Evaluasi Road Map Madrasah, MTs. Miftahul Ulum 2 Gelar Diskusi Bersama L1

Sebagai bentuk follow-up MoU antara civitas MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dengan LumajangSatu(dot)com, keduanya melakukan sharing dan berdiskusi seputar dunia pendidikan di Kedai Kopi Redaksi yang berlokasi di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) Lumajang, Senin (6/9/21). Moment tersebut sekaligus dimanfaatkan oleh Kepala Madrasah Sahroni, S. Pd.I., M.Pd untuk berkordinasi dengan komite madrasah serta mengumpulkan guru-guru yang ikut terlibat dalam pembinaan siswa yang telah mengikuti Madrasah Young Research Super Camp (MYRES) 2021 dan beberapa komite madrasah.

Baca Juga :

“SMART PLANT” SETELAH BERJUANG DALAM MYRES

Selain Kepala Madrasah, tampak hadir Pimred Lumajangsatu(dot)com Babun Wahyudi, S.H, M. Aminuddin Shofi, M.H (Sekretaris Komite Madrasah), M. Alwi Sihab Bhasari, S.H, M.E., Zainal, M.Pd, Akh. Farid, S.Kom, dan Danang Satrio P, S.Psi (Waka. Humas). Sementara itu melalui WhatsApp, beberapa anggota komite madrasah berhalangan hadir karena satu-dua kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. Diskusi ringan sembari menyesap Vietnam Drip racikan barista Kedai Kopi Redaksi ini penuh intelektualitas, forum ini selain mengevaluasi proposal-proposal yang telah diajukan dalam ajang MYRES beberapa waktu lalu juga mendiskusikan langkah-langkah strategis guna menumbuhkan budaya riset dan penelitian di lingkungan MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid sehingga diharapkan civitas ini istiqomah mengikuti ajang serupa MYRES di kesempatan lain.

Kepala, Komite, Guru dan Pimred L1 Babun Wahyudi

Babun Wahyudi, S.H selaku pendiri dan pimpinan redaksi LumajangSatu(dot)com mengapresiasi pertemuan dan diskusi ini, menurutnya, MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid sudah berada di rel yang semestinya yaitu mengaktualisasi bakat-bakat yang dimiliki siswa dan mengeksplorasi peminatan yang diwujudkan dalam ekstrakurikuler khususnya dalam bidang penggalian potensi dan pengembangan SDM yang unggul dan berkualitas. Di samping itu, Wartawan Radio Gloria FM Lumajang ini menyampaikan harapannya agar manajemen madrasah agar aktif menciptakan budaya cendekia di kalangan warga madrasah.

Alumni PP. Miftahul Ulum Bakid angkatan 1995 ini juga berpesan agar penelitian-penelitian siswa yang berbasis science terapan tidak sekedar menjadi bahan bacaan dan tidak hanya sebatas mengikuti lomba dan mencari kejuaraan saja. Lebih dari itu, ide, gagasan dan riset para siswa harus didorong hingga menjadi prototipe atau bahkan bisa menjadi sebuah karya berdaya guna bagi kehidupan manusia. Selaras dengan hal tersebut, Sekretaris Komite Madrasah M. Aminuddin Shofi, M.H juga menyarankan agar karya dari penelitian teknologi terapan dapat didaftarkan ke lembaga hak cipta sehingga ada nilai bagi lembaga pendidikan namun yang paling utama adalah karya-karya itu memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat umum.

Kepala Madrasah Sahroni, S. Pd.I., M.Pd optimis bahwa dengan jalinan kerjasama internal maupun dengan pihak eksternal, madrasah yang dipimpinnya mampu mewujudkan visi madrasah, yaitu mencetak generasi muslim yang unggul dalam IMTAQ, IPTEK dan Akhlak al-Karimah. “Adanya silaturahim dengan LumajangSatu(dot)com tentu memberikan kesempatan bagi madrasah ini untuk bekal melanjutkan road-map “Gerakan Literasi Madrasah” kini berlanjut ke “Madrasah Berbudaya Peneliti”.

“LumajangSatu(dot)com ini merupakan media pemberitaan online terbesar di Lumajang, media yang tidak hanya memberitakan fakta yang ada namun juga menampung opini dan gagasan sosial atas fenomena yang sedang terjadi.” imbuhnya

Ngopi (Ngobrol Pintar Edukasi)

Terkait “Madrasah Berbudaya Peneliti” yang sedang kita konsep sekarang ini MTs. Miful-2 Bakid butuh ngangsu kaweruh -belajar- kepada LumajangSatu(dot)com tentang aspek-aspek humaniora dari kacamata sosial masyarakat. Karena penelitian itu terjadi untuk menyelesaikan masalah yang tengah dialami masyarakat, jika kita tidak dapat menemukan masalah lantas apa yang harus diteliti, atau bagaimana jika karya yang kita buat ternyata tidak dibutuhkan oleh masyarakat atau malah (mungkin saja) menambah masalah yang sudah ada.” ungkap Sahroni yang sangat menikmati diskusi siang itu di Kedai Kopi Redaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *