logo_mts192
0%
Loading ...
UMBK Hari Kelima MTs Miftahul Ulum 2 Berjalan Lancar, PKn dan Bahasa Arab Diujikan
0
Pertemuan Ketiga Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
0
Hari Keempat UMBK MTs Miftahul Ulum 2 Berjalan Kondusif, Uji IPA dan SKI
0
Monitoring Pelaksanaan UMBK MTs Miftahul Ulum 2 oleh Pengawas Bina
0
Hari Ketiga UMBK MTs Miftahul Ulum 2, Siswa Hadapi Ujian Bahasa Inggris dan Fikih
0
Hari Kedua UMBK MTs Miftahul Ulum 2 Berjalan Tertib
0
Start Hari ini, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar UMBK Tahun 2026
0
Asa Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua – Refleksi Hardiknas 2026
0
Menguatkan Partisipasi Semesta atau Sekadar Retorika? Refleksi Hardiknas 2026
0
Keadilan dan Kemanusiaan dalam Hubungan Kerja: Refleksi Hari Buruh Internasional
0
Semua Harus Dilupakan
0
Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bagi Guru Mapel Umum
0

Category: Karya Siswa

Terima kasih, Bapak

Terima kasih, Ayah

Karya: Ulumiah *) Ayah, kaulah pahlawanku.Engkaulah belahan jiwaku.Aku tak akan ada tanpa perjuanganmu, Ayah.Engkau rela lelah demi menafkahi keluarga kecilmu,Bekerja

Anugerah Tuhan

Anugerah Terindah

Karya: Nur Thalita Safa *) Satu hal yang pasti,Tak pernah bisa disangkal,Selalu hadir dalam naluri dan hati. Sebuah ketetapan dari

Baoak Paling Hebat

Ayah Terhebat

Karya: Aurel Legian Oktavia *) Ayah, kaulah pahlawanku.Tanpamu, jadi apa aku?Engkau rela banting tulang,Agar aku bisa makan dan tumbuh tenang.

Bapakku Pahlawanku

Ayahku, Pahlawanku

Karya: Ilmin Nurun Ni’mah *) Di tengah sunyinya malam,Tampak tubuh yang terbaring diam.Karena seharian ia telah berjuang,Meski banyak rintangan menghadang,Tak

Aku dan Sahabatku

Aku dan Sahabatku

Karya: Novy Amalia Hasanah & Weggy Chelsa Olivia *) Suka dan duka kita lewati bersama,Saling menasihati di setiap langkah yang

MTs Miftahul Ulum 2

Teman Sejati

Karya : Andini Cahya Qurfatul Jannah *) Teman sejati…Ialah rumah ternyaman untuk pulangTempat paling tepat tuk berceritaDia yang mampu menumbuhkan

Saya Pasti Bisa

Aku Pasti Bisa

Karya: Keyla Aura Krismadaini *) “Hiks… hiks…” terdengar suara tangisan seorang gadis di dalam kamar yang sunyi. “KAMU SEHARUSNYA NGERAWAT

Mama Hebatku

Mama Hebatku

Karya : Caesha Rachel Attalycha Putri *) Terima kasih, Mama…Engkaulah wanita hebatku.Sejak kecil hingga aku tumbuh besar,Engkau yang selalu merawat

andai aku jadi presiden

Andai Aku Jadi Presiden

Karya: Reva Yuni Ningsih *) Bangkitlah…..Bangkitlah wahai pemudaLupakan sudah kaum belandaYang lalu biarlah laluMasa lalu jadikan ilmu Musuh besarmu bukanlah

PPMU Bakid Pesantrenku

Pesantrenku

Karya : Nuril Maulidya Ariska *) Di balik tembok nan sederhana dan sunyi,Pesantren berdiri, teduh berseri.Cahaya ilmu menari di pelita