Hadits qudsi menyatakan:
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
Artinya:
“Allah berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari no. 7405).
Takbir, tahmid, dan tahlil sepanjang malam mengisi udara dengan zikir, memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ujian Akhir dan Wisuda: Idul Fitri
Puncak kurikulum adalah Idul Fitri, di mana takwa menjadi ukuran kelulusan:
اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ
Artinya:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Kurikulum Langit ini bukan sekali jalan, ia menginspirasi pembelajaran seumur hidup. Di era modern, dengan hiruk-pikuk dunia, Ramadlan mengajak kita kembali ke fitrah. Yuk, jadikan bulan ini momentum transformasi diri dari murid biasa menjadi guru bagi sesama.
*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid


