logo_mts192
0%
Loading ...
Mulai Hari ini, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Supervisi Pembelajaran
0
Aku & Pesantren Bagian 5
0
Aku & Pesantren Bagian 4
0
Aku & Pesantren Bagian 3
0
Kepala Madrasah Hadiri Pertemuan Rutin KKMTs Kabupaten Lumajang di MTs Miftahul Midad
0
Lima Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Raih Lima Medali Emas di Olimpiade Prestasi USU ke-8 Internasional
0
Kepala Madrasah Gelar Rapat Koordinasi Bersama Komite Madrasah dan Tokoh Masyarakat
0
MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Olimpiade Prestasi USU ke-8 Tingkat Internasional
0
Tingkatkan Budaya Literasi, MTs Miftahul Ulum 2 Gelar Sekolah Jurnalistik bersama Lumajangsatu
0
MTs Miftahul Ulum 2 Jalin Kerja Sama dengan Lumajangsatu
0
Isra’ Mi’raj: System Upgrade Kesadaran Manusia di Tengah Kebisingan Digital
0
Civitas MTs Miftahul Ulum 2 Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Pondok Pesantren Miftahul Ulum
0

Category: Karya Siswa

Aku & Pesantren Bagian 5

Aku & Pesantren Bagian 5

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) SAHABAT BARU, CERITA BARU Hari-hari berlalu, dan aku mulai mengenal banyak teman. Ada yang lucu, pendiam,

Aku & Pesantren Bagian 4

Aku & Pesantren Bagian 4

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) HARI PERTAMA MASUK PESANTREN Hari pertama masuk tiba. Udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Aku

Aku & Pesantren Bagian 3

Aku & Pesantren Bagian 3

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) PENDAFTARAN MTs Hari pendaftaran MTs akhirnya tiba. Aku dan kedua orang tuaku berangkat dari rumah dengan

Aku & Pesantren Bagian 1

Aku dan Pesantren Bagian 1

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) KEBIMBANGAN Rasa bimbang, takut, bahagia, sedih, dan rindu bercampur aduk ketika mendekati kelulusan SD. Kebimbangan yang

Suara Terakhir Laureen

Suara Terakhir Laureen

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) “Kringgg!” “Ya ampun, Myaraa! Lihat jam! Mau tidur sampai kapan? Nggak mau sekolah?!” Dering alarm ketiga

KERASNYA DUNIA PEJUANG RUPIAH

Kerasnya Dunia Pejuang Rupiah

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) “Bu, Kevin mau berangkat sekolah. Kasih uang jajannya sekarang!” seru seorang anak laki-laki kelas SD sambil

Rinduku Untukmu

Rinduku Untukmu

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Berandai angin mampu membawa kembali masa kita.Hari-hari terus berganti, menjauhkan kita hingga tak lagi bersama.Keinginan memeluk

Memulai Cerita Baru

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kenyataan tak selalu bisa ditutupi,air mata pun mengalir tanpa henti.Mengingat semua yang telah terjadi,meyakinkan diri bahwa

Harapan Berujung Duka

Harapan Berujung Duka

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Gadis itu selalu mengulang pertanyaan yang sama, pertanyaan yang seakan melekat dalam setiap helaan napasnya. “Di

Direy : Sahabat Tanpa Hati

Direy : Sahabat Tanpa Hati

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Dipaksa kuat oleh keadaan, kesepian di tengah kesunyian, tenggelam dalam kemandirian ketika sebaya dengannya masih berenang