logo_mts192
0%
Loading ...
Lara, Karya Abelliatus Zahra
0
Buku Ke-17, Guru MTs Miftahul Ulum 2 Terbitkan Buku tentang Moderasi Beragama Sejak Dini
0
MTs Miftahul Ulum 2 Bawa 12 Trophy Kejuaraan PORSENI  KKMTs Wilker 2 Tahun 2026
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Terpilih sebagai GTK Berprestasi Lumajang 2026, Wakili Kabupaten ke Tingkat Jawa Timur
0
Sudah Berbeda
0
Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pemantapan Komunikasi Efektif Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja
0
Pemuda untuk Indonesia: Dari Ikrar 1928 Menuju Indonesia Emas 2045
0
Perkuat Perlindungan Siswa, MTs Miftahul Ulum 2 Teken Kerja Sama dengan Polres Lumajang
0
Santri: Pentingnya Mengenang Jasa Para Ulama dan Guru
0
Jalan
0
Perkuat Budaya Literasi, MTs Miftahul Ulum 2 Jalin Kerja Sama dengan Penerbit Aruspedia Creative
0
Wujudkan Kepedulian, MTs Miftahul Ulum 2 Takziyah ke Rumah Duka Siswa di Candipuro
0
Tidak ada postingan lainnya.

Literasi

Ber-Akhlak-lah

Karya:Putri Evita Muhajir *) Orang pintarAkan kalah denganOrang yang ber ahlakPercuma kamu pintarJika akhlaknya tidak ada Pintar boleh tapi akhlak

Guruku

Ya Syaikhona

Karya : Hilda Izzah Najwa Fillah*) Semakin hari semakin menggebuAtas apa semua yang ku rindu.Dan semakin hari hanya ingin terus

Tetao Semangat

Semangat Bukan Sambat

Karya: Nuril Maulidya Ariska*) Yang dibutuhkan usaha bukan wacanaMemang benar kita hanya bisa berencanaTapi realita,kita hanya pasrah pada yang maha

Kerinduan

Metafora Kerinduan

Karya : Nur Thalita Safa*) Rinai itu jatuh perlahanGemersik rindu yang tertahanMengalun indah dalam sebuah genangan. Lalu perlahan menderasSederas angin

Merindukan Hujan

Lama Tak Datang

Karya : Hilda Nia*) Wuhh!!Sinar matahari iniSungguh sangat menyengat diriMembuat diri ini kewalahanMencari kesejukan Berusaha mendinginkan badanBukan hanya dalam tempo

Hutan Merah yang Berubah

Saat Hutan Merah Berubah

Karya : Ahmad Aldian *) Matahari bersinar terik di Lampung. Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, sehingga hanya menyisakan berkas tipis. Burung-burung

Rakyat Jelata

Rakyat Jelata

Karya : M.Fahri Nur Fadoli *) Hanya jelata…Bagaimana merajut asa?Sedang mereka sibuk dengan dunianyaMereka pikir baik-baik saja? Perfect,Sama sekali tak