Karya: Abelliatus Zahra
Bianglala yang dulu menawan,
kini menjadi berawan.
Tak ada lagi senyum yang mengembang
tatkala pralaya datang.
Arunika yang dahulu dikara,
kini tak lagi tertera.
Semua menjadi lara
yang tak ada obatnya.
Harsa hanya ufuk
yang mustahil dipeluk.
Asa yang mulai sirna,
tak akan kembali seperti semula.
Walaupun nestapa telah mereda,
namun luka tetap ada.
Sambaran vajra terus menjalar,
telah selesai, namun tak benar-benar usai.
Sama seperti varsha yang reda,
namun ada saras yang tak kunjung meresap
pada bentala yang menyerap.
*) Siswi MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid


