Bina Peserta MTQ Nasional Jawa Timur, Kepala Madrasah : Saya Bukan Pembina Tapi Hanya Mendampingi Yunior

Selama empat hari Rabu hingga Kamis (09-12/09/20) Kepala MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul harus meninggalkan tugas-tugasnya sebagai kepala madrasah karena harus membina Peserta MFQ Jawa Timur yang dikirim ke Tingkat Nasional November mendatang.

Peserta Cabang MFQ yang terdiri dari enam orang tersebut meliputi 3 orang peserta laki-laki dari Kabupaten Jombang dan 3 orang peserta perempuan dari Kabupaten Lamongan. Pembinaan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dimulai jam 08.00 – 12.00. Sesi kedua mulai jam 16.00-17.00 dan sesi malam mulai jam 19.00 hingga jam 21.00.

Materi pembinaan tahap III ini difokuskan pada materi ilmu mawarits, keterampilan mencari ayat dengan kitab Fathur Rohman, ulumul Qur’an, ilmu hadist, bahasa arab, dan uji hafalan.

Walaupun demikian, Kepala MTs. Miftahul Ulum 2 ,Sahroni, S.Pd.I., M.Pd merasa tidak pantas jika dianggap sebagai pembina. Baginya kegiatan ini adalah pendampingan senior kepada yunior dan berbagi pengalaman.

“Kita ini bukan pembina. Tapi hanya berbagi pengalaman dan mendampingi adik-adik yunior. Sangat tidak pantas kalau dianggap pembina.”

Kegiatan pembinaan kolektif Tahap III Kafilah MTQ Provinsi Jawa Timur ditutup pada hari Sabtu (12/09/20) di Aula Islamic Center Surabaya Lantai 2. Penutupan diikuti oleh pengurus LPTQ Jawa Timur, Para pembina dan seluruh kafilah MTQ Jawa Timur.

Penutupan ditutup langsung oleh Ketua III LPTQ Provinsi Jawa Timur KH. Abdul Hamid Abdullah, SH. M.Si. Dalam sambutannya, Pembina Cabang Tilawah anak-anak ini mengungkapkan rasa bahagianya pembinaan kali berjalan dengan lancar. Semua peserta diberikan kesehatan hingga penutupan.

“Saya merasa senang sekali. Karena semua peserta dan pembina sehat semua hingga akhir pelaksanaan”

Lebih lanjut laki-laki berkaca mata ini menjelaskan bahwa rencana pembinaan sebetulnya sudah diagendakan sejak awal Februari kemarin namun karena kondisi penyebaran wabah Covid 19 akhirnya ditunda hingga bulan Juli

“Rencana awal bulan Februari. Tapi karena kondisi Corona 19, sehingga pelaksanaan pembinaan terlaksana bulan Juli.”

“Alhmdulillah pembinaan berjalan lancar. Semoga teman-teman kafilah Jawa Timur dapat mengemban amanah dan tanggung jawab sesuai dengan cabang-cabang masing.” imbuhnya

“Terimakasih kepada semua pembina yang telah meluangkan waktunya, meninggalkan keluarga dan aktivitas di rumah. Kita saling doakan semoga semua kafilah bisa tampil dengan maksimal.” ucapnya

Menutup sambutannya, Qari yang pernah juara di MTQ internasional di Brunei darussalam ini berpesan

“Setelah pulang, semua kafilah ini tetap harus pertama : berlatih dan belajar dengan rutin dan istiqamah sesuai dengan cabang masing-masing. Kedua: olah raga di rumah untuk menjaga imun tubuh. Ketiga Sholat Malam. Keempat : Mohon doa kepada semua guru-guru yang pernah ngajari kita Al-Qur’an. Dan jangan lupa terus jaga kesehatan hingga nanti pelaksanaan MTQ.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *