Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan produktivitas peserta didik, MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, menyerahkan hadiah kepada para pemenang Sayembara Karya Tulis dalam rangka Hari Santri Nasional 2026. Penyerahan hadiah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan literasi yang secara khusus melibatkan para siswi.
Sayembara yang menghadirkan tiga kategori lomba, yakni puisi, artikel, dan opini tersebut merupakan upaya madrasah dalam memberikan ruang aktualisasi bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kemampuan menulis.
Sebanyak 13 siswi berhasil meraih penghargaan dari ketiga kategori. Mereka terdiri atas sembilan penerima penghargaan kategori puisi, tiga kategori artikel, dan satu kategori opini.
Baca Juga
Inilah Daftar Pemenang Sayembara Karya Tulis Hari Santri 2026
Penyerahan hadiah tidak sekadar menjadi bentuk penghargaan atas karya yang dihasilkan, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi untuk terus belajar, membaca, dan mengembangkan kreativitas.
Kepala Madrasah: Apresiasi Harus Menjadi Motivasi
Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pemberian hadiah merupakan bentuk penghargaan madrasah terhadap keberanian dan kesungguhan siswi dalam menghasilkan karya.
Menurutnya, prestasi dalam bidang literasi perlu mendapatkan perhatian yang sama dengan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik lainnya.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus meningkatkan kualitas karya. Sementara itu, seluruh siswi diharapkan menjadikan kegiatan ini sebagai dorongan untuk berani mencoba dan mengembangkan kemampuan diri.
“Penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar dan berkarya. Kami berharap para siswi semakin percaya diri dalam mengembangkan potensinya. Madrasah akan terus berupaya memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan prestasi peserta didik,” harapnya.
Pembina Literasi: Terus Menulis, Terus Bertumbuh
Pembina Literasi Putri, Fathur Rahman, M.Pd., menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan hendaknya menjadi penyemangat bagi siswi untuk terus mengembangkan kemampuan literasinya.
Menurutnya, proses menulis merupakan perjalanan belajar yang membutuhkan ketekunan, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
“Jangan berhenti menulis hanya karena sudah mendapatkan hadiah, dan jangan pula berhenti berkarya karena belum mendapatkan penghargaan. Penulis yang hebat bukan hanya mereka yang memenangkan perlombaan, tetapi mereka yang terus belajar, berlatih, dan menghasilkan karya. Teruslah menulis karena setiap tulisan adalah bagian dari proses bertumbuh,” pesannya.
Ia juga berharap kegiatan sayembara ini dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya komunitas penulis muda di lingkungan madrasah yang produktif dan konsisten menghasilkan karya.
Membangun Ekosistem Literasi yang Berkelanjutan
Penyerahan hadiah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen MTs Miftahul Ulum 2 dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Budaya literasi tidak cukup dibangun melalui kegiatan membaca dan menulis sesaat, tetapi membutuhkan pembiasaan, pendampingan, ruang berekspresi, serta apresiasi terhadap setiap karya peserta didik.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap semakin banyak siswi yang tertarik menekuni dunia kepenulisan dan berani memublikasikan gagasannya.
Semangat Hari Santri Nasional menjadi inspirasi untuk terus merawat tradisi keilmuan melalui membaca, menulis, dan berkarya. Dari madrasah diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya memiliki pengetahuan luas, tetapi juga mampu menyampaikan pemikiran dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.


