
Karya: Abelliatus Zahra *) Ikan mencintai air,namun air merebusnya.Daun setia pada angin,namun angin menggugurkannya.Manusia menggantung hidupnya pada tanah,namun tanah menguburnya.
Karya: Novy Amalia Hasanah *) Dunia tanpa batasfantasi menjadi arah langkahku,masa depan indah yang kurajut diam-diam.Namun, masih adakah harapanyang tersisa
Oleh: Husen, S.Pd.I *) Ada satu jalan menuju ketakwaan yang tidak ramai dilalui. Jalan itu sunyi, halus, dan seringkali luput
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Setiap tahun, Hari Raya Idul Fitri datang membawa suasana hangat dan penuh makna. Umat Islam
Oleh : Amang Phillips Dayeng Pasewang, S.Sos *) Di tanah Jawa, Syawal tidak hanya hadir dengan gema takbir dan pelukan
Oleh : Muhammad Bardan Nafis Firdausi, S.Pd *) Ramadhan telah pergi. Ia berlalu seperti tamu agung yang singgah sejenak, meninggalkan
Oleh: Abdul Wafi Hasan, SH *) Hari raya dalam Islam bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebahagiaan. Ia adalah
Oleh: Muhammad Said Fadhori, S.Pd.I *) Setiap kali Idul Fitri tiba, suasana berubah menjadi lebih hangat. Rumah-rumah terbuka, tangan saling
Oleh : Sholeh, S.Pd *) Hari raya bukan hanya tentang berkumpul dan saling berkunjung, tetapi juga tentang menjaga adab dalam
Okeh: Muhammad Faisol Ali, SH *) Ramadan mungkin telah berlalu, tetapi ruhnya seharusnya tidak ikut pergi. Banyak di antara kita
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Di setiap datangnya hari raya, umat Islam di seluruh dunia bergembira menyambutnya. Suasana penuh kegembiraan
Oleh : Husen, S.Pd.I *) Ramadan akan pergi. Hari-hari yang penuh ibadah perlahan akan menjadi kenangan. Takbir mulai berkumandang, menandakan


Al-Ustadz

Kenangan Bersama Orang Tua

Rakyat Jelata

Beda

Atma yang Sejuk

My Character Wibu

Doa Ibu

Esai yang Tak Usai

Guru
Category: Puisi

Lama Tak Datang
Karya : Hilda Nia*) Wuhh!!Sinar matahari iniSungguh sangat menyengat diriMembuat diri ini kewalahanMencari kesejukan Berusaha mendinginkan badanBukan hanya dalam tempo

Al-Ustadz
Oleh : Abdul Gofur Ar-Rozi, SE *) Pari Nan Jauh di sanaTampak pada kamiKau tertatih dalam terjalPan terkepunh dingin kabut

Kenangan Bersama Orang Tua
Karya : Vito Fabian Kristianto*) Di saat aku sendirianEngkaulah yang membawakanSesuatu yang aku inginkanDi saat aku gelisahEngkau lah yang melangkahTerlebih

Rakyat Jelata
Karya : M.Fahri Nur Fadoli *) Hanya jelata…Bagaimana merajut asa?Sedang mereka sibuk dengan dunianyaMereka pikir baik-baik saja? Perfect,Sama sekali tak

Beda
Karya : Fina Nailul ihza*) Beda! Aku berbeda.Memang! tapi mengapa?Mengapa harus dibeda-bedakan?Kenapa harus berprilaku berbeda?They say “yang beda itu spesial”

Atma yang Sejuk
Karya : Ieca Nayla Maulidyans *) Bukankah dia Atma?Yang membuat sejuk rasa cinta?Jika ia membaraIa akan membuat dunia serasa milik

My Character Wibu
Karya : Almisa*) Satu putaran waktuSeribu kenangan di masa laluAbout me?Aku tak ingin menjadi TanjirouYang hanya Bahagia sesaatLalu kebahagiaannya hilang

Doa Ibu
Karya : Muhammad Dafa Sodikin*) Sendu di kelopak matanyaMenghitam di kantung matanyaUcapan lirih dari mulutnyaTangan menengadahUjung mukena basah oleh air

Esai yang Tak Usai
Karya : Nur Thalita Safa*) Hidup ini sedang tidak baik-baik sajaJangan pernah tanya mengapaNamun siapa yang mau bertanya??Tegur sapa saja

Guru
Oleh : Ubaidillah Hasby*) Kami datang untuk tahuEngkau memberi kami ilmuKami datang dengan anganEngkau memberi kami masa depan Segala yang
